Ini Janji Anggota DPRD NTT Maria Nuban Saku Terkait Masalah Ruas Jalan Noelbaki-Tilong

  • Bagikan

NOELBAKI, TOPNewsNTT||Masalah pemblokiran ruas jalan Noelbaki-Tilong oleh masyarakat setempat akibat dampak polusi debu, kecelakaan akibat jalan berlubang yang hanya ditutup tanah putih oleh salah satu CV yang mengerjakan Bendungan Manikin mendapat perhatian dan mengundang keprihatinan  anggota DPRD provinsi NTT Komisi III Fraksi Partai PERINDO  Dapil 2 NTT (Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua).

Diitemui di rumahnya jalan Timor Raya Noelbaki (Sabtu, 26/6) Maria Nuban Saku menyatakan pendapat, keprihatinan dan janjinya untuk memberikan solusi bagi persoalan tersebut dalam wawancara berikut,

“Jadi terkait kondisi ruas jalan Noelbaki-Tilong bukan saya bukan tidak pernah bersuara. Dalam setiap persidangan, pandangan umum fraksi dan pendapat akhir hal itu  sering kita suarakan. Dan beberapa bulan lalu,  di youtube ada beredar  video saya yang sempat bersitegang dengan kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Maksi Nenabu.  Persoalannya, hal seperti ini sering terjadi. Kan masyarakat sudah resah, kita telepon karena mungkin beliau sibuk, nomor baru dan lain sebagainya alasannya,  sudah dikalrifikasi dalam sidang waktu itu, tapi saya pikir sebagai anggota DPRD tentu kita harus mendukung apa permintaan masyarakat sepanjang itu tidak menyusahkan siapa-siapa. Dan pekerjaan Bendungan Manikin itukan menggunakan ruas Jalan Noelbaki-Tilong sebagai  akses jalan satu-satunya untuk manusia maupun kendaraan proyek pengangkut material. Kendaraan roda 10 dan alat berat segala macam sampai jalan itu rusak.” Ungkap Maria awali wawancara kami.

“Jadi saya sudah minta dengan tegas ke pemerintah provinsi NTT agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk berkoordinasi, karena ini proyek Nasional Kementerian PUPR yang menggunakan Anggaran APBN. Supaya jalan ini diperbaiki, saya prihatin sekali, dan  sebagai anggota DPRD saya cukup keras dengan pemerintah. Harus secepatnya dikerjakan.” Tandasnya lagi.

“Menurut pemprov.NTT waktu itu mereka sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai NTT II. Jadi jalan itu untuk sementara yang kita harapkan adalah hotmix. Tapi oleh Balai Sungai belum bisa.” Ujarnya lagi.

Dalam pandangan umum Fraksi Partai PERINDO terhadap LKPJ ABPD 2020 pemprpv.NTT, ungkap Maria, dirinya sudah minta agar dianggarkan di saving anggaran untuk ruas jalan Noelbaki Tilong tersebut agar dapat dikerjakan, bila perlu hotmix. Namun,  setelah diseutujui oleh pemprov.NTT, ternyata dilihat dalam peta penataan ruas jalan itu adalah jalan non-status. Karena tidak ada status jalannya sehingga oleh pemerintah provinsi NTT ditunda dulu karena memang tidak ada status jalan.

“Kita memaklumi itu. Tapi disisi lain kita minta pemerintah untuk menetapkan status jalan ini karena melihat ada proyek bendungan Manikin yang merupakan proyek strategis nasional di sana. Maka berkoordinasilah pemerintah provinsi NTT dengan Balai Besar dan ditetapkanlah  jalan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat atau jalan negara. Karena penetapan status jalan ini menjadi jalan negara maka jalan ini harus dibiayai oleh pemerintah pusat, itu penjelasan pemerintah.” Jelas Maria.

“Setelah koordinasi pemerintah provinsi NTT dengan Balai Sungai maka pengerjaan jalan ini akan dibiayai oleh pemerintah pusat karena menggunakan anggaran pemerintah pusat, maka akan dikerjakan setelah proyek Bendungan Manikin selesai dikerjakan. Kita memahami hal itu, tapi juga harus memperhatikan kerusakan jalan sementara proyek bendungan itu berlangsung. Jangan masyarakat jadi korban, saya tidak mau. Kalau masyarakat jadi korban hanya karena bangun, belum menikmati air masyarakat sudah duluan meninggal,  bagaimana sudah sikap pemerintah?  Tidak boleh sebenarnya, saya tidak mau hal ini terjadi. Makanya saya berulang-ulang memyuarakan ini. Nanti dalam setiap persidangan akan saya angkat ini sampai dengan respon pemerintah ada dan aktionya bisa berjalan. Sebagai anggota DPRD saya punya tanggungjawab untuk masyarakat saya apalagi sudah ada aksi, kita benar-benar butuh perhatian pemerintah, bukan hanya datang survei terus pulang diam, tapi harus ada aksinya seperti apa supaya ini bisa menenangkan masyarakat dan mereka bisa nyaman.” Tandasnya menegaskan sikapnya sebagai wakil rakyat.

“Apalagi akses jalan ini merupakan akses jalan masyarakat dengan tingkat aktifitas cukup tinggi. Ada anak-anak ke sekolah dan lain sebagainya, itu jalan utama bagi masyarakat yang tinggal diatas. Oleh karena itu kami pemerintah segera mengambil langkah-langkah secepatnya untuk lakukan penambalan jalan barangkali, kemudian jika itu hanya sebatas urukan tanah putih, harus siram setiap pagi sebelum kendaraan melewati ruas jalan itu sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman.” Ujarnya menganjurkan.

“Kita juga prihatin, jangan hanya Covid-19 saja yang menjadi perhatian, tapi ini juga penyebab kematian. Debu di ruang jalan ini bisa jadi penyebab kematian bagi warga desa Noelbaki. Itu yang saya tidak bisa terima baik sebagai anggota DPRD karena bisa ancam kesehatan dan sebabkan kematian buat masyarakat setempat”  sesalnya.

“Jadi harapan saya sebagai anggota DPRD adalah koordinasi pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Balai Sungai. Perusahaan yang menangani pekerjaan itu kita tidak perlu tahu, tapi yang terpenting adalah jalan itu harus aman, kalau digunakan untuk kepentingan proyek harus aman.” Harapnya.

“Saya akan sampaikan kepada pemerintah provinsi dalam setiap sidang secara keras. Karena jika hari ini masyarakat menutup jalan, itu bukan hal baru. Beberapa waktu lalu mereka juga sudah pernah lakukan aksi serupa. Mereka ini sebetulnya bukan menutup jalan untuk hambat pekerjaan proyek Manikin, tapi mereka juga menuntut hak mereka juga sebagai maayarakat harus aman. Jadi jangan mereka utamakan proyek saja. Jadi saya pikir kalau memang masyarakat bertindak demikian itu karena mereka butuh perhatian pemerintah. Sebagai anggota DPRD, wakil rakyat saya akan sampaikan terus menerus dan keras kepada pemerintah provinsi bagaimana sikap pemerintah terhadap kondisi ini. Tidak bisa dibiarkan.” Tutupnya berjanji. || JBR

  • Bagikan