Talkshow Kampung KB Di RRI Kupang Bersama Wakil Wali Kota Kupang

KUPANG, TOP NEWS NTT■■ Radio Suara Kupang mengadakan Talk Show Kampung KB yang disiarkan secara live di saluran FM 96.00, Jumat (13/09).

Talkshow digelar di Radio Suara Kupang Jl. Soeharto, Naikoten I, Kota Kupang  sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat Kota Kupang serta menyikapi keberadaan Kampung Keluarga Berencana (KB).

Talkshow Kampung KB dihadiri Wakil Wali Kota Kupang dr.Hermanus Man, didampingi Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional Kota Kupang, Ir. Clementina R. N. Soengkono, dan Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional Kota Kupang Geterida Potokatu,S.Sos.

Wakil  Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) persoalan utama di Kota Kupang yakni masalah lingkungan, infrastruktur perkotaan, dan masalah pertambahan penduduk. Masalah lingkungan mencakup persoalan sampah dan air bersih. Masalah infrastruktur perkotaan termasuk jalan, taman, dan drainase. Masalah pertambahan penduduk dipengaruhi oleh persoalan urbanisasi dan pertambahan penduduk alamiah (angka kelahiran).

Pertambahan penduduk adalah persoalan yang memiliki progres kecil dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir seperti yang disebutkan oleh Presiden Republik Indonesia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat. Oleh karena itu, Pemerintah membuat program inovasi baru yang dicanangkan dengan nama Kampung KB dalam rangka pengendalian penduduk yang mengintegrasikan KB dan penambahan penduduk dan pembangunan keluarga yang berkaitan dengan mutu keluarga dan fungsi keluarga yang dioptimalkan sehingga menghasilkan keluarga yang bermutu dalam aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pengendalian jumlah anggota keluarga.

Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional Kota Kupang, Ir. Clementina R. N. Soengkono menjelaskan bahwa tujuan dari pembentukan Kampung KB yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat Kampung. Dari beberapa kelurahan diambil beberapa Rukun Tetangga (RT)  yang kemudian dibentuk menjadi 1 Kampung KB untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga didaerah tersebut. Sejauh ini berdasarkan data-data yang dihimpun yaitu terdapat beberapa Kampung KB yang sudah terbentuk di Kota Kupang sebanyak 7 (tujuh) Kampung KB yaitu di daerah Lasiana, Naimata, Manutapen, Oebufu, Naikoten 1, Pasir Panjang, dan Kelurahan Alak. Sudah dibentuk sejak tahun 2016 dan kegiatan sudah berjalan sampai dengan sekarang. Kriteria Kampung KB yaitu peserta KB yang aktif di kampung tersebut tergolong rendah, dan penggunaan kontrasepsi jangka panjang lebih rendah.

“Sasaran Kampung KB adalah masyarakat dalam hal ini keluarga karena keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat, didalam keluarga terdapat banyak program terhadap keluarga itu sendiri. Sasaran kampung KB lainnya yaitu remaja, anak-anak, dan pasangan usia subur, disamping itu juga terdapat kegiatan bina lansia yang ikut dibantu oleh pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan peningkatan kualitas hidup keluarga” tambah Ir. Clementina R. N. Soengkono.

Program kegiatan di Kampung KB dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 melibatkan beberapa sektor yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang, Dinas Pertanian Kota Kupang dan LSM Rumah Perempuan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam Kampung KB tentang kenakalan remaja dan narkoba dan pelatihan bagi ibu -ibu dalam Kampung KB agar dapat meningkatkan ekonomi.  Hal ini akan terus berlangsung sesuai kebutuhan yang ada dalam Kampung KB. Pemerintah berharap di kelurahan – kelurahan yang belum terbentuk Kampung KB dapat segera di bentuk dan berfokus pada pasangan usia subur terutama para remaja agar menjadi keluarga yang berkualitas dan mampu mempunyai anak – anak yang ber-SDM yang unggul dan berkualitas.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional Kota Kupang, Geterida Potokatu,S.Sos mengatakan bahwa indikator untuk menilai keberhasilan program KB yakni tidak hanya berhasilnya Program KB dan jumlah kelahiran tetapi juga suatu keluarga mampu mendorong perkembangan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan mampu bersaing di era pasar bebas. Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional Kota Kupang, SDM adalah kunci keberhasilan pembangunan di era pasar bebas. Dengan adanya Kampung KB dapat memberi pemahaman bagi masyarakat bagaimana cara meningkatkan SDM sehingga mampu bersaing di era pasar bebas. Metode yang digunakan dalam Kampung KB yakni dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Pengurus, Serta 8 (Delapan) seksi Yaitu seksi keagamaan, seksi sosial, seksi reproduksi, seksi Ekonomi, Seksi Perlindungan, Seksi Kasih Sayang, Seksi Sosial Budaya, dan Seksi pembinaan lingkungan. Pengurus dan anggota   merupakan kader – kader yang sudah ada sebelum terbentuknya Kampung KB. Pokja bertugas untuk melakukan sosialisasi ditingkat posyandu menggunakan metode penyuluhan dan pendekatan keagamaan di tempat keagamaan.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang  juga melakukan penyuluhan diseluruh Kampung KB, hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak 21 (dua puluh satu) kali di Kampung KB. Penyuluhan juga dilakukan melalui media elektronik dan media cetak. Kendala dalam pelaksanaan program di Kampung KB  yaitu masyarakat belum memahami tentang pentingnya KB namun dengan adanya sosialisasi yang terus dilakukan, masyarakat mulai memahami pentingnya KB.

Berdasarkan hasil evaluasi data sebelum dan sesudah adanya Kampung KB, ditemukan adanya peningkatan tentang pemahaman KB oleh masyarakat. Kampung KB Kelurahan Oebufu adalah Kampung KB yang berhasil karena 8 (delapan) fungsi Keluarga sangat menonjol. “Kampung KB belum optimal karena keberhasilan Kampung KB tidak semata-mata adalah   tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama dalam hal ini keterlibatan stakeholder seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Kader PKK, dan LSM  agar turut mendukung Program Kampung KB agar dapat terwujud sesuai harapan” himbau Geterida Potokatu,S.Sos.

Terkait proses yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang mengenai koordinasi Kampung KB terhadap masyarakat, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa dasar hukum yang digunakan adalah Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kupang tentang penunjukan organisasi yang ada dan seksi – seksi yang dibutuhkan tiap kelurahan Kampung KB.  Pemerintah Kota Kupang juga melakukan koordinasi lapangan dengan berbagai instansi yang berkepentingan terhadap pelaksanaan  Program Kampung KB dan juga penyediaan sumber daya seperti anggaran. Indikator keberhasilan yang digunakan yaitu nilai partisipasi aktif penggunaan KB dan total fertility rate (angka kesuburan) sehingga ideal, angka melahirkan seorang ibu berada pada angka 2 orang (dua orang) anak. Hal ini sesuai dengan target program pengendalian penduduk sehingga angka penambahan penduduk dapat dikendalikan dan seimbang dengan penyediaan sumber daya dan pembangunan infrastruktur yang berdampak pada daya tampung kota yang menjadi sesak sehingga berpengaruh pada kesehatan, pendidikan, perumahan, dan transportasi.

Oleh karena itu, melalui Program Kampung KB yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia diharapkan dapat memberikan hasil yang sangat baik karena program Kampung KB sangat menentukan masa depan bangsa. Pengawasan program Kampung KB secara teknis dijalankan oleh Dinas KBKS Kota Kupang sehingga indikator keberhasilan dapat dipantau seperti aspek penggunaan KB pada pasangan usia subur serta kendalanya, aspek promosi, komunikasi dan edukasi serta pola pendekatan kepada masyarakat dari aspek agama dan budaya agar informasi mengenai bahaya dan dampak negatif dari ledakan kepadatan penduduk dapat diterima dan dimengerti dengan baik.

Kampung KB hadir untuk memberikan motivasi dan penyuluhan  informasi serta edukasi mengenai Pengendalian Penduduk menggunakan metode yang diawasi oleh pemerintah dimana secara teknis dilaksanakan oleh dinas terkait termasuk pengawasan program secara keseluruhan misalnya sumber daya yang dipakai, jumlah tenaga, dana yang dipakai, dan juga mutu pelayanan,  semuanya diawasi secara ketat oleh pemerintah sehingga kebutuhan yang diusulkan oleh masyarakat dapat terpenuhi.

Dalam talkshow tersebut turut berpatisipasi penanya melalui pesan WhatsApp mengenai tingginya tingkat HIV AIDS di Kota Kupang dan langsung dijawab oleh Wakil Wali Kota Kupang. “Persoalan ini terjadi di Kota Kupang dan setiap tahun terjadi peningkatan. Hal ini  menunjukan bahwa terdapat kegiatan yang tidak sehat dan terjadi diluar perkawinan yang cukup tinggi dan diluar lokalisasi yang dilakukan oleh kalangan remaja di Kota kupang, migrasi tenaga kerja dari luar Kota Kupang yang terjangkit dan menularkan di dalam Kota Kupang. Program Pemerintah adalah penyediaan obat secara gratis dan Pemerintah Kota Kupang terus  melacak serta menjaga dengan ketat jumlah peningkatan HIV AIDS di beberapa tempat seperti lokalisasi dan Pitrad” jawab dr. Hermanus Man menanggapi pertanyaan tersebut.

Wakil Wali Kota Kupang menekankan bahwa semua Kampung KB harus memiliki  data akurat yang ter-update mengenai jumlah peserta KB Aktif atau current user sehingga dapat digenjot oleh Pokja  agar dapat mencapai target Program Pemerintah yakni mencapai 65-70% sampai 80 -90 %  dan dinyatakan berhasil. Keluarga yang menghasilkan mutu yang bagus dapat menjadi keluarga contoh bagi yang lain.

Peran serta masyarakat, anak – anak, Posyandu, Remaja  juga berperan aktif mengikuti penyuluhan di Kampung KB sehingga persiapan masa depan dapat dilakukan secara baik sejak dini dan kedepan jika diperlukan akan dirancang pendekatan secara digital merujuk pada Kota Kupang yang sudah pada tahapan Smart City yang dalam pelaksanaannya sudah dipasang beberapa titik Wifi seperti di Kelurahan Nunhila. Ini mempermudah pelaksanaan pendekatan Kampung KB secara digitalisasi’’.

Mengenai keberhasilan Kampung KB,  dr.Hermanus Man menambahkan bahwa  Kampung KB adalah Inovasi dari Pola Pola komunikasi, informasi dan edukasi yang lama, metode sekarang dibuat adalah bagaimana mengajak masyarakat agar kembali mengikuti KB. Berdasarkan pola pola pendekatan komunikasi dan fungsi keluarga diharapkan mampu meningkatkan current user. Sasaran Kampung KB yaitu pada pasangan usia muda melalui pemakaian metode ayudi dan program rekanalisasi yang akan terus disosialisasikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang terhadap penanganan ledakan penduduk yang berdampak pada perekonomian penduduk.■■ editor: Juli br /Top News NTT

Sumber : SP Bagian (Humas) Kota Kupang

One thought on “Talkshow Kampung KB Di RRI Kupang Bersama Wakil Wali Kota Kupang

  • Desember 18, 2019 pada 8:16 am
    Permalink

    I got this website from my friend who told me about this web page and now this time I am browsing
    this web site and reading very informative articles here.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *