“THE STRENGTH OF MAIDEN”, Apresiasi Padu Padan Bagi Perempuan NTT

KUPANG, TOPNewsNTT||THE STRENGTH OF MAIDEN”  sebuah konsep fashion terbaru yang baru pernah ada dan patut diapresiasi oleh masyarakat, khususnya perempuan NTT.

Karena konsep desain busana wanita ini adalah sebuah apresiasi khusus ditujukan bagi perempuan NTT adalah rancangan terbaru Desainer spesialis Tenun Ikat NTT Erwin Yuan dengan brand “PADU PADAN” yang sangat famous dikalangan pecinta fashion tenun ikat NTT,  Indonesia, bahkan luar negeri.

Karena kecintaannya akan Tenun Ikat NTT, menginspirasi Erwin Yuan, pria lajang asal Pulau Jawa ini memberi apresiasi terhadap tenun ikat NTT dengan mengangkat karakter khusus perempuan NTT dalam rancangannya kali ini.

Harus diakui Padu Padan by Erwin Yuan sudah menjadi brand home made fashion spesial tenun ikat NTT yang selalu ditunggu desainnya terbarunya,  yang sudah pasti laris manis. Begitu juga dengan desain The Strength of Maidden kali ini yang mengandung pesan khusus.

Erwin Yuan Desainer, Model dan Jurnalis dalam salah satu rancangannya milenial kebanggannya : Jacket Tenun Ikat NTT

Kecintaannya akan tenun ikat NTT ini membawanya melahirkan begitu banyak karya desain busana  bagi pria dan wanita dari semua kalangan. Banyak sudah petinggi dari pusat hingga daerah yang  memakai rancangannya. Di NTT.

 

Erwin Yuan yang juga jurnalis ini sudah memulai debutnya sebagai perancang busana berkualitas sejak lama,  “The Strength Of Maiden” adalah rancangan spesial, aku Erwin.

Kepada media ini, di ruko yang dijadikan home base (bengkel kerja sekligus toko tempatnya memamerkan berbagai rancangannya (Jacket Boomber, Hoodie, Outher, Busana Muslim, Gaun dan rancangan terakhirnya busana wanita dengan label The Strength of Maiden), Erwin mengungkapkan alasan di balik spesialnyan desainnya kali ini,

“Dalam busana rancangan saya bertajuk The Strength of Maidden khusus busana  female ini, terkandung multi makna  yang ingin saya angkat yaitu ada gambaran pribadi perempuan NTT yang unik dan luar biasa, ada  fashionable art-nya, budaya dan pariwisata.” Jelasnya awali perbincangan santai kami.

Dari aspek karakter perempuan NTT yang tersirat dalam rancangan saya kali ini, ulas Erwin serius, “ada gambaran kekuatan wanita-wanita  tangguh Flobamorata yang berbalut busana etnik tenun ikat yang dirancang menggunakan  berbagai tenun ikat dari seluruh daerah di NTT yang dipadukan dengan nuansa kain karat ecoprint motif tanah, daun dan hewan endemik NTT. Keseluruhan busana rancangan saya kali ini didominasi warna coklat yang memberi pesan alam, pertumbuhan, kesuburan, bumi dan siklus kehidupan yang tersaji dengan konsep “ alami, organik dan etnik.” Ulasnya bersemangat dengan logat pencampuran Jawa dan Kupang.

Coklat, urai Erwin yang akrab disapa “mas Erwin” sama mitra kerjanya di Padu Padan ini adalah pada penonjolan warna-warna bumi yang memberi kesan menghibur dan memelihara.

“Seperti seorang ibu yang nantinya akan menjadi pendidik paling awal bagi keberlangsungan tiap generasi yang akan datang agar terus memelihara keselarasan dan harmoni alam sebagai anugerah sang Pencipta.” Ungkapnya menggambarkan.

Konsep ini, ujar Erwin merupakan 5 dari 10 rancangan yang sebenarnya dibuat untuk diikutkan dalam Event “Exotic Tenun Fest 2021” yang digelar oleh BI.

“Jadi saya diundang sebagai desainer untuk mempromosikan 10 rancangan busana dengan konsep milenial dan exotic. Jadi untuk exotic saya membuat 5 rancangan dimana saya syuting di Pantai Oetune sebagai tempat paling cocok untuk konsep rancangan saya dengan konsep warna alam dengan judul the strength of maiden atau kekuatan seorang perempuan yang menggambarkan karakter perempuan NTT yang sangat kuat.” Ulasnya serius.

Kelima rancangan yang dibuatkan dikenakan oleh 5 model TCP (Timor Creative People asuhannya), masing-masing mewakili 1 karakter perempuan NTT,

“Rancangan saya itu memberi inspirasi bahwa kelima model tersebut, setiap model dengan rancangan yang dipakai seolah mewakili 5 karakter dasar perempuan NTT : berhijab : Tangguh namun tetap Anggun, Eksotik dengan salah satu ciri khusus petempuan NTT yang menonjol misalnya kulit coklat mewakili keanggunan wanita NTT yang kuat. Cantik dengan kulit coklatnya yang justeru eksotik.  Model yang menggunakan baju hijab, menggambarkan keamggunan dibalik  kekuatan yang mampu melakukan segala sesuatu tetap sama dan setara dengan laki-laki.” Cetusnya.

“Dalam artian seorang perempuan bisa tetap anggun walau setara dalam beberapa aspek dengan laki-laki dalam melakukan segala sesuatu.” Jelasnya.

“Lalu kesan anggun seorang perempuan NTT yang menggunakan Tenun Ikat perpaduan antara Ecoprint, batik Karat atau peyeng  kerjasama sama teman saya, dimana saya membantu pembuatnya yang adalah ibu-ibu usia lanjut. Mereka adalah kelompok pembuat ecoprint di Lampung, yang ingin saya ajak  bekerja sama untuk mengangkat batik karat tersebut dipadukan sama tenun NTT.”

“Kelima rancangan terdiri dari Tenun Sabu Raijua, Alor, Boti (TTS), Maumere dan Sumba. Jadi saya membuat konsep benar-benar berpikir  bahwa bagaimana saya menunjukkan ke-eksotikan perempuan Timor. Dan syukurnya diapresiasi bukan hanya di NTT saja, tapi diluar juga diterima dimana banyak orang memberi motivasi  bahwa bukan hanya Tenun Ikatnya saja, tapi objek pariwisata NTT juga diwakilkan. Yaitu dari objek fotonya di pantai Oetune, orang tertarik dan bilang oh ada gurun pasir juga ya di NTT? Jadi bukan hanya dari konsep rancangan saya, tapi saya juga memasukkan unsur pariwisatanya.” Ungkapnya bangga.

Konsep kedua dengan lokasi di kantor gubernur NTT dengan rancangan utamanya untuk kelompok milenial yaitu Jacket Boomber, Sweater dan Outer.

“Tetap rancangan untuk kelompok milenial yaitu rancangan dari awal, saya buat konsep seperti itu kelompok milenial, anak muda sekarang untuk mencintai style Jacket, Jacket Boomber dan Hoodie, kaya gitu yang lebih mengarah ke anak muda.” Imbuhnya.

“Jadi 10 rancangan itu saya bikin, dan alhamdulilah diterima. Dan selesai acara itu esoknya alhamdulilah banyak customer yang membuat rancangan seperti contoh yang saya buat.” Katanya bangga.

Dari rancangan dengan konsep Strength of Maiden, cetusnya tegas,

“Banyak nilai dan pesan yang ingin dibagikan, yaitu memperkenalkan unik dan positifnya karakter perempuan NTT dan pariwisata serta budaya NTT kedunia luar. Ada ajakan mencintai dan edukasinya.” Imbuhnya.

“Saya ingin memberi pesan ke setiap orang lewat rancangan saya bahwa Tenun Ikat NTT bisa dipakai bukan hanya untuk kondisi formal tapi juga informal, disegala kesempatan dan semua kalangan usia, asal disesuaikan dengan style sendiri.” Ungkapnya

Ia mengajak semua orang melihat karakter unik perempuan NTT dari proses panjang  menenun sebuah kain tenun ikat NTT dibuat,

“Menghargai seorang perempuan NTT, karakter tangguh, ulet, tekun dan ssabar seorang perempuan NTT di mata saya adalah dengan melihat proses awal sampai jadinya sebuah kain tenun yang dibuat dengan tangan menggunakan alat tenun sederhana. Waktu yamg dibutuhkan membuat sebuah kain tenun ikat butuh waktu dari sebulan, tiga bulan, enam bulan, bahkan ada yang sampai setahun  baru jadi dan menjadi sebuah karya indah dan mahal nilainya  yang bukan hanya diterima di NTT, tapi bahkan sampai keluar NTT bahkan dunia. Karakter dasar penenun dilihat dari karya tenun Ikat NTT. Sebuah karya indah dan punya banyak nilai jika kita coba mendalami bagaimana managemen takdirnya sebagai isteri  ibu dan perempuan sdkaligus pengrajin tenun yang dilakukan setiap harinya namun menghasilkan karya indah dan sarat makna, itu ciri khas karakter NTT.” Ungkapnya begitu dalam.

Ia juga berharap  ada kebijakan agar ada sekolah tenun sehingga ada regenerasi sebagai penenun.

Erwin begitu menghargai perempuan dimana saja, karena berkiblat pada ibunya yang single dan independen women.

“Itu cara saya menghargai sosok perempuan, lewat karyanya. Apapun itu.” Ungkapnya.

Lewat karya busana multi makna dan pesan bagi perempuan NTT ini, Erwin menginginkan perempuan dihargai dengan melihat sisi kekuatannya.

“Saya ajak agar cara hargai tenun ikat NTT lewat menyelami dan menghargai proses dan perjuangan memanagemen semua kesibukannya sambil mengerjakan dan menghasilkan karya tenun ikat NTT. Nilai perempuan NTT terletak pada karakternya yang saya sebut diatas.” Komitnya.

Ia juga punya ambisi agar tenun ikat NTT diterima dimana saja dan dalam segala kalangan.

“Cintailah produk lokal NTT, yang memberi value atau nilai produk NTT kita sendiri orang NTT. Cara kita menerima, menghargai, dan mengenakannya akan naikkan value atau milai produk lokal NTT.” Ajaknya.|| juli br

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *