Surga Tersembunyi Destinasi Wisata Laut Rote Ndao, Butuh Akses Jalan

  • Bagikan

ROTE NDAO, TOPNewsNTT||Destinasi wisata pantai Kecamatan Rote Ndao, terutama di spot pantai Telaga Nirwana, Lifulada, Mangrove, Batu Putih, Lodik di Rote Barat Daya dan Nembrala Rote Barat merupakan surga destinasi pariwisata yang sangat memukau dan menakjubkan bagi pecinta wisata pantai dan terakhir ke Batu Termanu yang terkenal itu.

Jumat – Minggu (19-20/11),  rombongan jurnalis dan Staf Humas OJK dan BI NTT lakukan kunjungan ke 6 objek wisata pantai di dua kecamatan di Kabupaten Rote Ndao yang terkenal dengan sebutan Pulau Nusa Lontar.

Trip yang berlangsung 3 hari (19-21 Nopember)  ini dilaksanakan dalam rangka Kegiatan Media Gathering yang membahas sinergitas BI NTT dan OJK NTT bersama insan media dalam menarasikan kinerja BI dan OJK NTT dalam upaya mendukung pemerintah NTT bersama membangun NTT di bidang ekonomi dengan  menjadikan pariwisata sebagai prime mover perekonomian masyarakat NTT.

Dalam perjalanan tersebut, akses jalan menuju lokasi Pantai Telaga Nirwana (Rote Barat Daya), Pantai Batu Pintu,  Pantai Lodik, Pantai Lifulada, Danau Mangrove di Rote Barat menjadi kendala walau masih bisa dilewati di musim kemarau, tapi entah di musim hujan. Di hampir semua jalan menuju destinasi ini masih ada beberapa ruas jalan yang belum diaspal dan berlubang sehingga gelombang Puku Afu bisa di rasakan ketika melewatinya dengan kendaraan roda 4 dan roda 2.

Selebihnya, pemandangan pantai yang  berair biru, hamparan pasir yang putih bersih serta semilir angin sejuk dan segar memanjakan mata setiap insan yang datang.

Di tengah banjirnya keringat dibawah teriknya sinar matahari, ada kesejukan ada kekaguman luar biasa saat menyaksikan birunya air laut  dengan hamparan pasir  putih dengan kokoh berdirinya begitu banyak bukit batu karang dengan berbagai bentuk yang unik.

Di Pantai Batu Pintu misalnya, ada batu besar berbentuk gapura dengan lubang pintu besar seperti pintu masuk kedalam pantai yang didepan ada pulau Ndana. Di Pantai ini ada spot diving, kayak dan snorlking yang menjanjikan keindahan bawah laut.

Menuju Danau Hutan Mangrove yang berusia sekitar 500 tahun lebih dan diklaim sebagai tertua, kita akan melewati bukit batu berbentuk Mulut Buaya dan barisan bukit batu demgan bentuk unik lainnya.

Bambang Seno sebagai kabid.Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten Rote Ndao yang sejak awal kedatangan bersama 3 gadis belia asli Rote Ndao sebagai tour guide  setia  menemani rombongan kami, mengatakan bahwa destinasi wisata pantai di Kabupaten Rote Ndao memang sangat menjanjikan dan akan memanjakan wisawatan yang ingin surving, kayak, diving atau sekedar berenang.

Pada musim-musim kemarau saat yang ideal untuk berkunjung. Di Pantai Nembrala yang terkenal, Sun Set adalah sajian penutup yang memukau dan menutup hari menuju malam yang sunyi dan melelapkan mata ke alam mimpi.

Bagi yang suka berswa foto, semua destinasi wisata pantai ini jadi pilihan. Begitu banyak spot foto yang bisa dijadikan pilihan tidak habis-habisnya dan semua buat bergetar hati. Apalagi bagi yang baru pernah berkunjung.

Di Pantai Telaga Nirwana, desa Oeseli, Rote Barat Laut, pengunjung bisa menikmati indahnya danau dengan berperahu yang dinahkodai oleh pemiliknya yang selalu siap sedia di pinggir pantai.

Namun untuk menikmati semuanya (kecuali pantai Nembrala), kita harus melewati tantangan lain, yakni akses jalan yang belum memadai.

Dari arah pelabuhan Ba’a menuju Pantai Telaga Nirwana kita harus melewati ruas jalan yang berlubang karena belum di aspal dan hanya merupakan jalan tanah yang dikeraskan,  yang memberi pengalaman mirip selat Puku Afu di Musim Barat.

Begitu juga saat akan mengunjungi pantai Lifulada, Lodik, Batu Pintu, Mangrove, di beberapa ruas jalan masih terdapat jalan yang belum diaspal sehingga membuat tubuh terhempas ke kiri dan kanan dengan keras diatas bis sekolah yang membawa rombongan.

Perhatian pemda Rote Ndao harus lebih mengarah ke ruas-ruas jalan menuju spot destinasi wisata pantai ini, agar selain membuka pintu arus wisatawan ke destinasi ini, juga kehidupan masyarakat di sekitar wilayah ini lebih terbuka ke arah berkembang.

Terutama masyarakat  yang sudah hidup berpuluh tahun di lokasi-lokasi tersebut. Ini demi mewujudkan program Dinas Pariwisata NTT yakni Pengelolaan Pariwisata dengan pelibatan masyarakat sekitar destinasi wisata agar merasakan impact adanya pariwisata di wilayahnya.

Selain itu terdapat banyak villa dan resort berdiri di hampir semua wilayah Rote Ndao Barat,  namun pemiliknya, menurut Ratni, gadis berusia 19 tahun Asli Rote Ndao yang menjadi tour guide di bisa kami, pemilik resort dan vila kebanyakan orang luar (Eropah dan dari luar wilayah Rote Ndao) hanya segelintir warga Rote Ndao yang menjadi pengusaha di bidang ini.

Akses permodalan dan pelatihan managemen usaha pariwisata bidang ini, mungkin perlu dihadirkan di Rote selain pelatihan keterampilan pembuatan souvenir saja.

Program pelibatan masyarakat sekitar destinasi pariwisata perlu dipercepat oleh pemerintah di daerah yang terkenal dengan manisnya gula aer, tingginya antena topi Ti’i Langga dan merdunya suara Sasando ini, agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh ke arah sejahtera.

Usaha rumput laut di pantai Nembrala menghiasi awal pagi dan menutup sore dengan indahnya Sun Set di Pantai Nembrala.|| juli br

  • Bagikan