Struktur dan Jadwal Pelayaran Pelni sesuai SE 110/2021 selama Nataru 2022

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT|| Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 sudah tinggal menghitung hari, dan demi tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat pengguna kapal laut yang ingin mudik baik lintas provinsi maupun antar kabupaten dalam provinsi di Indonesia, PT PELNI menyiapkan struktur pelayanan dan jadwal sesuai SE 110/2021 bagi pelayaran lintas provinsi, diselaraskan dengan Perda untuk pelayaran antar kabupaten kota dalam provinsi.

Jadwal pelayanan kapal penumpang dan kapal perintis selama Perayaan Natal dan Tahun Baeu 2022

Secara nasional, jelas Sodikin PELNI menyiapkan 26 Kapal Penumpang atau kapal putih dan 45 kapal perintis di seluruh Indonesia untuk pelayanan angkutan laut selama Natal dan Tahun Baru 2022, dengan tetap menerapkan prokes ketat.

Hal ini diungkapkan Bass OM.Sodikin sebagai Direktur Usaha Angkutan Penumpang (Dir.UAP) dalam wawancara terkait layanan Angkutan Laut saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 pada Kamis, 16/12 di Kupang.

Hadir sebagai moderator adalah Kehumasan PT. Pelni Pusat Pusat Ahmad Sujadi.

Hadir juga Kepala Cabang PT PELNI Kupang Akhmad Syafran, Agus Nazar GM Pelindo Kupang dan GM Pelni Papua Wendy.

Sodikin menyebut di Direktorat Angkutan Umum, pemerintah mempercayakan kapal penumpang (kapal putih) dan kapal perintis untuk masuk ke wilayah yang tidak bisa dimasuki oleh kapal penumpang besar, kapal ternak dan kapal tol laut KM Kendhaga.

“Secara nasional kapal penumpang ada setelah pembicaraan dengan pihak terkait maka diputuskan pencabutan penerapan PPKM nasional dan diserahkan kepada kebijakan daerah dengan satu catatan khusus yakni “pengetatatan Prokes” apalagi dengan masuknya virus Covid baru Micron sehingga diperketat aturan prokes terutama di wilayah perbatasan negara.” Jelas Sodikin

Penerapan Aturan pelayanan angkutan disesuaikan dengan aturan kebijakan daerah masing-masing misalnya Pergub, Perwali dan Perbup.

Dengan jaminan nasional pelayaran, maka PELNI menggunakan panduan nasional IMO (International Maritim Organisation) atau SOLAS dan UNCLOS karena Indonesia adalah negara maritim.

Sebagai BUMN yang peroleh penugasan dari pemerintah, maka PELNI dipercaya mengatur masalah konektifitas di laut.

Saat ini, keluh Sodikin kapal-kapal Pelni memang belum sebagus kendaraan darat, namun itulah kondisinya. Karena harga 1 kapal laut seperti jenis Humsini misalnya sangat  mahal sekitar 80 juta euro.

Sebagai jaminan pelayanan PELNI menyatakan, kesiapan armada dengan penerapan Prokes dan  kapal harus di disinfektan dan 5M Plus.

Sodikin menegaskan bahwa PELNI siap melayani masyarakat sesuai arahan Menteri yang meminta agar  harus lebih memperhatikan kawasan Timur dan Tengah Indonesia. Karena itu Pelni meningkatkan pelayanan sampai berusaha meminta ijin pada Pemda NTT agar kapal Pelni masuk ke Pelabuhan Atapupu di Belu demi melancarkan arus barang kebutuhan bagi warga Belu. Walau pada tahun 2020 pelabuhan NTt sempat tutup untuk  kapal PELNI, namun saat ini sudah dibuka sehingga pesan Menteri bisa kembali dilaksanakan oleh Pelni.

Pada saat pelayanan Natal dan Tahun Baru 2022,  PELNI sudah siapkan kapal penumpang seperti Sirimua, Humsini, Awu, Wilis jalan semua melayani masyarakat.

Selama pelayanan angkutan laut, PELNI juga siap memuat 70% penumpang kapasitas kapal sesuai kebijakan nasional dan kebijakan daerah.

Pelni juga selalu berupaya koordinasi dengan Tim satgas Covid 19 demi memberikan pelayanan prima jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

Bahkan Pelni sudah minta ijin kapal.Pelni mssul ke pelabuhan Atapupu untuk distribuai barang kebutuhan.

VP. Pemasaran Angkutan Penumpang PT. Pelni  Capt. Sukendra menjelaskan bahwa untuk pelayanan angkutan laut selama Natal.dan Tahun Baru 2022 akan dilaksanakan sesuai SE Menteri Perhubungan nomor 110 tahun 2021 yang mengatur tentang perjalanan angkutan darat, laut dan udara, dan untuk Pelni khusus untuk angkutan laut.

“Perbedaan aturan sebelumnya dengan SE no: 110/2021 adalah  pertama adalah anak-anak dibawah 12 tahun kalau memang harus bepergian wajib gunakan PCR, yang baru sekali diavksin harus diusahakan vaksin kedua dan Swab Antigen, gunakan aplikasi Peduli Lindungi, jadi saat swab antigen, sudah terkonek ke Peduli Lingdungi dan otomatis atau wajib masuk dalam  tiket. Jadi penumpang yang belum vaksin, Awab Antigen dan PCR otomatis tidak akan masuk dalam pembelian tiket.” Jelas Sulendra

Hal lain yamg berubah dalam SE No.110/2021 adalah adanya aturan penyesuai aturan sesuai perubahan-perubahan pada  peraturan pemerintah daerah karena pemerintah daerah juga punya aturan-aturan khusus.

“Seperti di Papua orang yang tidak KTP Papua tidak bisa masuk jika dari luar Papua. Aturan dalam SE 110 tidak tidak berlaku di wilayah atkumerasi atau jarak dekat (sesama wilayah kabupaten kota dalam 1 provinsi. Tapi untuk jalur jarak jauh antar provinsi menggunakan SE 110/2021.” Jelas Capt.Sukendra lagi

Untuk pelayanan di NTT, kepala Pelni Cabang Kupang Muh.Syafran menjelaskan bahwa Pelni Kupang menyiapkan 11  Kapal yakni 5 penumpang (kapal Bukit Siguntang, Humsini, Awu, Sirimau dan Wilis) yang siap melayani lintas provinsi dan antar kabupaten di NTT.

Ditambah 6 kapal perintis yang melayani hanya didalam provinsi  yang terdiri dari  3 kapal homebase Kupang dan 3 kapal singgah berjumlah 11.

Ditambah demgan  1 kapal logistis yakni Kapal Tol Laut Kendhaga T28 yang home basenya di Kupang dan 1 kapal tol Laut Kendhaga T11 yang home basenya tidak di Kupang tapi masuk wilayah Sabu dan Rote dengan tujuan Surabaya PP.

Serta 1 kapal ternak Cemara Nusantara dengan trayek Kupang-Jakarta melayani selama Natal Tahun Baru 2022. Pelayanan akan dibuka hingga akhir Desember.

Jika ada perubahan-perubahan sesuai kebijakan pemda sehingga penumpang tidak jadi berangkat misalnya, Sukendra menjamin Pelni akan beri kebijakan  kompensasi pengembalian 100% uang sesuai harga tiket dalam waktu singkat.

“Dan karena pertimbangan jika ada perubahan aturan terkait pelayaran sesuai kebijakan Pemda, maka Pelni menyikapi dengan hanya menjual tiket  50% penumpang sekali berlayar dan sisanya quotanya dijual setelah Natal  sesuai edaran SE 110/2021.” Jelas Sukendra

“Target tahun ini kami hitungnya sebulan (15 hari sebelum tanggal 25 Desember dan 15 hari setelah tanggal 25 Desember)  dengan target 249 ribu tiket. Dan sampai hari ini baru menjual seperempatnya dari serat yang tersedia atau 70% lebih terjual.” Tambahnya.

Jika kebijakan pemda tidak perbolehkan maka Pelni berjanji akan kembalikan 100% uang tunai.

Harga tiket Kapal Penumpang Pelni tidak ada perubahan dan masih disubsidi oleh pemerintah sesuai keputusan harga tahun 2016. Yakni bagi kapal penumpang, sedangkan subsidi full pemerintah adalah kapal perintis.|| juli br  

 

  • Bagikan