Usai dilantik 1 bulan, ini terobosan Managemen Baru PD Pasar untuk tingkatkan kualitas layanan 9 pasar

KUPANG, TOP News NTT■■ Managemen baru PD Pasar yang baru dilantik sebulan yang terdiri dari Kardinad Leonard Kale Lena, SH Direktur Utama PD (mantan anggota DPRD Provinsi NTT fraksi Partai Demokrat), Direktur Pemasaran Maxi Nomlene,SH,MH dan Direktur Keuangan Krestiana Jagi memiliki terobosan lewat program revitalisasi 9 pasar di Kota Kupang yang jadi kewenangan mereka.

Revitalisasi itu adalah dibidang infrastruktur dan sistem penataan dan pengelolaan pasar atau tata kelola lokasi yang terdiri dari  managemen pedagang dan managemen sampah.

Media ini mewawancarai secara khusus diruang kerja Direktur  Pemasaran PD Pasar Ditemani Maxi Nomlene dan Kristiana Jagi pada Kamis, 24/09.

“Direksi baru tentu ada semangat baru. Ada pasar yang dikelola PD Pasar yaitu  3 pasar besar ( Kasih Naikoten 2, Oeba dan Pasar Oebobo) dan 6 pasar kecil lainnya, Untuk langkah pertama managemen baru memulai dengan penataan  pasar dan revitalisasi di Pasar Besar Kasih Naikoten 2 dan pasar Oebobo dan Oeba. Jado kalau kawan-kawan jalan ke pasar kasih Naikoten besar sudah ditata sehingga jalan masuk sudah luas dan los-los sudah ditata sehingga bangunan bertingkat sudah bersih dan ditata dijadikan tempat parkir. Kita sudah tata menjadi beraih dan luas jalan masuknya sehingga pembeli datang belanja bisa lebih nyaman. Bahkan sekarang, mobil sudah bisa masuk. Dan untuk pasar Kasih Naikoten 2 akan dibangun  los baru,  dananya 3,6 miliar  yang akan terlaksana per 1 Oktober 2020 ini.” Jelas Maxi.

Sedangkan managemen sampah di ketiga  pasar besar ada petugas keberaihan yang keliling setiap hari  ke dalam pasar dengan plastik untuk mengangkut sampah dan dibawa ke truk sampah dan dibawa ke TPS. Ada dua mobil sampah yang stand by setiap hari, menurut Maxi.

Revitalisasi pasar sudah di usulkan ke pemkot dalam bentuk proposal yaitu renovasi gedung ataupun bangun bangunan baru dilihat dari aspek kebutuhan. Untuk proses revitalisasi semua pasar sementara dirancang usulannya dalam bentuk Proposal, dan itu akan disampaikan langsung ke bapak Wali Kota Kupang sesuai arahan bapak Wali.
Semua ini dilakukan dalam rangka menyukseskan program bapak Wali Kota Kupang.
“Dan khusus pasar Oebobo karena  dari aspek lahan masih memungkinkan dan penataan tidak susah karena terpisah dari pemukiman. Dan langkah pertama adalah pemagaran keliling. Di sini agak sepi karena ada gangguan keamanan. Dan akan bangun bangunan dua lantai untuk jualan dan parkiran.” Jelas Maxi.

Kembali ia menjelaskan bahwa penataan, pengelolaan dari aspek infrastruktur dan pendapatan retribusi akan dilakukan sesuai anggaran yang tersedia. Namun yang pasti akan dilakukan secara bertahap.

Sedangkan Direktur keuangan Krestiana Jagi kepada media menjelaskan bahwa managemen mereka yang baru berusia sebulan ini akan melakukan yang terbaik, yang dapat dilakukan sesuai kondisi. Apalagi kondisi pandemi sejak Maret 2020 pendapatan retribusi menurun 50 persen dari dua bulan diawal tahun, namun masuk Juni hingga sekarang September mulai membaik walau belum seratus persen. Karena pemberlakuakn new normal kemarin kondisi kembali membaik, pembeli mulai kembali ramai walau belum seramai sebelum pandemi.
“Kami sedang memulai dengan penataan lapak pedagang dan pedagang, lalu sampah, dan seperti di katakan pak Maxi tadi akan dilakukan revitalisasi infrastruktur, dan tata kelola parkiran yang rapi.” Ujarnya.

Terkait retribusi, menurut Direktur Keuangan yang juga dosen pada UPG 1945 ini, bahwa mereka tidak pernah menargetkan berapa, lantaran kondisi sehingga diupayakan yang terbaik.
“Dengan launching Portal QRIS NTT Maju dan Web Pasar, maka penataan transaksi jual beli akan lebih teratur, dan transparan sehingga seperti kata pak kepala BI bahwa laporan penerimaan PAD akan terpusat dan transparan.” Ujar Kristina.

“Kami berharap semua yang masih kurang pada penataan dan pengelolaan managemen pasar akan lebih ditata dan ditingkatkan lagi. Kami akan lakukan yang terbaik, yang bisa kami lakukan.” Tandas Maxi diakhir wawancara.■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *