Stefanus Djuarto : “Tidak benar ada kluster BRI Penyebaran Covid-19”

KUPANG, TOP News NTT■■ Stefanus Djuarto, Kepala BRI Cabang Kupang menyatakan tidak benar ada “Kluster BRI” penyebaran  Covid-19, hanya karena ada 3 staf dinyatakan positif akibat reaktif saat pemeriksaan Swab.

Hal ditandaskannya oleh Stefanus selaku pinca  menanggapi pemberitaan sebuah media online yang menyatakan bahwa ada Kluster baru penyebaran Covid 19 di  BRI Cabang Kupang hanya karena 3 stafnya dinyatakan  Positif Covid 19.

“Tidak benar ada kluster baru penyebaran Covid 19 di BRI Cabang Kupang. Karena wilayah terinveksi ketiga staf kami diluar kantor BRI, tapi memang benar mereka staf kami. Tapi mereka bukan kluster BRI Cabang Kupang. Satunya  kluster Polres Kupang, duanya Kluster perjalanan keluar NTT (Sidorjo dan Mojokerto). 2 langsung isolasi diri di rumah sakit, 1 dalam masa cuti. Jadi tidak benar ada kluster BRI.” Tandas Stefanus Djuarto di ruang kerjanya BRI Cabang Kupang di Kelurahan Fontein (Sabtu, 03/10).

Lebih jauh Stefanus menegaskan sikap dan tindakan pro-aktif yang telah  dilakukan pihaknya selaku Pinca dalam menyikapi  kondisi ini dalam standing statemennya sebagai berikut :
1. Bahwa BRI telah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota (Pemkot) Kupang dan Tim Satgas Covid Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

2. BRI terus melakukan koordinasi dan pemantauan bagi pekerja yang dirawat dan saat ini telah ditangani oleh Dinas Kesehatan Pemkot Kupang.

3. BRI telah melakukan tindakan cepat diantaranya melakukan Rapid Test dan Swab Test kepada pekerja BRI. Kami juga tengah melakukan tracing atas aktivitas dan kontak yang dilakukan oleh pekerja terpapar untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan di sekitar.

4. Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan perbankan kepada nasabah, BRI memastikan Kantor Cabang Kupang beroperasi dengan normal dan tentunya menerapkan protokol kesehatan.

5. Selain itu, dalam memudahkan akses layanan perbankan, nasabah juga dapat bertransaksi melalui jaringan e-channel, e-banking serta agen-agen BRILink yang tersebar di wilayah Kupang.

“Bank BRI punya peran dalam menggerakan ekonomi masyarakat khususnya membantu pelaku UMKM di Kupang maupun seluruh wilayah NTT. Kami menyalurkan kredit usaha rakyat dan mengakselerasi program-program pemerintah dalam penyelematan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19. Jadi pada kesempatan ini kami ingin menggandeng dan merangkul teman-teman Media di sini untuk mendukung kami dengan  menulis dan memberitakan yang hal-hal positif ke masyarakat.” Pintanya.

Stefanus Djuarto menjelaskan fakta sebenarnya,
“Penyebutan Klaster BRI terlalu dini, karena yang sebenarnya terjadi dari ketiga staf itu, 1 adalah teller di Pos Pelayanan Unit Polres Kupang. Dan seperti diketahui bahwa begitu Kapolres Kupang dinyatakan positif, BRI langsung menutup loket pelayanan, dan staf bersangkutan langsung dilakukan tes rapid dan swab, dan dinyatakan positif serta dirawat di RS. Yang kedua pelayanan di BRI Jln.Jend.Sudirman dan memang baru pulang dari perjalanan ke Sidoarjo, dan setelah pulang langsung isolasi diri dan sudah dilakukan tes swab dan karena positif juga sudah dirawat di RS di Kupang. Dan yang terakhir adalah klaster luar daerah dari isterinya yang baru pulang dari luar NTT sehingga menulari dirinya. Yang bersangkutan bahkan dalam kondisi cuti sehingga kenanya di rumah dari isteri yang bepergian. Dan ketiganya saat ini sedang jalani perawatan di Rumah Sakit di Kota Kupang. Jadi tidak ada kluster BRI, karena mereka punya riwayat terinveksi sendiri-sendiri diluar BRI Cabang Kupang.” Jelas Stefanus kalem.

Karenanya ia berharap agar pihak pemerintah terutama Gugus Tugas dapat memberikan pernyataan yang sesuai keadaan sebenarnya.

Kepada media Stefanus berharap harus mengkonfirmasi jelas baru diberitakan sehingga tidak memberi asumsi negatif terhadap institusi atau lembaga Keuangan Plat Merah seperti BRI.
“Apalagi kami sudah lama sebagai mitra pemerintah berkolaborasi menjadi lembaga penyalur berbagai dana kredit dan bantuan program pemerintah kepada masyarakat. Kita sudah ikut membangun dari aspek lembaga keuangan. Penyebutan kluster BRI dapat memberi efek bagi keresahan massal kepada masyarakat untuk bertransaksi di BRI. Apalagi terhadap Covid yang saat ini menjadi momok menakutkan karena cara dan media penyebaran serta akibat medis yang fatal karena dapat menyebabkan kematian.” Tandasnya.

“Jadi tidak ada kluster BRI Cabang Kupang, karena ketiga staf terinveksi di 3 tempat diluar BRI Cabang Kupang, dan semua sudah ditangani sesuai dengan prodedur penanganan Covid. Kondisi kesehatan mereka baik  saja, karena sudah tertangani baik.” Tandasnya diakhir wawancara.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *