SMKN 1 Kupang Gelar PTM Terbatas Dengan Prokes Ketat

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT||Plt Kasek SMKN 1 Kupang, menjelaskan sesuai Keputusan Walikota Kupang kota Kupang saat ini berada pada level 3 dan bisa selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan pengaturan 50% siswa.

Demikian juga sesuai edaran dari Gubernur dan Kadis yabg mengatur pada bahwa pada 27 September 2021 sekolah-sekolah dapat melaksanakan PTM Terbatas.

Dan karena di SMKN1 Kupang sudah melaksanakan vaksin pertama dalam beberapa gelombang.

Gelombang pertana pada 17 September bagi  431 siswa kelas 10 (vaksin pertama, kerjasama dengan Dinkea Kota Kupang melalui puskesmas Oebobo, Manutapen dan Bakunase.

Gelombang kedua 22, 23 dan 24 September dilakukan vaksin bagi 805 siswa kelas 11 dan 12 kerja sama dengan RS Siloam.

Total yang divaksin di sekolah sebanyak 1.200 lebih dari 2000 lebih siswa SMKN 1 Kupang.

Ditambah lagi dengan siswa yang lakukan vaksin mandiri dari data para wali kelas mencapai  130 siswa.

Jadi total siswa SMKN 1 Kupang yang sudah di vaksin adalah 1.330 dari 2000 siswa.

Jadi yang vaksin mandiri adalah atas inisiatif sendiri ke pusat penyelenggaraan vaksin, tapi asa juga di Dunia Kerja saat PKL karena diwajibkan. Nah itu yang kami data sekitar 130an siswa tadi.

Sisa dari siswa yang belum vaksin  karena alasan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan dan juga ada siswa yang belum dibolehkan sama orangtuanya hanya beberapa orang atau karena alasan Isoma.

Sisa yang belum divaksin di kelas 10 : 110 , kelas 11 : 200 dan kelas 12 :  200an siswa.

Dengan jumlah siswa yang sudah divaksin 1.236 siswa (yang dilaksanakan sekolah) ditambah vaksin mandiri 400an orang maka total siswa yang sudah divaksin adalah sekitar 1.600an dari total 2000 siswa. Jadi sisa 600an lebih siswa belum divaksin yang akan lakukan lagi secara bertahap. Tahapan berikut pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Dan PTM terbatas di SMKN 2 Kupang diuji coba dengan Ujian Tengah Semester yang dilaksnakan dalam dua sesi 50%, prokes ketat dan bawa bekal. Ujian hanya 2 jam saja. Sesi pertama 7.30-10.00 wita dan sesi kedua 10.00-13.00 wita.

Selanjutnya untuk pembelajaran normal semester berikut akan tetap dilaksanakan OTM Terbatas.

Persiapan UTS yang dimulai pada Senin, 28/09 ini benar-benar dipersiapkan dengan menstrerilkan semua ruangan terutama lab komputer dan dicat baru dalam ruangan.

Selain itu siswa tidak ada jam istirahat, siswa makan di dalam kelas.

Membawa semua peralatan tulis menulis sendiri dan hand sanitaizer. Siswa dilarang saling meminjam alat tulis teman lain dan tidak boleh melepas masker. Pengawasan diluar kelas dilakukan oleh tenaga sekurity dan didalam oleh guru pengawas. UTS akan berlangsung seminggu 25/09-02/10).

Untuk kesiapan pembelajaran normal semestwr ganjil, sekolah Senin, 4/10 mengelar program Budaya Kerja karena menuju SMK PK yang dengan 100 peserta dan akan dilaksanakan selama dua hari.

Program ini tujuannya untuk penguatan budaya kerja dengan menghadirkan para guru dan para  Dudika serta Kepala Dinas dan para pengawas.

Sedangkan pelaksanaan PTM Terbatas akan dilaksanakan Rabu, 6/10.

SMKN 1 Kupang juga terpilih sebagai SMK Pusat Unggulan sehingga akan ada beberapa kegiatan penguatan menuju itu. Antara lain penguatan Budaya Kerja, Stop Perundungan atau Bullying dengan menghadirkan siswa ikut pembekalan. Siswa yang dibekali diharapkan akan menjadi mentor untuk siswa lain agar tidak terjadi perundungan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Sebagai salah satu sekolah SMK Pusat Unggulan, SMKN 1 Kupang sudah mempersiapkan segala hal menuju program tersebut. Antara lain pembekalan yang disebutkan diatas.

Goalnya Siswa lulusan SMK ini akan memiliki karakter Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.|| juli br

 

 

 

 

 

 

  • Bagikan