Makna Hari Koperasi 2021 bagi Kopdit Swastisari : “Tumbuh Positif Majukan Ekonomi NTT”

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional. Spirit Koperasi dengan sistem gotong royong dan dianggap sebagai Suku Guru Ekonomi Rakyat tentu menjadi jiwa koperasi yang selaras dengan jiwa masyarakat Indonesia yang memiliki semangat yang sama.

Sejak lama koperasi beriringan dengan lembaga keuangan lainnya dan pemerintah harus diakui menjadi penggerak dasar pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan ikut memutar roda perekonomian bangsa.

Di 12 Juli 2021, bangsa Indonesia kembali memperingati hari lahirnya koperasi.

Di NTT mungjun sedikit orang yang ingat akan Hari Koperasi karena berbagai alasan. Tapi harus diakui roda ekonomi masyarakat banyak tumbuh karena adanya kontribusi Koperasi.

Salah satu Koperasi survive hingga kini sudah 20 tahunan berkiprah dan membangun ekonomi NTT adalah Koperasi Kredit Swastisari.

Untuk memberi warna khusus pada perayaan Hari Koperasi tahun ini, media ini meminta pendapat pelaku koperasi senior yang punya jabatan General Manager Kopdit Swastisari yang beranggotakan ratusan ribu orang ini, Yohanis Sason Helan.

“Makna hari koperasi bagi kami,  pelaku koperasi sebenarnya kita menghargai dan menghormati para pejuang dan tokoh koperasi yang sudah berpikir jauh didepan untuk perubahan dan pemerataan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumahtangga.” Ujar John Helan awali wawancara (Senin, 12/7).

“Kita sebagai generasi penerus harus melanjutkan dengan tingkatkan ide, perjuangan yang sangat-sangat bermartabat ini.” Lanjutnya.

Ia memaparkan bahwa koperasi makin berkembang, khusus kopdit-kopdit yang ada di NTT sudah mengalami pertumbuhan dan tren yang sangat menjanjikan.

“Artinya kopdit-kopdit  sangat diterima oleh masyarakat. Contoh pertumbuhan aset dan anggota, serta pemanfaatan produk pinjaman oleh anggota mengalami trend yang positif karena koperasi atau kopdit benar-benar keberpihakan kepada anggota atau masyarakat. Bunga pinjaman sangat diterima pasar. Tidak berbeda jauh dengan lembaga keuangan formal lainnya bahkan ada bunga pinjaman tertentu lebih kecil 2, 3 digit dari harga pasar. Demikian juga bunga simpanan 2, 3 digit lebih besar dari harga pasar. Dan sangat diterima oleh anggota atau masyarakat.” Ungkapnya bangga.

Namun jujur diakuinya bahwa masih banyak kendala yang dialami di koperasi atau kopdit pada umumnya, yaitu  pengelolaan managemen yang belum profesional dan komponten yang membuat (terlebih koperasi selamat pagi atau harian),  koperasi renteinir, bodong dan kapitalis, yang menjadikannya sebuah tugas berat pelaku Kopdit  menjelaskan kepada masyarakat untuk bergabung di koperasi atau kopdit-kopdit yang benar dengan kebenaran regulasi dan system manajemen yang jelas.

Potensi di NTT yang perlu di kembangkan oleh koperasi atau kopdit-kopdit adalah komoditi-komoditi  ungggulan yang dimiliki masyarakat atau anggota yang belum dimanfaatkan secara utuh.

“Contoh peternakan, kelautan, lahan kering dan lain-lain. Mari kita kolaborasi semua ini.
Sebenarnya yang lebih utama di siapkan koperasi atau kopdit adalah sumberdaya manusia pengelola. Menyiapkan regulasi dan system yang keberpihakan kepada anggota atau masyarakat. Pengelola koperasi atau kopdit jangan ada NEPO, KOLUSI DAN KORUPSI (KKN) tapi harus  komponten, profesional, jujur TEKUN kerja dan jangan ada sekat antara suku, agama dan ras. Apabila 3 komponen tersebut memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing (pengurus-pengawas, karyawan dan anggota) maka lembaga akan menjadi pohon raksasa yang kuat dan tangguh.” Anjurnya mantap.

Terkait animo masyarakat terhadap koperasi atau kopdit cukup tinggi.

“Dan tugas  kami adalah merawat animo masyarakat terhadap Kopdit dengan dan rasa memiliki. Anggota koperasi atau kopdit jangan sakit dulu baru cari kopdit atau instansi gawat darurat (IGD) tipe masyarakat seperti ini apabila menjadi anggota maka anggota yang spekulasi dan sangat hati-hati.” Ujarnya.

“Saya berharap masyarakat yang kurang memahami tentang keuangan dan menggunakan uang koperasi harian dengan bunga mencapai puluhan porsen perbulan yang hanya menjadi kuda bebanya mereka, mereka tetap menjadi kaya dan kita tetap menjadi orang miskin.” Ujarnya lagi.

Khusus Kopdit Swastisari walaupun 2 tahun di landa covid-19 yang mematikan dan melumpuhkan ekonomi dunia, ujar John

“Trend simpanan dan pinjaman sangat  ideal. Likuiditas bahkan mencapai 20 % ,dari ideal antara 10 sd 20 %. Pinjaman beredar 76 % dari ideal 70 % sd 80 %. Berarti produk KSP KOPDIT SWASTI SARI sangat diterima oleh anggota atau masyarakat.” Jelasnya.

“Setiap bulan penambahan Anggota Baru mencapai 4 ribu orang, penambahan asset setiap bulan lebih dari 17 miliar. Yang menjadi kebanggaan besar lembaga KSP KOPDIT SWASTI SARI adalah asset mencapai 1 triliun tanpa satu sen pun modal pinjaman atau penyertaan dari pihak luar, 100 % milik 140 ribu lebih anggota.” Paparnya akhiri wawancara kami. || juli br

 

 

  • Bagikan