Yosef Nino : ” Budi Daya Hortikultura, Lahan Bisnis Menggiurkan Bila Dikelola Dengan Serius Dan Profesional”

Kefa, Topnewsntt.com., Ditemui media ini pada 23 November 2018 di kediamannya di Kefa Yosef Ninu, seorang guru komite dan operator sekolah dana BOS pada SD Inpres Tuplopo 1 selama 21 tahun mengabdi sebagai guru. Namun mau menjadi petani hortikultura kol bunga dan cabe.

Berkisah pertama awalnya bertemu pendamping David dan melihat ada tetangga yang menanam ketimun dan dibina oleh Roda Tani dan Panah Merah (David dan Lius). Sehingga ia juga tertarik menjadi petani, namun sebelum berkenalan dengan David, Yosef mencoba dengan mencari informasi dari internet yaitu menanam Pitsay dan Pare. Namun berbekal informasi pertanian dari internet saja ternyata tidak membawa keberhasilan bahkan gagal total. Dan karena sering kali David dan Lius berkunjung ke tetangganya Rocky yang merupakan petani binaan mereka, Yosef mencoba berkonsultasi dengan David. Dan dianjurkan oleh David menanam kol bunga dan cabe. Jadi tanaman tumpang sari. Saat awal menanam dengan modal 700 ribu lebih dengan 1.500 anakan kol bunga dan cabe namun karena kondisi lahan dalam kompleks perumahan sehingga dimakan sama ayam. Namun hasilnya lumayan padahal lahan ini adalah areal halaman milik tetangga seluas 2 are yang dipinjam untuk menanam.

Yosef mengisahkan bahwa dirinya belum miliki lahan sendiri namun ia sudah melihat hasil yang diperoleh dari lahan ini dengan pendampingan yang benar dari Roda Tani dan Panah Merah ini saja sudah bisa hasilkan Rp.7.500.000. Apalagi dengan lahan yang luas dan jenis tanaman yang makin bervariatif. Yosef bahkan berencana menambah jumlah tanaman dengan media tanam polybag dengan memanfaatkan lahannya sendiri dan lahan pinjaman milik tetangga.

Yosef dengan sederhana membuat hitungan bahwa dalam jangka waktu 2 sampai 3 bulan belum tentu seorang PNS bisa peroleh Rp.7.500.000 dari gajinya. Tapi dirinya sudah buktikan bahwa dalam kurun waktu singkat yaitu 2,5 bulan sampai 3 bulan ia bisa hasilkan Rp.7.500 000 rupiah dengan modal Rp.800.000 ribu rupiah dilahan 2 are dan dengan hanya dua jenis tanaman hortikultura. Dan kegiatan ini dilakukannya dengan santai dan sangat menikmati karena di sela-sela waktu luang setelah laksanakan tugas pokok mengajar.

Dari pengalaman pertanian dengan pendampingan yang dialaminya, Yosef punya ungkapkan nilai yang diperolehnya. Bahwa dengan pendampingan pola budi daya tanaman hortikultura yang telaten, teliti dan tepat, maka akan hasilkan panen yang melimpah dan berkualitas dan itu akan pengaruhi nilai jual. Yosef apresiasi pola pendampingan Panah Merah, Roda Tani dan Nufarm yang diakuinya sebagai pola modern dan teknologi tepat guna. Karena pola pendampingan ini lengkap mulai dari awal persiapan lahan, penyemaian bibit, penanaman, pemberian pupuk, cara atasi hama, penyakit dan gulma pada tanaman dan lahan. Serta sistem panen dan pemasaran semua di dampingi dengan telaten dan teliti. Dari semua sistem pendampingan ini Yosef simpulkan bahwa budi daya hortikultura dengan pola seperti yang diberikan oleh Panah Merah, Roda Tani dan Nufarm sangat lengkap. Bahwa tanaman harus diasuh asah dan asih seperti layaknya manusia. Agar memberi hasilnya banyak dan berkualitas. Jika dirawat dengan baik dan telaten dalam hal pemberian pupuk, pestisida dalam takaran yang tepat dosis dan waktu yang tepat,  mengenal penyakit dan hama tanaman, dan cara penanganannya, maka tanaman akan memberi hasil maksimal.

“Tanaman juga butuh perawatan yang selektif dan penuh perhatian. Tidak bisa dibiarkan saja setelah tumbuh. Perawatan yang telaten dalam hal waktu dan takaran yang tepat pemberian pupuk dan pestisida maka akan beri hasil yang baik pula. Saya sudah membuktikan hasil sebelum dan setelah lakukan pertanian sebelum dan setelah peroleh¬† pendampingan pertanian. Hasilnya yang banyak dan berkualitas adalah efek perawatan dengan pola yang benar itu.” Tandas Yosef mengapresiasi.

Saat ini Yosef sedang persiapkan lahan untuk penanaman berikut. Panen perdana bunga kol sudah selesai dan cabe sedang dipanen. Yosef berkomitmen akan terus menekuni bidang pertanian hortikultura ini lebih serius. Bahkan berencana selain lewat media tanam polybeck, akan menyewa lahan lain

Yosef berharap dengan langkah yang sudah ditapakinya dan beberapa petani lain di Kefa dan tempat lain, maka akan makin banyak petani yang mau melirik bidang pertanian hortikultura dengan pendampingan seperti ini dari Roda Tani, Panah Merah dan Nufarm. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat lewat bidang ini.
“Dengan apa yang dicapai petani dampingan Roda Tani dan Panah Merah, dan saya sendiri, sudah buktikan bahwa pertanian bisa jadi lahan menjanjikan. Petani bisa lebih sejahtera jika dijalani dengan profesional. Dengan telaten dan serius. Bidang pertanian adalah bidang yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Tanpa ada petani maka semua orang akan mati. Karena hanya makanan yang dihasilkan petani dapat memberi hidup bagi semua mahkuk hidup. Tanpa ada bidang pertanian dan petani yang mengelolanya, kehidupan manusia bisa bubar..” tandasnya dengan serius.

Bagi pemerintah sendiri menurut Yosef sudah cukup memberi perhatian lewat berbagai program pemberdayaan bagi petani, sekarang tinggal bagaimana petani menyambut program ini dengan serius.

Kepada Roda Tani, Panah Merah dan Nufarm, Yosef anjurkan agar meneruskan proram pendampingan ini. Karena sangat bermanfaat dan beri solusi bagi peningkatan ekonomi petani dari yang berpenghasilan biasa saja menjadi meningkat. Tanggal bagaimana masyarakat menangkap peluang ini. Tanah yang ada jangan dibiarkan tidur. Tapi diusahakan. Dikelola dengan serius dan peroleh hasilnya.
“Saya yakin sekali dan sudah buktikan bahwa bidang pertanian bisa merubah kehidupan petani menjadi lebih baik. Tinggal niat, keseriusan dan kerajinan. Saya sudah buktikan dilahan yang sempit milik orang saja bisa hasilkan apalagi dilahan yang luas dan modal besar.” Tandas Yosef diakhir wawancara kami. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *