Terganggu Polusi Tanah Putih, Warga RT 35/ RW 14, Dendeng-Noelbaki, Blokir Jalan Menuju Proyek Bendungan Manikin

  • Bagikan

NOELBAKI, TOPNewsNTT|| Proyek pembangunan bendungan Manikin, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang sedang berlangsung. Tujuan pembangunan bendungan tentunya bertujuan memberikan solusi masalah irigasi bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Namun ternyata proyek tersebut membawa masalah baru bagi warga Dusun Dendeng, Desa Noelbaki akibat penutupan jalan berlubang oleh salah satu CV, yaitu munculnya polusi udara berupa debu tanah putih di sepanjang jalan masuk dari arah cabang Tilong menuju lokasi proyek.

Sepanjang jalan yang merupakan jalur perumahan penduduk tersebut, debu tanah putih tersebut berhamburan melanda apa saja ketika angin bertiup dan kendaraan lewat, bukan hanya pohon-pohon, tapi rumah, bahkan dalam rumah dan semua perabotan.

“Yang paling berat adalah dampak kesehatan yakni munculnya batuk-batuk pada warga yang menghuni sepanjang jalan Cabang Tilong sampai radius beberapa meter ke dalam perumahan.” Jelas Ferdinand Gaspersz, ketua RT 37/RW 14, dusun Dendeng, desa Noelbaki dalam rilis.

Kondisi ini menimbulkan reaksi protes warga sekitar yang diikuti dengan aksi penutupan jalan menuju lokasi proyek bendungan Manikin.

Aksi penutupan jalan berlangsung sejak Jumat, 18/6 hingga hari ini, sehingga kendaraan proyek tidak dapat masuk.

Sesuai rilis yang diterima media ini pada Sabtu, 19/6 dari  Ferdinand Gaspersz, ketua RT 37/RW 14, dusun Dendeng, desa Noelbaki dan tokoh masyarakat Add Hamburg, bahwa alasan penutup jalan oleh warga dikarenakan ada pengusaha yang menurunkan tanah putih di jalan sehingga saat kendaraan proyek melewati jalan debu tanah putih menutupi rumah warga, sehingga menimbulkan penyakit pernafasan terutama pada anak-anak.

“Memang sudah pernah ada pembicaraan bersama pihak pengusaha yang mengerjakan proyek , di mediasi oleh Kapolsek Kupang Tengah dan camat, dimana pihak pengusaha berjanji dalam seminggu jalan sudah di perbaiki. Tapi sampai saat ini tidak ada perbaikan, atau cor betonnya. Makanya masyarakat ambil alih bergoyang-royong menutup jalan dan melakukan perbaikan seadanya dari sumbangan-sumbangan masyarakat baik berupa tenaga maupun material dari masyarakat.” Tandas Tokoh Masyarakat Add Hamburg.

Warga RT 35/RW 14 dikoordinir oleh RT RW dan tokoh masyarakat lakukan perbaikan jalan

“Inisiatif memperbaiki jalan kami ambil, karena kami dengar jalan Tilong adalah jalan tak bertuan yang tidak di kelola oleh pemkab, maupun pemprov, sehingga kami masyarakat yang ada disekitar jalan Tilong mengambil alih. Harapan kami agar bapa bupati Kupang dan bapa gubernur NTT kalo bisa tolonglah melihat penderitaan anak-anak kami warga sekitar jalan Tilong yang menderita gangguan pernapasan akibat debu tanah putih ini dan juga kejelasan status jalan ini.” Sambung Ferdinand Gazpers.

“Tuntutan kami kepada pengusaha yang sedang melaksanakan proyek dengan menggunakan jalan Tilong, selama satu tahun ini kami diam dan menerima dampak ini, tetapi karena kami diacuhkan maka mohon maaf, jalan kami blokir.” Tandas Ferdinand tegas.||jbr

Sumber : Ketua RT 37/RW 14, dusun dendeng, desa Noelbaki dan Tokoh Masyarakat Desa Nolebaki. 

  • Bagikan