Upaya KADIN NTT : Jalur Kupang-Lewoleba Bakal Dilayani Wings Air, Terbang Perdana 18 Juni

KUPANG, TOPNewsNTT||Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Properti dan Perumahan Rakyat, Boby Lianto, kepada media ini menjelaskan bahwa pada 18 Juni Wings Air bakal lakukan penerbangan perdana pesawat ATR 72 500-600  dengan Rute Penerbangan Kupang-Lewoleba pp.

Hal ini berkat upaya KADIN NTT lewat Ketumnya Abraham Paul Lianto yang juga merupakan Senator atau DPD RI asal NTT dengan Pemda Lembata dan beberapa maskapai penerbangan yang disambut oleh Wings Air.

“Semuanya bermula dari kejadian pada 26 Mei 2021, saat rombongan KADIN NTT mencharter pesawat Cassa Chesna menuju Alor dan Lembata untul lakukan pelantikan KADIN Alor dan Lembata selama satu hari. Pada kesampatan tersebut di Lewoleba, yang merupakan  ibukota Kabupaten Lembata yang sangat sulit diakses.” Ungkap Boby lewat pesan wa.

“Maka pada sambutan bupati Lembata Yance Sanur, ia mengatakan bahwa kendala Lembata yaitu tidak adanya akses penerbanagan yang masuk ke Lewoleba. Bupati Yanve Sanur mengatakan bahwa  mereka (masyarakat Lembata)  selama ini sangat kesulitan akses transportasi ke wikayah Lembata dan ke Lewoleba. Karena mereka harus lewat Larantuka dengan gunakan kapal fery dan kapal motor untuk bisa sampai menyeberang ke Lewoleba. Dan ini sangat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat ke Lewoleba.” Sambung Boby.

“Karena itu pak bupati minta ketum KADIN NTT untuk Abraham Paul Lianto untuk bantu melobby penerbangan dari Kupang atau dari Aitlines untuk masuk layani kabupaten Lembata. KADIN NTT menghubungi beberpa airlines untuk dapat membuka penerbangan ke Lewoleba.” Kata Boby.

“Dan puji Tuhan atas konfirm dari GM Airlines Wings Air mereka akan segera buka penerbangan ke Lewoleba yang sebelumnya tertahan akibat adanya erupsi dari gunung yang mengganggu. Hasilnya pada 18 juni 2021 nanti, Wings Air akan dapat layani penerbangan Kupang- Lewoleba pp setiap hari. Ini kabar yang sangat bagus.” Ujar  Boby Lianto Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Proprety dan Perumahan Rakyat.

“Ini adalah suatu kabar baik bagi masyarakat dan pemerintah kabupaten Lembata dan NTT,  dan setiap masyarakat NTT yang akan pergi ke Lewoleba yang selama ini kesulitan. Abraham Paul Lianto Ketum KADIN NTT dan senator atau DPD RI asal NTT  beliau adalah Koordinator Satgas Percepatan Investasi untuk wilaya NTB,  Bali dan NTT. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat bagus untuk NTT membuka akses transportasi yang akan memperlancarkan pertumbuhan ekonomi NTT.” Ungkap Boby optimis.

GM Wings Air area  NTT Rinus T. Zebua, mengatakan lewat telepon seluler Rabu, 9/6 mengatakan :

“Kita untuk NTT Wings Air ada 5 pesawat. Dan dari 5 pesawat Kupang Lewoleba akan terlayani dari 5 pesawat tersebut dan untuk Kupang- Lewoleba akan terbang perdana 18 Juni nanti. Jadwalnya adalah  jam 10.40 dari Kupang sampai Lewoleba pukul 12.00 wita dan kembali Kupang jam 13.00 wita.” Jelas Rinus.

Rinus dalam.wawancara via telepon menyatakan bahwa

“Di pertengahan 2020 ada ecxisting fligth dan saat itu masih sulit bagi kita untuk masuk akibay erupsi kan.  Tapi akhirnya kami melihat memang Lembata-Lewoleba sangat membutuhkan akses transportasi penerbagan. Sangat dibutuhkan disana. Maka kami pelajari marketnya disana dan kita lakukan survei. Dan memang ada keteebatasan di bandaranya yang landasan pacunya hanya sampai 1.300 meter.” Ulasnya.

“Jadi kita saat ini pakai pesawat ATR  72 500 dan 700 dengan 58 sheet.  Dengan landasan tidak lebih dari 1.500 meter seperti di Lembata maka kita tidak bisa full performa dan hanya bisa 58 bangku atau penumpang saja akibat landasan pacu yang pendek kita hanya bisa operasikan pesawat debgan kapasitas seperti itu.” Ulas Rinus lagi.

“Untuk jalur Lembata sebenarnya sudah kita review marketnya dan hanya bisa dengan  junlah sheetnya 58 saja. Dan rencananya wakti itu, akan kita lakukan penerbangan perdana di 30 November 2020, tapi tertunda karena pada 29 November  erupsi gunung Lewotolok sehingga dari departemen penerbangan kita  memutuskan untuk menunda penerbangan sampai gunung Ile Lewotolok menurun erupsinya. Dan kami sudah menunggu serta mempelajari selama enam bulan bagaimana sebaran abunya gunung Lewotolok ini. Karena bahaya abunya. Kita pelajari trend arah semburannya kemana. Dan informasi itu akan masuk ke fligth plan untuk pilot kita yang akan terbang ke sana. Jadi misalnya dari mana arah masuknya pesawat agar terhindar dari semburan abu. Jalur masuknya pesawat tentu harus menghindari arah semburan abu.” Terang Rinus.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan pemda setempat tentang arah angin, agar fligth plan kita jangan lewat jalur angin dan semburan abu vulkaniknya. Resiko ini akan kita handle demi membantu akses transportasi masyarakat Lembata Lewoleba.” Jelas Rinus.

“Memang waktu saya turun ke sana untuk survei,  waduh memamg susah benar kondisi tranaportasi disana. Harus dengan kapal dan kalau misal kapal konek sama pesawatnya jadwalnya ya turun fery atau kapal motor bisa langsung lanjut Kupang, kalau tidak mesti nginap lagi di Larantuka. Nambah biayanya. Pokoknya miris betul. Akhirnya karena tranaportasi terhambat itu, ekonomi masyarakat jelas terhambat tumbuhnya. Bagi kami resikonya ada tapi wings air akan tetap membantu masyarakat Lembata.” Ungkap Rinus lagi.

Menurutnya, Wings Air selama ini memang sudah ada jadwal ke Lembata.

“Dari semua wilayah di NTT sisa Lembata kami belum masuk dengan pesawat ATR 72. Dengan dorongan KADIN NTT dan pemda Lembata kami review walau gunung masih erupsi tapi kami akan lakukan penerbangan perdana 18 Juni nanti.” Ujar Rinus.

Sementara bupati Lembata Yance Sanur saat dihubungi via telepon menyatakan bahwa rencana penerbangan perdana Pesawat ATR 72  Wings Air dengan rute Kupang-Lembata (pp) pada 18 Juni 2021 nanti sebenarmya adalah re-scedule dari rencana penerbangan perdana 30 November 2020 lalu.

“Karena rencana Wings Air sebelum penerbangan perdana pada  30 November 2020, tapi ternyata pada 29 November terjadi erupsi gunung Ile Lewotolok sehinggga tertunda. Dan selama 6 bulan ini pemda berkoordinasi dengan instansi terkait dan Wings Air selalu melakukan pantauan terhadap erupsi dan membuat re-scedule planing fligth, dan dengan dukungan KADIN NTT  maka ditetapkan 18 Juni ini.” Terang Bupati Yance.

Dan rencana penerbangan perdana ini, menurut Bupati Yance Sanur  adalah sebuah pencapaian yang akan memberi harapan bagi masyarakat Lembata karena membuka jalur penerbangan ke wilayahp ini.

“Dan ini pasti akan membuka akses pertumbuhan perekonomian ke Lembata Lewoleba yang selama ini sangat sulit dicapai. Dan semoga erupsi gunung Ile Lewotolok akan berakhir juga akhirnya.” Ujar Bupati Yance berharap.

“Walau Wings Air hanya bisa memulai dengan pesawat jenis ATR 72 dengan 58 sheet, namun pemda Lembata ke depan akan berkoordinasi dengan Kemenhub RI untuk bagaimana menambah panjang landasan pacu menjadi diatas 1 500. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat. Pemda Lembata sangat mendukung.” Ujar Bupati Yance Sanur akhiri wawancara (Rabu, 9/6). || juli br

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *