BI NTT dan BRI Cabang Kupang Launching Portal QRIS NTT Maju dan Web Pasar BRI

KUPANG, TOP News NTT■■ BI Perwakilan Provinsi NTT melaunching Portal QRIS NTT Maju dan BRI Cabang Kupang melaunching Web Pasar BRI di parkiran Pasar Oebobo (Kamis, 24/09) bertempat di halaman parkiran Pasar Oebobo.

Hadir Wakil Walikota Hermanus Man, Kepala BI Perwakilan NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BRI Cabang Kupang Stefanus Djurto, Kepala Bank  Mandiri Kupang Hermawan

Foto bersama, Kristiana Jagi (Dirut Keuangan PD Pasar), pinca Bank Mandiri Kupang Hermawan,  Pinca BRI Kupang Stefanus Djuarto, wawali Kupang dr.Hermanus Man, Kepala BI NTT I Nyoman Ariawan Ajmadja, dan Dirut Pemasaran PD Pasar Maxi Nomlene,SH,MH

Kepala BRI Cabang Kupang Stefanus Djuarto dalam sambutannya mengatakan bahwa BRI terdorong oleh kepala BI NTT untuk memperkenalkan alat transaksi non-Tunai (QRIS) di pasar sehingga pedagang tidak menerima uang cash dalam bertransaksi sehingga mengurangi penularan virus corona dan mengurangi peredaran uang.
“BRI juga membuat Web Pasar dan hari ini Web Pasar Oebobo, dan nanti akan dibuka dipasar lainnya di kota Kupang. Ada 17 web pasar yang akan dibuka.” Jelas Stefanus bersemangat.

Tujuannya, lanjut Stefanus,  agar masyarakat  bisa belanja melalui web tanpa datang ke pasar.
“Dari rumah ketika ia mengakses web maka akan muncul semua nama pedagang dengan jenis barang yang dijual. Pengantar barang (kurir) rekrutan BRI akan bekerja sama dengan PD Pasar untuk membawa barang pesanan dari pedagang kepada pembeli. Nanti kurirnya sudah disiapkan oleh BRI dengan seragam khusus yang akan menghubungkan pedagang dan penjual.” Ungkap Djuarto lagi.

“Dengan niat dan semangat yang sama maka pembayaran  akan berubah menjadi non-tunai dan perekonomian akan makin berjalan,  karena orang tidak perlu datang ke pasar.” Ujarnya mantap.

“Kami minta dukungan BI NTT untuk sistem transaksi QRIS. Kami sudah uji coba dan semua bisa, kita akan coba bertransaksi lewat web pasar. Kami semua  berharap dengan adanya QRIS dan web pasar, maka seluruh transaksi jual beli dan perekonomian akan berjalan lancar.” Imbuhnya berharap.

Sedangkan I Nyoman Ariawan Atmadja, pica BRI Cabang Kupang, menjelaskan dalam sambutannya bahwa tidak saja kemudahan didalam bertransaksi,  QRIS ini lebh efisien dalam bertransaksi.
“Setiap tahun BI  cetak uang sekitae 3 trilyun. Uang lecek akan dimusnahkan. Maka pembayaran non tunai seperti QRIS  dll akan sangat menghemat anggaran dan baham baku kertas.” Tandas Nyoman.

Dengan transaski pembayaran non tunai, lanjutnya Nyoman, juga  akan berguna karena menggampangkan pembayaran pajak.
“Ada 532 merchandise atau pedaggan, dan  jika  mereka semua punya Rekening bank untuk bertransaksi, maka retribusi bisa dibayar secara elektronik kepada pemerinrah  sehingga bisa tingkatkan PAD bagi pemerintah.  Dan dalam masa pandemi bisa datangkan pendapatan.” Ujarnya.

Pencapaian QRIS adalah munculnya pengguna baru sebanyak 27.300, namun jika dibandingkan dengan provinsi lain, maka  NTT masih dibawah, tandas Nyoman.
“BI NTT sudah lakukan koordinasi dengan semua lembaga perbankkan dan pjst dan targetkan 30 ribu pengguna.  Yang terbanyak adalah  BRI, bank NTT dn bank Mandiri. Dan ini bukan tantangan yang mudah bagi perbankkan. Apalagi kami siapakan channel. Uang tuani sebagai media efektif untuk penularan virus,  sehingga dengan QRIS  maka penularan bisa di tekan.” Jelas Nyoman.

“Kita akan sasar juga pedagang  kuliner dan restoran di NTT untuk gunakan pembayaran non-tunai dan gunakan web pasar. Termasuk di kota Kupang ada sekitar 7000 UKM yang gunakan QRIS. Jumlah UKM  ada 430 ribu. Debitur UKM sebanyak  170 ribu. Dan masih jauh dari  angka yang diharapkan.” Ungkapnya.

“Maka mari kita gunakan transaksi non-tunai(QRIS)  dan juga web pasar sehingga bisa transaski dari rumah dan lebih higyenis. Dengan adanya transaksi online, maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian NTT sehingga akan tercatat di PSRB. Walau kita kota Kupang penyumbang 32 persen terhadap PDRB NTT, namun akan menambah PDRB NTT. ” jelas Nyoman lagi.

“Kami akan dorong 17 pasar sebaiknya menggunakan transaksi non-tunai, kami akan masuk juga ke pedagang kuliner,  restoran dan pusat oleh-oleh.  Mudah-mudahan wakil walikota bisa dorong penggunaan transaski non-tunai. Di NTB sudah 47 ribu,  kita masih 27 ribu. Dan ini membuat kami ada target 3.6 juta untuk kejar bagaimana implementasi QRIS  di NTT.” Tutup Nyoman.

dr.Hermanus Man, wakil walikota Kupang dalam sambutannya menekankan bahwa pada dasarnya pemkot akan mendukung meningkatkan angka pengguna yang 27 ribu tersebut,  tapi dengan berkolaborasi. Agar masyarakat sadar e-money sangat penting.

“Usul saya  tapi mari kita sosialisasikan dengan bahasa Kupang dan memperbanyak merchandise. Jika dengan bahasa Kupang akan lebih  cepaf diserap oleh orang Kupang. Kedua progdam ini sekalian unruk mewujudkan program Kupang Bagaya dan mari kita buat e-transaksi menjadi wabah.” Ajak wawali.

Wawali juga berjanji bahwa pemkot ke depan akan mendukung semua yang bersifat digital yang akan membuat easy dan simple way.
“Pelayanan harus berbasis FCB yaitu  faster (cepat), cheaper (murah) dan better (terbaik).  Pemkot dan perbankkan punya tujuan yang sama yaitu menaikkan PDRB yang berimbas kepada meningkatnya income perkapita  dan otomatis IPM akan meningkat.” Janji wawali diakhir sambutannya.

Wawali Kupang ditemani pimpinan cabang BRI dan Bank.Mandiri serta kepala BI NTT kunjungan kedalam lapak pedagang

Acara launching Portal QRIS NTT Maju dan Web pasar mengangkat tage line :#cara baru belanja di Pasar lebih mudah pakai BRI “,  “Cari pasar terdekat mu di pasar.id, mudah, cepat dan aman!” dan“QRIS Clear Code Standar Pembayaran Nasional, BRIZ, WebPasar dan Agen BRI Link akan terhubung ke 17 pasar”, diakhiri dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda resmi dibukanya web pasar dan portal QRIS NTT Maju ini, oleh Wawali Kupang dr.Hermanus Man, I Nyoman Ariawan Atmadja Kepala BI NTT, Stefanus Djuarto, Kepala Bank Mandiri, Dirut Pemasaran PD Pasar Maxi Nomlene, SH, MH dan Dirut Keuangan Kristina Jagi, serta kunjungan ke dalam lapak pedagang oleh wakil walikota Kupang ditemani Kepala BI NTT, Pinca BRI Kupang dan kepala Bank Mandiri sekalian wawali mencoba mengakses web pasar dengan screaning barcodenya untuk transaksi.■■juli br

(penulis dan editor : juli br/Top News NTT)
Foto : Humas BI NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *