Wabup.Belu Buka Diklat Keterampilan Kerja Berbasis Unit Kompetensi :”Siapkan Tenaga Kerja Berkarya”

  • Bagikan

ATAMBUA, TOPNewsNTT|| Hadapi tantangan pandemi dengan mempersiapkan tenaga kerja yang siap berkarya, pemkab Belu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Belu menggelar pelatihan keterampilan berbasis kompetensi berupa pelatihan menjahit, perbengkelan dan Pangkas Rambut (Barber Shop) bagi 100 peserta dari 5 lecamatan di kabupaten Belu.

Peserta pelatihan

Kegiatan yang  berlangsung di kantor camat Atambua Barat, (Senin, 6/9) dibuka oleh Wakil Bupati Belu Drs Aloysius Halserens,MM, yang didampingi oleh Kadis Nakertrans Laurentius Kiik Nahak, SE,M.Si, Camat Atambua Barat Petrus A.T Manek, SIp dan Camat Atambua Selatan Silvia C. Do Amaral,S.STP.

Kepada peserta wabup mengharaplan semoga setelah mengikuti pelatihan ini ada peningkatan keterampilan dan siap dikaryakan di dunia kerja.

“Pemerintah akan bantu dengan alat kerja sehingga peserta dapat membuka usaha mandiri usai pelatihan. Bisa datangkan penghasilan dari usaha mandiri. Ketika usaha berjalan baik, maka akan datangkan pendapatan dan penghasilan serta menimbulkan gejolak pemberdayaan dan kemampuan daya beli. Ketika daya beli meningkat, kepuasan meningkat, maka kesejahteraan juga meningkat. ” Ujar Wabup.

Wabup juga berharap agar kegiatan pelatihan keterampilan seperti ini kedepannya akan lebih meningkat bagi 12 kecamatan, 69 desa dan 12 kelurahan.

“Ikutilah pelatihan ini secara benar dan serius, gunakanlah peralatan yang ada secara baik dan manfaatkanlah, siapkan tempat atau ruang kerja.” Sarannya.

Ia juga berpesan agar peserta disiplin dan taati prokes, ikut vaksin, terapkan 5M, jaga jarak, dan hindari perkumpulan agar putuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara Kadis Nakertrans menjelaskan bahwa peserta merupakan tenaga kerja yamg dipecat atau usahanya ditutup akibat PPkM, yang direkrut lewat kecamatan.

“Ketika pandemi ada beberapa usaha kecil terdampak dan masih tutup hingga sekarang.” Jelas Kadis.

Jenis pelatihan yang dipilih ini juga sudah melalui evaluasi karena keterampilan ini tidak akan menimbulkan ongkos yang besar dan dapat menopang ekonomi keluarga.

“Lama pelatihan untuk menjahit 1 bulan, perbengkelan dan barber shop masing-masing 14 hari. Mereka yang sudah mengikuti pelatiham dasar ini nanti ketika pandemi selesai, Pemda punya kerja sama dengan 5 Balai Besar di luar NTT. Untuk intermediiasinya, kita akan dorong hingga sampai ke luar NTT. Kerja sama Pemda Belu antara lain dengan Provinsi Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah, Bekasi, Tanggerang dan Medan.” Tandas Kadis.

Tujuan pelatihan adalah memberdayakan tenaga kerja produktif yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran), di PHK atau tidak memiliki keahlian yang terdampak langsung Covid 19.

Diharapkan nantinya mereka akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, menyiapkan tenaga kerja untuk bersaing di pasar kerja.

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin, sikap dan etos kerja dan keterampilan dan keahlian tertentu, juga membantu masyarakat meningkatkan penghasilan di masa pandemi Covid-19.|| juli br

 

 

 

  • Bagikan