Refleksi Perjuangan RA Kartini dr Yovita Mitak, Pada Perayaan Hari Kartini di Masa Pandemi 2022

  • Bagikan
Jelang Perayaan Hari Kartini Tahun 2022 dokter Yovita Mitak memberikan pandangannya tentang makna Hari Kartini di tahun yang masih diselimuti oleh ancaman pandemi covid 19 ini bagi perempuan NTT.

Menurut perempuan semampai pensiunan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT ini, perayaan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahun ini di tahun pasca pandemi ini terasa berbeda. Karena perempuan Indonesia, dan tidak terkecuali perempuan NTT merayakannya ditengah perjuangan bangkit dari dampak global Pandemi Covid-19.

Di awal wawancara dokter Yovita Mitak tidak lupa mengajak seluruh perempjan Indonesia, perempuan NTT memanjatkan rasa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan sehingga walaupun di dalam situasi pandemi kita sebagai perempuan Indonesia perempuan NTT masih berikan kesempatan untuk merayakan hari Kartini.

Pada Perayaan Hari Kartini 2022 kali ini menurut dokter Mitak adalah sebuah momen yang sangat baik untuk kita khususnya kaum perempuan tetapi tidak ketinggalan juga kaum laki-laki bisa juga bersama-sama kita melihat dan merefleksi kembali keberadaan kaum perempuan yang menjadi objek perjuangan RA Kartini.

“Dengan mengenang kembali perjuangan yang dilakukan oleh RA Kartini, selain juga dengan melihat Sisi hebatnya seorang RA Kartini.” Ujar Mantan Kepala Dinas Pmeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT ini lembut.

“Jadi kalau saya pribadi di Hari Kartini saya mengenang Ibu Kartini dengan melihat dia seorang perempuan yang memiliki visi dan mimpi ke depan yakni mimpi untuk sesuatu yang lebih maju ke depan.” Tandas mantan Direkrur RSUD W.Z.Johanes Kupang ini bersemangat.

Alasan, ujarnya dokter ssnior ini, karena perjuangan RA Kartini itu didasari oleh mimpinya bahwa kaum perempuan harus maju, tidak hanya sebagai kaum yang berurusan dengan rumah tangga, atau tidak hanya menjadi kaum yang tertindas di kala itu di zaman RA Kartini hidup.

“Itu cara saya mengenang betapa hebatnya RA Kartini mimpi-mimpi besar untuk memiliki kehidupan yang lebih baik khususnya bagi seorang perempuan.” Tandasnya semangat.

Lalu saya melihat juga bagaimana RA Kartini itu berani berbuat sesuatu demi mimpinya itu sengan segala konsekuensinya. Keberanian itu jugalah yang menjadi spirit buat saya secara pribadi. Ujarnya menegaskan.

“Saya juga melihat tekad RA Kartini yang memanfaatkan peluang dirinya yang saat itu menjadi istri seorang Bupati, dia tidak ternina bobokan dengan statusnya kala itu sebagai seorang istri pejabat, tetapi dia memanfaatkan peluang dengan menjalin jejaring atau networking dengan teman-temannya tidak sebatas taraf nasional tapi sampai internasional demi mewujudkan kembali mimpinya itu Bagaimana mengangkat derajat kaum perempuan kalau itu dalam pandangannya tidak dihargai.

“Itulah kehebatan kehebatan beliau yang selalu saya Renungkan setiap momen Hari Kartini. Dan kehebatan kehebatan itu saya refleksikan ke dalam diri saya.” Cetusnya.

Nah merefleksi perjuanhan RA Kartini, yang harus dilakukan perempuan masa kini, adalah bagaimana kita sebagai seorang perempuan bisa terus bermimpi untuk terus meningkatkan potensi diri dan menciptakan berbagai  prestasi kita lebih lagi, tidak sebatas pada kodrat sebagai seorang wanita,tetapi lebih kepada menggali potensi diri.

Bagaimana perjuangan seorang RA Kartini untuk meningkatkan derajat perempuan yang sudah kita nikmati saat sekarang baik dari aspek pendidikan baik dari aspek pendidikan jabatan di pemerintahan masyarakat sebagainya.

Jika dulu taraf pendidikan perempuan itu masih dibatasi pada taraf pendidikan rendah bahkan tidak berpenddikan karena penempatan perempuan sebatas kodrat isteri dan ibu saja, sekarang kita melihat perempuan sudah bisa menikmati dan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi bahkan setara dan lebih dari seorang laki-laki.

Taraf perempuan dibidang jabatan dan profesi juga sudah terbuka peluang ke jenjang lebih tinggi. Banyak perempuan Indonesia dan NTT menjadi pejabat dan pengambil kebijakam penting dalam pemerintahan dan legislatif.

Peluang perempuan dalam memperoleh pekerjaan di dalam jalur politik juga terbuka.  banyak perempuan yang sudah menduduki jabatan jabatan penting  bahkan menjadi penentu kebijakan di Republik ini dan ini semua adalah berkat ide pemikiran dan perjuangan RA Kartini yang sangat gigih dan kita patut untuk berterima kasih akan perjuangan RA Kartini.

Saat sekarang ini seorang perempuan diberikan kesempatan seluas-luasnya mengenyam pendidikan tinggi, demikian jug dibidang mempeeoleh pekerjaan dan menduduki sebuah jabatan, diberikan kesempatan luas sampai batas di mana dia bisa mengeksploitasi kemampuannya di berbagai bidang.

Dan perjuangan RA Kartini itu harus kita teruskan,  kita gaungkan dan kita perjuangkan seterusnya  baik bagi diri kita sendiri maupun bagi keturunan kita.

Spirit RA Kartini itu harus juga menjadi spirit kita yang harus diperjuangkan.

Ia memberi contoh, di zaman yang terus berkembang dan sekarang semua aspek kehidupan sudah di kuasai oleh teknologi atau digital atau ITE, maka perempuan juga harus ikut menguasai,  mengikuti dan memperlengkapi diri dengan pengetahuan dan kemampuan digital jika ingin meraih mimpi dan jika ingin dapat bersaing di kancah yang makin hari makin berat untuk kita lalui ini.

Perempuan harus menerima perubahan dari setiap zaman dan jangan dininabobokkan dengan alasan ketidakmampuan atau kodrat sebagai perempuan yang harus berada di samping laki-laki, kita harus bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan oleh laki-laki sepanjang itu memberikan nilai positif.

Kita tidak bisa hanya berhenti sampai kepada spirit mengenyam pendidikan tinggi tetapi spirit untuk menggapai hal yang lebih tinggi lagi semampu yang  dapat kita lakukan, maka harus diperjuangkan  oleh kita kaum perempuan, Kartini-Kartini masa kini di berbagai aspek.

Marilah di momen Hari Kartini tahun ini kita meneruskan spirit dan perjuangan RA Kartini untuk lebih memperlengkapi diri kita menjadi lebih baik lebih maju lebih bermanfaat untuk sesama dengan meningkatkan kemampuan kapasitas dan prestasi.

Apakah itu sendiri bukan hanya terjadi tapi bagaimana mereka sendiri dalam mendorong ya memang kalau kita lihat peran pemerintah sudah cukup banyak ya sudah sudah sudah banyak dilakukan juga oleh pemerintah seperti memberikan ruang-ruang untuk meraih pendidikan ruang-ruang untuk berusaha dalam askep peningkatan kemandirian ekonomi perempuan lewat program program UMKM itu sudah ada di dalam konteks jika kemandirian perempuan Kemudian untuk ke menduduki posisi-posisi pengambil keputusan di Indonesia maupun di NTT kita melihat perempuan sudah banyak banyak terlibat.

Ya memang belum Banyak sih tapi kita mimpi kita adalah berimbang antara proporsi perempuan dan laki-laki yang terlibat dalam jabatan-jabatan pengambil keputusan.

Memang kalau yang saya amati di NTT masih banyak ketidakadilan yang terjadi terhadap perempuan dalam memenuhi hak mereka atau memperoleh hak mereka misalnya di dalam pendidikan di dalam menduduki jabatan jabatan penting di pemerintahan maupun di politik ke kesempatan bagi perempuan masih sangat kecil karena hanya karena mereka perempuan tetapi dan kesempatan yang paling besar adalah kepada laki-laki padahal begitu banyak perempuan yang memiliki potensi diri dan pendidikan yang sangat bagus dan layak dipertimbangkan

Seperti inilah yang harus kita perjuangkan agar keadilan dan penyamarataan itu harus bisa dilakukan atau diberikan kepada perempuan jika perempuan itu memiliki potensi diri yang patut untuk dipertimbangkan.

Walaupun hati akui bahwa pergeseran untuk pemenuhan hak perempuan itu dan kesempatan kepada perempuan juga sudah ada mengalami pergeseran tetap walaupun porsinya belum sesuai dengan keinginan dan perjuangan RA Kartini.

Memang peran pemerintah dalam mendorong kemajuan potensi perempuan sudah ada bukan tidak ada hanya proporsi nya masih belum seperti yang diharapkan oleh semua perempuan pada umumnya.

Tetapi perempuan juga harus diri dengan berbagai hal yang patut dipertimbangkan seperti penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sebagainya sehingga perempuan itu layak untuk di perjuangkan dan diberikan porsi yang besar

Sebagai seorang mantan kepala Dinas perempuan dan perlindungan anak dokter Nita mengatakan bahwa memang untuk untuk pemberian keadilan kepada perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum atau menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual dan kekerasan pada umumnya masih belum memberikan rasa keadilan yang seharusnya dengan bukti banyak sekali kasus kasus pemerkosaan KDRT yang menyebabkan kematian recehan yang tidak memberikan rasa keadilan kita melihat berbagai kasus belakangan ini yang kasusnya masih bergulir ada yang melakukan pembunuhan sadis dan pemerkosaan tapi tidak dihukum mati bahkan hanya hukuman seumur hidup hanya oleh karena rasa kemanusiaan semua itu memberikan sebuah rasa ketidakadilan bagi perempuan dan juga sekaligus ketidaknyamanan karena dengan kondisi KDRT maupun seksual akan sangat dan ragu untuk melaporkan masalah ya seperti misalnya dalam kasus seperti itu dihadapan hukum dua orang saksi sedangkan kita tahu melakukan kejahatan dalam konteks apa melakukan secara tersembunyi tidak saksi untuk menyaksikan memperoleh saksi ini juga menjadi kendala perempuan itu sendiri untuk melak yang kejadian kekerasan maupun pada pakaian yang mereka alami harus di-review lagi Bagaimana membuat yang aturan-aturan dalam hal memberikan jaminan keamanan jaminan bagi korban yang terutama perempuan.

Jadi pemerintah harus memberikan jaminan keadilan bagi perempuan yang mengalami menjadi korban KDRT ataupun kekerasan seksual ataupun bagi perempuan yang berhadapan dengan hukum.

Seperti contoh kasus pemerkosaan terhadap anak-anak ⁵ perempuan penyelesaian kasusnya di mata hukum pun masih banyak yang berbelit-belit tidak semuanya memperoleh keadilan hukum.

Inilah yang menjadi dilema bagi perempuan dalam Memperoleh jaminan keadilan dan keamanan dalam melaporkan kasus atau menjadi kekerasan.

Pemerintah harus peduli dan berpihak dengan menciptakan kebijakan-kebijakan yang memberikan egek jera bagi pelaku dan keadilan bagi korban.

Untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dokter Mitak mengatakan bahwa selama ia menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT punya program  sosialisasi, seminar dan penyuluhan serta himbauan-himbauan  tidak saja kepada perempuan tetapi terutama kepada kaum pria untuk melakukan gerakan bersama untuk melindungi perempuan dan menolak atau anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Namun denhan perkembanhan makin marak dan tingginya kekerasan terhadap perempuan, ia melihat perlu gerakan bersama untuk menyadarkan masyarakat.

Agar pemerintah dan masyarakat terus mengaungkan Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

“Dan juga mungkin melakukan sebuah gerakan massal yang bisa membuat pelaku kekerasan itu dihukum secara sosial. Dipermalukan secara sosial sehingga menjadi memberikan Efek Jera untuk tidak melakukannya lagi. Saya rasa itu lebih cepat daripada memberikan Hukuman kurungan dan sebagainya yang selama ini berlaku.” Cetusnya serius.

:Kita bersama tahu bahwa sempat ada wacana nasional bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak itu atau kekerasan seksual pada umumnya itu akan dikebiri tetapi sampai hingga hari ini belum tahu apakah sudah dilakukan atau belum.” Ujarnya mempertanyakan.

Maka saya berpikir lebih baik kita memberikan dan membuat gerakan-gerakan massal yang memberikan Efek Jera misalnya dengan mempermalukan dengan secara sosial atau hukuman sosial sehingga dia Jera.

Selain itu terus menggaungkan Seruan Bersama Anti Kekerasan dan Melindungi Perempuan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah   lewat lembaga-lembaga agama, organisasi dan  lembaga perempuan lembaga masyarakat dan juga tidak hanya lembaga yang didominasi oleh kaum perempuan tetapi juga lembaga-lembaga yang didominasi oleh kaum laki-laki.

Dan ini harus dilakukan secara terus meneriw dan masiv  dan tidak boleh terputus-putus. “Selama ini gerakan itu selalu up and down akibat pergantian pemerintahan misalnya jika pemerintahnya konsern terhadap gerakan atau Anti Kekerasan Terhadap Perempuan maka gerakan itu akan terdengar masif dan di mana-mana dan orang akan aware dan takut  untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan dan juga terhadap anak. Tapi jika pemerintahannya lebih konsern ke hal lain maka gerakan itu akan down dengan sendirinya.

Sebagai perempuan NTT dokter Mitak melihat potensi perempuan NTT juga cukup bagus.

Perempuan NTT ada di mana pun bisa berprestasi dan itu sudah terbukti, menurutnya.

Banyak perempuan NTT yang berprestasi di luar NTT dan mereka bisa sejajar dengan perempuan dari provinsi lain.

Secara umum saya melihat prestasi kaum perempuan NTT secara umum Saya melihat prestasi kaum perempuan NTT sudah cukup bagus dan berkembang.

Memang kalau kita melihat bahwa perempuan yang berprestasi itu belum merata di NTT.

Dan saya melihat kembali ini berasal dari kondisi kemiskinan NTT yang masih tinggi.

Untuk masyarakat NTT yang sudah hidup di kondisi ekonomi yang lebih mapan, maka kaum perempuan yang berada di keluarga itu bisa lebih berkembang.

Tapi bagi perempuan yang masih hidup dalam keluarga yang sulit secara ekonomi tapi bagi perempuan yang masih hidup dalam keluarga yang sulit secara ekonomi kaum perempuannya sulit untuk berkembang. Jadi faktor kemiskinan yang mempengaruhi itu.

Karena kemiskinan akan menjadi pembatas atau kendala untuk kaum perempuan dari keluarga yang masih miskin itu untuk meraih prestasi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Bukan cuman kesempatan ia meraih peluang untuk menyampaikan yang lebih tinggi karena banyak perempuan dari keluarga yang miskin dipakai atau terpaksa menjadi tulang punggung bagi keluarga di usia yang masih sangat muda.

Banyak perempuan yang masih berusia sangat muda terpaksa menjadi tulang punggung keluarga karena faktor kemiskinan orang tuanya Walaupun dia bekerja dengan upah yang sangat rendah.

Sehingga ia hidup dalam level yang rendah dari segala aspek di kehidupan keluarga dan masyarakat. Sehingga potensi dalam dirinya terkubur.

Diam karena menjadi tulang punggung keluarga hidupnya hanya terfokus untuk mencari nafkah membantu keluarga bahkan tidak sedikit yang terpaksa menikah dalam usia muda.

Di akhir wawancara dokter mitak memberikan Tips atau Bagaimana menjadi Kartini Kartini NTT yang tetap survei dan bisa apa explore potensi diri walaupun di masa-masa pandemi ini.

Kita tahu bersama bahwa ekonomi masyarakat menurun akibat pembatasan pembatasan sosial selalu di Pemerintahan pun Banyak anggaran yang dipangkas dipotong untuk penanganan covid sehingga banyak program pemerintah yang tidak terlaksana.

Dan itu semua mempengaruhi pendapatan masyarakat.

Tapi kita tidak boleh putus asa masa-masa ini kita tetap bertahan saja tetap semangat dan tetap melakukan pekerjaan Apa yang bisa dilakukan dengan tetap menaati protokol kesehatan jangan menyerah bangkit kertas meraih mimpi-mimpi kita dengan harapan bahwa Pendem ini akan berakhir kita harus di masa-masa pasca pandemi.

Yang di masa-masa pandemi ini kita sebagai Kartini NTT marilah kita kita tetap menjaga lingkungan terkecil kita yang di keluarga agar kita terhindar dari virus covid 19.(***)

  • Bagikan