Wabup.Belu Buka Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kawasan Kopi di Lamaknen Selatan

  • Bagikan

LAMAKNEN SELATAN, TOPNewsNTT|| Untuk tingkat kualitas pelayanan pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa, wakil bupati Belu Drs.Aloysius Haleserens,MM didampingi anggota DPRD Belu Aqualinia Illi, Kadis.PMD Januar Nona Alo,S.IP  dan Camat Lamaknen Selatan, Wendelinus Meak Mali,SE membuka kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kawasan Kopi di kecamatan Lamaknen Selatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Lamaknen Selatan, (Jumat, 16/7).

Awali kegiatan, wakil bupati Belu gelar dialog serta mengecek kesiapan setiap desa guna pengembangan kawasan kopi baik terkait kesiapan lahan, jumlah tanaman kopi, hasil produksi setiap tahun juga terkait pengembangan Bumdes di masing-masing desa.

Ia juga menginstruksikan kepada setiap kepala desa agar segera melaporkan data pengembangan kopi secara terperinci. Sedangkan bagi pengelola Bumdes ia meminta laporan keadaan keuangan selama Bumdes beroperasi.

“Besok laporannya sudah disampaikan kepada Kadis PMD melalui wa atau lainnya untuk ditindaklanjuti dan dilaporkan. Data sangat penting karena sebagai dasar pijakan untuk merumuskan program-program kedepan sehingga realisasinyapun terukur. Saya minta BPD bersama kades menyusun rencana kerja dengan melihat skala prioritas untuk menjawab kebutuhan serta mendukung visi dan misi pemerintah. Saya tidak mau dengar BPD dan Kades bertemgkar karena komunikasi.yang kurang baik. Tolong dilihat skala prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa. Renacanakan itu secara baik.” Pintanya tegas.

Wabup.Haleserens juga memotivasi para pengelola Bumdes agar menanamkan jiwa wira usaha dalam pengembangan Bumdes sehingga bisa dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di desa.

Terkait penanganan Covid 19 di tingkat desa, wabup kembali menegaskan agar Posko Covid 19 Desa, beroperasi secara maksimal dengan selalu memberi laporan terkait aktifitas Posko.

“Sampai saat ini sudah 202 orang terinfeksi Covid 19, dan saat ini ada varian baru yang ganas. Pastikan seluruh Posko beroperasi. Jika ada orang luar yang masuk segera dilaporkan agar dilakukan tes.” Tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan di air mengalir, menggunalan hand sanitizer, jaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi monilitas.

Wabup kembali ingatkan para kades untuk segera selesaikan pendataan penduduk yang belum punya KTP dan KK guna mendukung Program Kesehatan Gratis.

“Bekerja dan berdoa layani masyarakat dengan tulus dan ikhlas.” Ujar Wabup.

Kadis PMD Januar Nona Alo melaporlan tujuan pembangunan kawasan pedesaan, yakni untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana,  program dan kegiatan para pihak pada kawasan yang ditetapkan.

“Kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2020 yaitu fasilitasi pembangunan kawasan pedesaan melalui sosialisasi potensi sda spesifik yang dimiliki kecamatan Lamaknen Selatan yaitu komoditi kopi dan peluang pengembangan komoditi kopi dalam upaya peningkatan ekonomi khususnya masyarakat petani kopi. Melalui kegiatan ini juga sekaligus disosialisasikan pada peserta kegiatan bahwa hasil penelitian Kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dari Jember menunjukkan bahwa dari hasil uji cita rasa kopi dari desa Henes yaitu 86,6. Sementara hasil citarasa kopi dari desa Lakmaras 84 dan memiliki rasa khusus pedas (spicy), kacangan-kacangan dan caramelli.” Papar Kadis PMD.

Kadis PMD juga mengungkapkan bahwa pada akhir tahun 2018, bahwa Desa Lakmaras juga memperoleh bantuan peralatan pasca panen kopi dari Direktorat SDA dan TTG atau Kemendes.TDT dan Transmigrasi. Peralatan tersebut diserahkan ke Bumdes untuk pemanfaatan dan pengolahan komditi kopi yang ada di desa Lakmaras dan desa sekitarnya.

“Bumdes Lakmaras telah merintis usaha pengelolaan kopi yang pasarnya masih skala lokal karena kualitas kopi yang dihasilkan cukup bagus. Maka pasar kopi Lakmaras sampai merambah ke kota Kupang.” Ujarnya.

Ia juga sampaikan untuk dukung upaya pengembangan usaha kopi di desa Lakmaras 2020, Dinas PMD telah mencoba untuk peroleh bantuan lanjutan dari Kemendes khusus untuk membantu desa-desa penghasil kopi selain desa Lakmaras, agar mendapat bantuan peralatan pasca panen kopi sampai me jadi kopi biji atau kopi beras.

Peralatan yang diajukan yaitu alat pengucap kulit chery atau pulper, alat pengupas kulit tanduk atau huller dan grader atau alat pemisah ukuran biji kopi.

“Karena adanya pandemi Covid 19, maka proposal yang diajukan belum disetujui untuk di realisasikan pada 2020. Proposal baru disetujui pada 2021 akan tetapi karena dana terbatas maka hanya diberikan untuk satu desa saja yaitu desa Henes. Untuk diketahui pada akhir Juli 2021 (18 Juli) nanti dari Inspektorat Kemendes PDT dan Transmigrasi telah melakukan kunjungan ke desa Henes untuk memastikan bahwa Desa Henes benar-benar memiliki potensi tanaman kopi.” Jelasnya.

Hadir juga kabag prtokol dan kom.pimp.Christoforus Loe Mau,SE, Kabag.Umum Yustinus Loko Bau,SE  Sekcam.Lamaknen Selatan , para kades sekecamatan Lamaknen Selatan, BPD, Pengelola Bumdes, serta ketua dan anggota PKK Kec.Lamaknen Selatan.|| juli br

 

  • Bagikan