Lewat Dialog Interaktif RRI Belu, Bupati Belu Paparkan Langkah Penanganan Covid-19

  • Bagikan

Atambua, TOPNewsNTT|| Bupato Belu dr.Agustinus Taolin,S.PD-KGEH, FINASIM bersama Plt.Kadis Kesehatan Belu Theresia M.Saik,SKM,M.Kes, menyapa seluruh angkasawan dan angkasawati RRI Atambua lewat dialog luar studio Lintas Atambua Pagi dengan presenter Epy Mau dari LPP RRI Atambua yang dilaksanakan secara live dari kantor Bupati Belu lewat Siaran Pro 1 RRI Atambua frekwensi 91,5 fm (Senin, 19/7).

Dalam interaktif tersebut antara lain menyampaikan langkah yang telah diambil pemerintah dalam menghadapi Pandemi Covid 19, yaitu dengan mengeluar aturan dan regulasi yakni menghimbau, menginformasi dan mengedukasi masyarakat terkait pencegahan Covid 19 dengan menerapkan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumuman, membatasi mobilitas. Dan tenaga kesehatan melaksanakan 3T yakni testing, treaching dan treatment.

“Pemerintah juga melakukan tes cepat Rapid Antigen, Tes Cepat Molekuller (TCM) dan PCE Test untuk mengetahui masyarakat yang terpapar sehingga dapat dilakukan tindakan selanjutnya.” Jelas Bupati.

Bupati juga menjelaskan : Pemerintah juga telah melakukan treat atau pengobatan, pada orang yang mengalami infeksi dan memiliki gejala,

“Yang ringan boleh istirahat di rumah dan minum obat serta vitamin, apabila menderita gejala sedang atau berat wajib dirawat di rumah sakit. Pemerintah juga telah siapkan tempat isolasi terpadu, di Haliwen.” Jelas Bupati.

Bupati yang juga seorang dokter ini meminta masyarakat untuk patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan, dengan disiplin menerapkan 5M.

“Saya mengapresiasi langkah Uskup Atambua bersama para pastor, pendeta, ulama serta tokoh agama yang lewat mimbar di masjid dan gereja terus menghimbau kepada masyarakat terkait penerapan prokes serta himbauan pemerintah lainnya. Pemerimtah juga telah melakukan langkah penertiban secara persuasif di pasar, ditempat umum, rumah makan, temlat wisata, dan ruang publik lainnya.” Jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa mulai bulan Agustus seluruh masyarakat Belu, sudah bisa melakukan pengobatan gratis dengan menunjukkan KTP.

“Puji Tuhan ini adalah salah satu upaya pemerintah, untuk peduli dan melindungi masyarakat dari penyakit apapun tidak hanya Covid.” Lanjutnya menjelaskan.

Terkait vaksin, Bupati utarakan bahwa dari sisi petugas kesehatan telah siap. Hanya sedikit terkendala dalam proses droping dari pusat dan provinsi yang stoknya masih terbatas. Tetapi setiap hari tetap dilakukan vaksin reguler di puskesmas-puskesmas.

“Kedepannya pemerintah mempersiapkan untuk peningkatan vaksinasi diatas 1000 per hari, sehingga di Desember semua masyarakat Belu sudah divaksin. Saya ingatkan kepada masyarakat bahwa vaksin ini menjadi syarat mutlak untuk setiap kegiatan, perjalanan dan lainnya. Oleh karena itu kepada masyarakat untuk tidak boleh takut terhadap vaksin ini.” Kata bupati mengingatkan.

Plt.Kadis Kesehatan Theresia Saik, dalam dialog juga mengutarakan bahwa untuk vaksin dari 21 Januari – 13 Juli pemkab Belu baru memperole 3000 dosis. Dan sudah dilaksanakan vaksinasi di 17 Puskesmas serta RST,

“Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kemenkes.RI dan Dinkes Provinsi NTT yang memiliki kewenangan untuk mendistribusikan vaksin ke kabupaten kota.” Jelasnya.

Sedangkan target vaksin pemkab.Belu sudah  mencapai 70% masyarakat Belu yang sudah tervaksinasi yakni 159.000 jiwa.

“Saat ini, capaian kita untuk dosis 1 adalah 14% dan dosia 2 adalah 7%. Itu sudah termasuk remaja, masyarakat rentan dan masyarakat umum, lansia, pelayan publik dan nakes sudah termssuk didalam.” Jelas Kadis Kesehatan Belu.

Diakhir Dialog, Bupati kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat Belu untuk bergandengan tangan membantu pemerintah dalam melaksanakan Prokes.

“Kita kerja sama tolong lindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat dengan cara menerapkan 5M.” Ujarnya mengingatkan kembali.|| juli br

  • Bagikan