Tidak Mau Warga Belu Mati Sia-Sia Karena Abai Taat Prokes, Bupati Turun Jalan Sosialisasi

  • Bagikan

ATAMBUA, TOPNewsNTT||Lonjakan Positif Covid di Belu naik drastis dan mengkhawatirkan dalam 3 minggu terakhir ini. Hal ini membuat Bupati Belu dr.Agustinus Taolin yang seorang dokter dan wakil Drs.Alo Haleserena menaruh perhatian khusus disertai langkah cepat peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat akan bahaya Covid dan bagaimana penyebaran serta mengatasi dampaknya.

Langkah ini diawali dengan turun langsung ke jalan dan pasar sambil patroli dan sosialisasi serta himbauan ke masyarakat di jalan-jalan dan pasar (Jumat, 9/7).

Bupati dan wakil bupati bersama satgas mengajak masyarakat yang mereka temui untuk sama-sama memerangi Covid dengan taat dan disiplin menerapkan prokes dan menerapkan 5M dalam kehidupan sehari-hari untuk putus mata rantai penyebarannya di Belu.

“Tanpa keterlibatan dan peran serta masyarakat, usaha ini akan sia-sia. Ingat jangan sampai tunggu ada yang mati, satu nyawa sangat berharga. Jangan sampai orang Belu mati sia-sia karena kita abai terhadap prokes dan himbauan pemerintah dan lainnya.” Tandasnya.

Menurut Bupati Taolin, kesadaran masyarakat sangat penting.

“Masyarakat Belu harus sehat dan pintar jaga kesehatan dengan pemerintah ada ditengah masyarakat. Salah satunya ya dengan terjun langsung ke masyarakat seperti ini untuk sosialisasi dan kerja sama dengan masyarakat. Bersama mari kita lawan dan putus penyebaran Covid dari tengah masyarakat Belu.” Ungkap Bupati mengajak.

Bupati juga sadar masyarakat sudah jemu menunggu kapan pandemi ini akan berakhir, tapi tidak boleh lengah dan abai dengan situasi ini.

“Pemkab.Belu melalui Dinas Kesehatan, rumah sakit dan puskesmas akan terus lakukan tes rapid antigen bagi masyarakat Belu secara bertahap. Itu ketetapa WHO, Pemerintah Indonesia dan Gugus Tugas Nasional bahwa dengan lakukan tes masiv kita akan tahu berapa banyak masyarakat yang sudah terinfeksi Virus untuk dilakukan isolasi bagi yang terinfeksi sehingga tidak meyebar ke masyarakat lain.” Jelasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa saat ini angka positif Covid di Belu dibawah lima persen, sehingga tes rapid antigen yang harus dilakukan adalah 20.000 setiap minggu dari penduduk Belu yang 227.000 jiwa. Artinya setiap hari kita akan lakukan tes terhadap 300 orang sehingga dalam sebulan bisa mencapai 20.000 orang.

“Bagi warga yang sudah terinfeksi kita harus tahu dimana isolasi mandiri atau terpusat untuk dilakukan pengawasan dan perawatan. Bagi yang terinfeksi dengan atau tanpa gejala segera diantar ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan segera.” Himbaunya meminta.

Menurutnya 80% yang terinfeksi Covid sembuh, kurang dari 5% yang berat dan kurang dari 1-2% yang meninggal, oleh karenanya Bupati minta masyarakat jangan panik tapi tidak boleh abai.

“Gerakan patroli dan sosialisasi kali ini untuk menghimbau masyarakat secara persuasif di dala  kota, tapi nanti kita akan lakukan di tingkat desa dan kecamatan. Kita mohon bantuannya mengecek kesiapan Posko di setiap desa dan kelurahan, karena kita akan lakukan gerakan serentak yang sama dengan hari ini. Kita akan cek setiap orang yang masuk keluar ke desa dan kelurahan bahkan sampai tingkat rt. Selain itu perlu laporan segera setiap orang yang ada gejala. Di zona merah kita akan lebih ketat lagi, petugas kesehatan di puskesmas bersama babhinsa dan danramil akan lakukan hal yang sama yaitu tes dan traching.” Ujar Bupati lagi.

Patroli dan sosialisasi ini melibatkan unsur pemerintah, TNI dan POLRI. Rutenya adalah dimulai dari kantor Bupati Belu ke arah Wekatimun, ke Tulamalae, Tenubot, Tenukiik, Pasar Lama, Pasar Baru dan kembali ke Kantor Bupati Belu.|| juli br

sp bag.protadminkompimda.Belu

  • Bagikan