Wakil Walikota Kupang : “Uang Pembinaan Bagi Eks Penghuni KD Bukan Dari APBD Kota Kupang, Tapi Dari Kemensos RI”

Kota, Topnewsntt.com., Pasca penutupan KD, para eks penghuni KD terus menagih janji pemkot Kupang dalam hal pemberian uang pembinaan dan pemulangan Rp.5.500.000 per orang.  Hal ini dinyatakan oleh berbagai media dalam pemberitaan mereka baik cetak maupun online berdasarkan hasil wawancara dengan eks penghuninya pasca pemasangan plang per 1 Januari 2019 pagi.

Media ini mencoba meminta kepastian pelaksanaan pembayaran uang pembinaan tersebut kepada Pemkot Kupang. Dan berhasil menemui wakil walikota Kupang dr.Hermanus Man usai mengikuti acara  pelantikan penjabat sementara sekda Kota Kupang di Aula Utama Lantai 1 Kantor Walikota Kupang pada Selasa, 8/1/2019.

Kepada insan media Wakil Walikota Kupang dua periode ini menyatakan bahwa pemberian uang pembinaan dan pemulangan Rp.5.500.000 per orang akan tetap dilaksanakan, namun dana itu bukan bersumber dari APBD Kota Kupang tapi dari Kementerian Sosial RI. Dan saat ini pemerintah Kota Kupang sedang menunggu juga kabar dari Kementerian Sosial kapan akan dilakukan pembayaran kepada eks penghuni KD.

“Jadi uang pembinaan berjumlah lima juta lima ratus per orang tetap akan dibayarkan kepada eks penghuni KD, tapi perlu diketahui bahwa uang itu bukan berasal dari APBD Kota Kupang tapi dari Kementerian Sosial RI. Kami sebagai pemkot sedang menunggu kapan realisasi dana itu.” Jelasnya.

Tentang kelanjutan usaha pemilik lokasi KD, wakil walikota mempersilahkan mengajukan ijin usaha indekost. Karena yang ditutup, menurut wakil walikota adalah praktek porstitusinya bukan usaha indekost. Jadi beliau mempersilahkan pemilik ajukan permohonan ijin usaha indekost tapi dengan perjanjian tidak akan ada lagi usaha porstitusi.
“Bagi pemilik lokasi KD silahkan saja meneruskan usaha indekostnya kami akan berikan ijin, tapi tentu dengan perjanjian tidak akan ada lagi praktek portitusi disana. Kami tidak melarang usaha indekost. Tapi usaha posrtitusinya yang kami larang.” Tandasnya tertawa lebar.

Secara berseloroh wakil walikota menyatakan bahwa dirinya tahu jika di sana masih terjadi praktek porstitusi. Namun ia berharap bahwa dengan ketegasan pemkot dan pemberian uang pembinaan dan pemulangan, bisa menolong  mereka untuk tidak lagi berpraktek disana.

Terkait pertanyaan publik tentang penutupan tempat porstitusi terselubung lainnya di kota Kupang, wakil walikota nyatakan akan dilakukan juga penutuoan susulan. Hanya karena ini praktek terselubung, maka menurutnya perlu diadakan penyelidikan dalam tim terpadu antara pemkot dalam hal ini dinas sosial dan dinas terkait, BIN, Sat Pol PP Kota Kupang dan Polresta Kupang. Tapi razia dan pengintaian itu tentu rahasia agar penutupan tepat sasaran.
“Tempat-tempat porstitusi lain yang terindikasi ada praktek ini akan kami tetibkan dan tutup juga, baik penginapan, pitrad, hotel. Jika terindikasi maka kami akan tegas tutup. Dan untuk hal ini perlu dilakukan penyelidikan dengan tim terpadu dari pemkot (dinas sosial dan dinas terkait), Satpol PP Kota, BIN dan Polresta Kupang. Dan jika terbukti maka akan kami tutup.” Tandas wakil walikota menjelaskan. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *