Wagub NTT Yosep A.Nae Soi Angkat 7 Issue Dalam Pembangunan Keluarga Berencana Sejahtera

NTT, Topnewsntt.com., Wakil Gubernur NTT Yosep A.Nae Soi hadir dan memberi sambutan  serta  membuka Seminar Advokasi Kemitraan Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan  Pembangunan Keluarga Dan Bedah Masalah Kependudukan yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan Thema “Pembangunan Kependudukan sebagai Hulu Pembangunan Semua Sektor Dalam Percepatan Pencapaian Bonus Demografi Menuju Kelanggengan NTT Bangkit Dan Sejahtera” dan sub thema : “HUT NTT ke 60 Momentum Refleksi Hubungan Korelasi Pembangunan Dan Kesejahteraan Masyarakat NTT.” Kegiatan seminar ini berlangsung pada Sabtu, 15/12/2018 di Ball Room Aston Hotel Kupang.

Kegiatan Seminar yang digelar dalam rangka peringatan hari AIDS Sedunia, HUT NTT dan hari Ibu tahun  2018 Provinsi NTT ini menghadirkan  Pemateri dari  BKKBN Pusat, Uskup.Larantuka dan  Sinode GMI dan  Rektor Undana Fred Benu, Bupati dan walikota dari 22 kabupaten kota.

Dalam sambutannya, Wagub Nae Soi menyatakan bahwa jika berbicara tentang BKKBN maka  tidak bisa  dilepaskan  dari bicara tentang  natalitas  ( kelahiran) dan moralitas. Dan ada dua unsur yang harus dibahas yaitu dari dimensi kodrati dan realistis yang artinya laju pertumbuhan dan pertambahan pendudukan  harus diukur dengan laju pembangunan dan  pertambahan jumlah manusia. Jumlah penduduk dunia saat ini  sudah mencapai 7 milyar lebih, sehingga  laju kelahiran manusia  harus dikendalikan.

Nae Soi juga mengangkat tujuh ( 7)  isue pokok yaitu pertama adalah  terkait  kemiskinan dan ketidaksetaraan. Dengan latar belakang kondisi NTT yang berada pada  rangking 3 termiskin di dunia. Issue kedua adalah Perempuan dan Remaja Puteri yang  harus dijamin harus berada dalam kondisi sehat. Issue ketiga adalah  adalah ledakan pertambahan  orang muda banyak dan harus dipersiapkan lapangan kerja. Tingkat pengangguran tinggi, dan penyebaran HIV AIDS sangat tinggi di kalangan orang muda. Dan saat ini sudah jadi masalah serius. Issue keempat adalah kesehatan dan hak reproduksi karena masalah data yang buat mereka tidak sampai pada info KB. Isue kelima adalah terkait Kelestarian Lingkungan  dan usia harapan hidup yang  makin pendek. Ledakan jumlah penduduk  perkotaan sudah  sebabkan meledaknya  jumlah penduduk. Issue keenam adalah Penduduk Lansia dengan jumlah lansia yang makin bertambah yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan lansia dan jaminan hari tua. Dan issue ketujuh Peningkatan Perkotaan dengan daerah perkotaan sebagai daerah pertumbuhan ekonomi hingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang tinggi di Kota dan angka kemiskian cukup tinggi, lingkungan yang tidak sehat dan berbagai problem lainnya.

Dari data BPS tunjukkan perkembangan penduduk yang cukup laju dan tinggi di NTT saat sekarang sudah 5,2 juta orang dibanding tahun 2010 4,68 juta, 2015 menjadi 5,2 juta dan akan sebabkan tidak ada keseimbanban amtara laju pertbuhan manusia dan kemampuan dunia menampungnya. Pertumbuhan penduduk yang terus terjadi perlu dikendalikan dari aspek kualitas dan kuantitas melalui program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Sebelum 2019 harus bentuk Kampung KB sesuai program Presiden Jokowi sejak 2017. Kampung KB  hanyalah sebuah nama yang harus dibangun dalam sebuah konsep yang sehat.

Sesuai visi pemprov “Kita bangkit kita sejahtera.” Atau quantum live atau bangkit dan berlari mengejar sejahtera.

Dalam rangka HUT NTT ke 60 tahun 2018 maka kita harus bangkitkan masyarakat NTT agar keluar dari stiqma kemiskinan dan menuju sejahtera.
Ledakan pendudukan NTT memang tinggi tapi tanpa kualitas yang baik. Karenanya Wagub Nae Soi ajak semua unsur untuk  bangun keluarga dan NTT dengan menerapkan  Tidak Terlalu : terlalu muda nikah, terlalu tua melahirkan  dan terlalu sering melahirkan.

Akan ada penandatanganan Mou antara perwakilan BKKBN Provinsi NTT  dengan  Sinode gmit NTT dalam hal pengendalian penduduk. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *