Wagub Nae Soi Puji Kades Mata Air Lantaran Bayar Warga Selamatkan Penyu

KUPANG,TOP News NTT ■■Kepala Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Benyamin Kanuk punya resep tersendiri untuk memotivasi warganya dalam menjaga sumber daya alam termasuk satwa laut di pesisir pantai Sulamanda.

Kades yang pernah terpilih menjadi kepala desa pengembang BumDes terbaik tingkat provinsi NTT ini bersama BPD telah mengalokasikan anggaran untuk warga yang berhasil menjaga dan melindungi penyu yang bertelur di sepanjang pesisir pantai Sulamnda. Dana sebesar Rp 500.000 akan diberikan kepada setiap warga yang berhasil melindungi penyu yang bertelur dan menjaga telur penyu hingga menetas dan kembali melepaskan anakan penyu ke laut setelah menetas.

“Jika ada warga yang berhasil menjaga penyu yang bertelur dan menuntun kembali induknya ke laut serta menjaga telur penyu sampai menetas lalu mengantar anak penyu itu kembali ke laut maka datang ke kantor Desa, tandatangan kwitansi dan ambil dana Rp 500.000, dan itu harus ditunjukan dalam bentuk video,” sebut kades Benyamin Kanuk usai bersama Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi dan komunitas KCC serta sejumlah komunitas sepeda lainnya di Kota Kupang melepas 13 anak penyu di Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (4/10/2020).

Dijelaskan Kades Benyamin, semua penyu yang turun hendak bertelur di sepanjang pantai Sulamanda akan dikawal oleh masyarakat. “Setiap kali masyarakat lihat ada penyu yang hendak bertelur, masyaraat jaga dan setelah bertelur induknya dipulangkan ke laut dan setelah itu 55 hari kemudian menetas, dia jaga lagi anaknya sampai besar dan hari ini bertepatan Pak Wagub ke sini maka kami minta beliau dan teman-teman pencinta olahraga sepeda yang melepaskan ke laut,” sebut Kades Benyamin Kanuk.

Atas langkah cerdas yang dilakukan itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Desa Mata Air dan warganya yang telah menjaga dan melindungi habitat penyu di wilayah Sulamanda.

“Tidak ada niatan dan agenda untuk melepas 13 ekor anakan penyuh, tetapi kebetulan ada masyarakat di sini yang saya sangat aparesiasi karena sudah sangat peduli dengan lingkungan. Ketika lihat induknya penyuh mau bertelur mereka jaga dan setelah bertelur sebanyak 108 butir, mereka kembalikan induknya ke laut, lalu setelah menetas, mereka jaga dan hari ini dengar saya gowes ke sini mereka minta saya yang lepaskan anakan penyuh ke laut, ini luar biasa,” ujar Wagub Nae Soi. ■■ juli br

(Dilansir dari SelatanIndonesia,com, penulis + foto2 : Laurens Leba Tukan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *