Dekranasda NTT Launching e-Commerce Dekranasdantt, majukan UMKM dan Produk Lokal NTT

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| Dekranasda NTT lakukan launching e-Commerce dekranasdantt pada Kamis, 17/6 di Ruang Rapat Dekranasda NTT.

Ide membuat e-commerce lewat platform marketing dekranasdantt untuk belanja online ini sudah lama ada pada Bunda Julie dan para pengurus  Dekranasda NTT. Dengan banyak ide dan saran dari berbagai pihak, dengan pengujian tingkat keamanan aplikasi sehingga terkoneksi dengan berbagai metode pembayaran dan pengiriman, maka hari ini kita undang semua bapa ibu wartawan untuk melaunching e-Commerce Dekranasdantt.

Bunda Julie merayakan Ultah ke 49 tahun bersama media dan Personil Dekranasda NTT

Kita semua tentunya sudah tidak asing dengan platform digital marketing seperti Shopee, Toko Pedia  Lazada, Buka Lapak dan lain-lain. Serta dalam keseharian mungkin sering melakukan pembayaran secara non tunai. E-commerce ini Dekranasda NTT merangkul dan memberi kesempatan kepada pelaku UMKM dan produk-produk lokal kita dikenal luas tidak hanya di NTT,  bahkan dapat merambah nasional dan internasional.

Beny staf Dekranasda di bidang inovasi, kreatif  dan desain humas dokumentasi dan publikasi menjelaskan,

“Di era teknolgi sekarang ini, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman. Dan kita tahu bahwa sudah era digital dengan hadirnya Labuan Bajo sebagai destinasi super premium saya bersama teman-teman dari Dekranasda ingin mewujudkan mimpi bunda Julie bahwa kita masyarakat NTT jangan sampai menjadi penonton di daerah kita sendiri. Itulah alasan kita terus berinovasi dan mengapa kita hadir hari ini dengan e-commerce yang sudah hadir disini yang bisa diunduh di Play Store dengan nama dekranasdantt. Tujuannya adalah supaya konsep yang dibawa Bunda Julie selama ini, bahwa semua UMKM yang selama ini kita bina bisa kita bantu dengan promosikan secara gratis.” Uajr Beny awali pemaparan.

“Konsepnya kami tidak seperti pada instansi dimana mereka hanya cemderung membina, ini hanya sedikit sharing yang kami dapat dari teman-teman online, bahwa banyak yang hanya membina, tapi saat sampai pada penjualan, itu sistemnya titik. Kalau kita di Dekranasda selalu beli putus atau cash. Jadi produk UMKM yang sudah diperbantukan oleh Dekranasda melalui Diperindag.,NTT dalam urusan ijin dan Balai POM untuk jaminan halal untuk produk makanan minuman dan ijin lain-lainnya. Itu semua produknya begitu sudah diperbantukan dan sudah baik, itu produk dibeli oleh Dekranasda dan Dekranasda yang menjualnya. Tidak ada lagi sistem titip, karena kita tahu di masa Pandemi ketika kita bicara kita dukung Gerakan Kita Bangga Buatan Indonesia, tapi kebanyakan kita masih dapati UMKM masih pakai sistem titip.  Coba cek saja di hotel atau swalayan produk titipan UMKM tidak laku, apalagi kalau snack expired dan dibuang, dampak ekonominya hilang.” Tansasnya.

Kadis Perindag.NTT dan personil Dekranasda NTT

“Untuk itu kita hadir disini bukan hanya dengan sistem beli putus, tapi kita mau dengan satu gebrakan bahwa kita dengan membeli putus, tapi kita mau memberikan satu gebrakan bahwa kita di NTT juga bisa melalui e-commerce yang kita buat sendiri itu.” Ungkapnya.

“Kenapa kita nggak mejeng atau numpang di Toko Pedia, Shopee, Buka Lapak, karena kita punya konsep berbeda. Kita tahu bahwa e-commerce sudah besar dan kita bisa bersaing dengan mereka. Tapi tentunya dengan adanya e-commerce dekranasdantt, kita memberikan jaminan originalitas produk kita, tentu kita bisa pastikan misalnya tenun Ikat NTT bukan tenun printing, tenun Jepara. Ada juga produk-produk lain, itu ada hal dengan tingkat kepuasan tersendiri. Karenanya  kita memberikan garansi bahwa produk yang sudah dijual oleh Dekranasda sudah dipastikan asli. Karena banyak yang dulu kita coba buka di Shopee kadang ada yang tanya ini kok nggak asli, ternyata setelah dicek bukan kita yang jual.” Ujarnya Beny menjamin.

“Kalau kita di Dekranasda aplikasinya nanti kita punya 23 toko. Dimana satu toko adalah Dekranasda Provinsi NTT dan 22 toko yang lainnya adalah toko  kabupaten kota.” Lanjutnya menjelaskan.

“Harapannya semua UMKM akan kita bina terus akan naik kelas sehingga bisa punya pangsa pasar sendiri dan kita tidak bersaing dengan e-commerce yang lain. Karena kita menjual produk lokal, karena kita bangga dengan produk kita. Ini yang lagi kita perjuangkan terus.” Ujarnya.

“Jadi pada hari ini dengan adanya aplikasi ini kita sangat berharap bahwa UMKM punya wadah promosi secara gratis. Kita yang memfoto, kita yang upload, semua produk mereka dan kita juga bantu mereka. Sehingga di masa pandemi UMKM tidak putus asa tapi tetap semangat. Komitmen kami adalah bisa terus promosikan produk lokal lewat aplikasi ini dan kita bisa terus bersama-sama. Arrinya kita tidak hanya sebatas memberikan pendampingan kepada UMKM tapi kita juga membeli produk mereka. Karena saya sering mendapati ada produk-produk yang sejak awal kita gencar mau ada di hotel dan sebagainya, sementara kita sendiri belum pernah mencicipi produk lokal. Kenapa kita kerja sama dengan link aja karena kita dibawah pemerintahan dan BUMN.  Dan link aja punya BUMN dan setiap promosi kita dengan link aja. Karena yang punya link aja adalah BUMN sehingga saat kita promosi, kita bisa promosi tegak lurus kita bisa sampai ke pusat ke Kementerian.  Itu tujuannya.” Ulasnya.

“Dan kenapa kita buka e-commerce sendiri karena melalui Bank Mandiri sebagai Bank BUMN dimana kita akan buka rekening kita, disitu kita akan berkolaborasi lagi dengan bank NTT setelah mereka siap dalam berinovasi sehingga rekening akhirnya ke BUMD. Tujuannya adalah kita ke depan bisa majukan perekonomian NTT melalui UMKM.” jelas Beny.

“Untuk ekspedisi kita gandeng semua ekspedisi TIKI, JNE, Kantor Pos, Lion Parcel dan Si Cepat. Karena kita sudah ditekankan oleh pemerintah agar jangan ada monopoli. Jadi kita ajak semua beegandengan tangan, tidak ada yang sikut-sikutan, kita bahu membahu sama-sama membangun NTT sehingga NTT Bangkit NTT Sejahtera bisa kita wujudkan bukan sekedar template. Tapi benar-benar bisa kita wujudkan.” Tutupnya berharap.

Sementara Ketua Dekranasda NTT Bunda Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutan sekaligus melaunching e-commerce dekranasdantt menyatakan apresiasi atas dukungan wartawan NTT yang selalu dukung Dekranasda NTT.

“Hari ini saya utamakan wartawan untuk mendukung publikasi aplikasi e-commerce dekranasdantt. Saya sudah jadi ketau Dekranasda selama 3 tahun. Dan di 2019, kami Dekranasda NTT sudah lahirkan tokoh Dekranasda  kabupaten kota. San 2020 saya juga melahirkan Ba carita Kafe di Labuan Bajo dimana semua kopi NTT asa disitu, dan 2021 Dekranasda punya One Stop Shooping dimana seluruh produk lokal NTT ada disini untuk dibeli oleh konsumen. Sesang di Ba Carita Kafe semua produk kopi NTT dijual disana.” Ujar Bunda Julie awali sambutan.

“Walaupun sekarang pandemi melanda setahun sudah, kami Dekranasda NTT tidak duduk diam menanti kapan pandemi akan berlalu tapi kami terus berinovasi dan turut bekerja untuk, sesuai dengan arahan presiden Jokowi untuk bagaimana bukan hanya menyelamatkan nyawa dengan menaati prokes tapi juga menyelamatkan ekonomi, yakni lewat pelaku UMKM yang harus kita bantu untuk dibina dan dikembangkan walaupun pandemi Covid-19. Dan kalau menurut saya secara pribadi dan kita di Dekranasda melihat secara umum,  malah bersyukur dengan adanya pandemi Covid-19, bukan karena kita mendukung pandemi covid, tetapi kita amini bahwa Tuhan ijinkan pamdemi terjadi untuk NTT,  ada hikmahnya yakni bahwa kita dapat membenahi diri didalam Dekranasda. Sebagai contoh saya orang yang tidak teelalu puas, dan ingin penjualan naik-naik, saya juga tidak puas jika dalam toko saya belum semua produk lokal dijual. Saya tahu di NTT ada 3.026 desa, dan diseluruh desa tersebut, saya tahu Tuhan sudah kasih potensi-potensi dan sdm-sdm yang memungiinkan pengembangan potensi daerah masing-masing. Di toko Dekranasda ini,   saya belum puas kalau saya belum mendapat seluruh potensi produk lokal NTT terjual. Kalau kopi saya sudah dapat dari 12 kabupaten kota dari seluruh NTT. Tapi kalau madu, kelor, gula semut, dan lainnya belum. Walaupun tenun yang ada saat ini di Dekranasda sudah dari 22 kabupaten saja saya belum puas,  karena masih sekitar  870 motif yang belum ada di Dekranasda NTT.” Ungkap pecinta Tenun Ikat NTT yang hari ini 17 Juni genap berusia 49 Taju ini lugas.

Bunda Julie melanjutkan bahwa Dekranasda NTT sejak  tahun 2020 hingga 2021 saat Pandemi Covid melanda, lebih banyak mencari pelaku UMKM diseluruh kabupaten,  termasuk di desa-desa yang melakukan berbagai produksi barang produksi asli NTT.

Isteri Orang Nomor Satu NTT ini mencontohkan seperti pelaku produksi tenun (Penenun), atau para pelaku dan penghasil madu khas NTT dan lainnya,

“Kita sampai ke Sumba mencari pelaku UMKM kelor dan gula semut. Kami terus menggali, itulah yang saya bilang hikmah pandemi, saya bisa lebih konsentrasi menggali kebawah potensi UMKM dan atau yang sudah menjadi UMKM yang kita bisa bantu dukung dari hulu ke hilir. Selama Pandemi kami sudah menggali. Setiap Sabtu kami lakukan webinar untuk mencari pelaku potensi  di NTT. Dan hasil yang kami temukan yakni dari beberapa UMKM yang menjadi pelaku di NTT mereka memiliki potensi yang sangat tinggi. Mereka punya keahlian di bidangnya, tapi kendala umum yang kami temukan bahwa ada banyak dari mereka kekurangan modal, untuk usaha naikkan standar produksi mereka. Ada yang kekurangan pengetahuan, tapi mau jadi pelaku produk tertentu dengan belajar. Jadi banyak pelaku UMKM ingin kembangkan produk berbahan lokal tertentu menjadi produk lokal tertentu, tapi mereka kekurangan ilmu bagaimana mengelola produksinya. Jadi di Dekranasda kami sebagai hulunya mencari potensi yang ingin menjadi pelaku UMKM. Sebelum ke hilir kami ingin memfasilitasi mereka. Misalnya ada madu, yang kita tahu tidak bisa dikemas sembarangan karena pada suhu tinggi akan meledak, jadi kami mencari pelaku yang mampu kelola dengan kemasan yang menjadikannya produk aman, seperti madu Semau. Dan kami sudah siapkan anggarannya sejak 2020/2021. Dari hasil penggalian tersebut, kami temukan bahwa potensi di NTT banyak sekali, seperti mente dll. Maka yang perlu kita lakukan adalah mereka pelaku potensi kita bekali dengan anggaran dan ilmu mengelolanya menjadi produk lokal berkualitas. Kami temukan ada pelaku UMKM yang mengelola kelor, jambu mente dll. Dengan upaya ini kami ingin muncul banyak produk asli NTT berkualitas NTT menjadi produk asli NTT unruk dijadikan produk kuliner pariwisata NTT. Dan ini sejalan dengan program pemprov.NTT yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover perekonomian masyarakat NTT. Kalau pemprov bidang pariwisata, maka Dekranasda kembangkan bisa UMKM atau ekonomi lewat potensi lokal NTT. Saya ingin pelaku UMKM difasilitasi dengan anggaran,alat dan ilmu untuk kontinyu menghasilkan produk yang dapat dipakai di seluruh resto, hotel.” Kata Bunda Julie mengungkapkan.

“Nanti saya akan bisik ke pak gubernur  buat Perda agar Resto, Hotel dan Caffe wajib gunakan produk lokal NTT bagi tamu. Dan dengan bantuan Diperindag kami ingin menjadi jembatan untuk produk lokal menjadi produk pengganti non plastik yang ramah lingkungan. Seperti wadah belanja. Dan kami ingin produk lokal NTT dikelola menjadi lebih berkualitas dan valuenya naik dan semua investor yang masuk ke NTT wajib pakai produk NTT. Saya ingin fasilitasi mereka dengan ilmu untuk tingkatkan  kualitasnya, sehingga produknya sesuai keinginan pasar. Di Dekranasda anggaran kami, kami stok barang-barang  dengan cash and carry dengan harga dan kualitas pasar dan pembayaran ke Bank NTT.  Dekranasda menjualnya lagi ke pasar yang lebih luas dan ekonomi di desa-desa terus bergerak jika kami bi putus. Maaf pak kadis perindag biasanya pemerintah hanya fasilitasi di hulu saja, tapi di hilir tidak. Jadi itu yang dolakukan selama saya jabat. Walau Dekranasds tidak ada kewajiban menyetor PAD,  tapi kami sudah setor PAD sejak 2019 ke negara dari keuntungan penjualan hasil produk NTT yang kami jual di Toko Dekranasda NTT. Maka dengan itu,  Dekranasda  pada 2019 saja kamo dimodalin, tapi 2020 sampai sekarang kami tidak dapat lagi. Ini mimpi kami sejak 2019 dan saya dibantu luar biasa dengan luar biasa oleh pemuda-pemudi yang sangat berinovatif. Dan saya hari ini berulang tahun ke 49, dengan dibantu oleh tim Dekranasda melaunching e-commerce. Dan untuk meraih pangsa pasar kita harus punya e-commerce. E-commerce akan kita launching kita minta kakak-kakak wartawan membantu mempromosikan bahwa dengan e-commerce  orang tidak perlu lagi bertransaksi dengan kontak fisik, atau menggunakan uang tunai apalagi kita harus terapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid  tapi dengan e-commerce. Kita akan soft launching e-commerce dekranasdantt hari ini, untuk mempromosikan semua hasil produk berbahan lokal asli NTT. Kita sudah diajak banyak e-commerce lain untuk pakai mereka tapi saya lebih mau pakai anak muda NTT untuk membuat e-commerce. Dengan e-commerce dekranasdantt ini harga juga terjangkau dan banyak diskon. Hari ini ada soft launching, dan akan ada grand launching.” Ujar Bunda Julie sambil melaunching e-commerce dekranasdantt. 

Kadis Perindag NTT dalam sambutannya menyatakan NTT tidak layak disebut wilayah miskin di Indonesia karena terbukti apa-apa yang jadi karya intelektual NTT, menjadi atensi dan apresiasi dari negara luar.

Ia juga memuji dan mengapresiasi Bunda Julie atas kiprahnya sebagai perempuan NTT, mengangkat Tenun Ikat NTT sampai ke kancah nasional bahkan internasional.

“Bahkan sekarang khusus untuk tenun ikat NTT, sudah hampir bisa dipastikan bahwa Bapak Presiden di event bersejarah Indonesia memakai kostum dengan bahan tenun ikat NTT (TTS san Sabu Raijua). Kita pantas bangga, saya sebagai kepala Dinas Perindag merasa sanhat bangga karena Pelaku UKM NTT sangat terbantu dengan apa yang dilakukan oleh seorang wanita tangguh ini. Hari ini saya betul berbangga bahwa dalam sejarah nasional san internasional beliau mengakui bahwa di selatan Indonesia ada sebuah provinsi yang sangat-sangat unik dan eksotik, produk-produknya sangat dapat disejajaekan dengan produk dari manapun yang kebetulan proses untuk menjualnya ini sudah dengan cara online. Sehingga tidak seperti jaman dulu barter atau transaksi ada pertemuan antara pembeli dan penjual. Tapi dalam kondisi Covid ini transaksi terjadi dengan menggunakan e-commerce yang kebetulan aplikasi ini dibuat oleh pemuda-pemudi NTT yang berada dalam lingkungan Dekranasda NTT dan Dinas Perindag NTT. Untuk itu kepada Tri dan teman-teman sekalian yang sudah saya sudah kenal Tri tapi Bunda yang tangkap. Kalau saya tangkap tidak swhebat ini. Semoga dengan e-commerce ini menjadi jembatan kitaenuju NTT Bangkit dan NTT Sejahtera.” Ujar Kadis Perindag NTT mengapresiasi.

Bagi pelaku UMKM di daerah yang masih tidak ada jaringan, kami tidak pakai e-commerce tapi dengan nota pesanan dan jika sudah dijawab baru masuk ke Dekranasda. Pembayaran tkdak cash atau tunai tapi transfer lewat Bank NTT. || jbr

 

 

 

  • Bagikan