Rayakan HSN Ke-61, BPS NTT gelar Workshop dan Sosialisasi NTT bersama awak media

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| Puncak perayaan  Hari Statistik Nasional (HSN) yang ke-61 (26/09), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar workshop  dan sosialisasi bersama awak media di Kupang yang selama ini jadi mitra BPS NTT

Workshop dan sosialisasi :  “NTT satu data dari desa melaui desa cantik” dengan tema “Stasistik Berkwalitas Untuk Indonesi Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang berlangsung di Parkiran Utara BPS NTT, Senin (27/09/2021).

Indra A. S. Souri, SST., M.Si, Koordinator Fungsi Reformasi Birokrasi dan Satu Data Indonesia (KFRB dan SDI) dan juga sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa tujuan NTT satu data dari desa adalah untuk mewujutkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pusat dan daerah, mendorong keterbukaan dan transparansi data sehingga tercipta perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan yang berbasis pada data dan mendukung Sistem Statistik Nasional (SSN) sesuai peraturan perundang-undangan.

“Data ada dimana-mana tetapi tidak ada dimana-mana sehingga prinsip satu data ini adalah data yang dihasilkan harus memenuhi standar data, memiliki metadata, menggunakan kode referensi dan/atau data induk dan memenuhi kaidah interoperabilitas data,”ungkapnya.

Menurut Indra, membangun data dari desa adalah pembangunan yang tepat sasaran berawal dari data yang berkwalitas kerena desa tidak lagi dianggap sebagai objek pembangunan melainkan ditempatkan sebagai subjek dan ujung tombak pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pentingnya statistik dilevel desa/kelurahan yang pertama adalah sebagai dasar informasi dalam proses pembangunan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, yang kedua Sustainable Development Goals (SDGs) desa artinya pembangunan total atas desa/kelurahan dengan cara membangun kemitraan dan untuk membangun desa terdiri dari data statistik, aplikasi statistik, petugas bidang statistik dan yang ketiga kepercayaan kepada desa/kelurahan untuk mengelola pembangunan semakin meningkat.”ucapnya.

Lebih lanjut Indra menambahkan bahwa pentingnya peningkatan kapasitas sampai level desa/kelurahan adalah untuk menentukan kebutuhan data, mengumpulkan data, mengolah data, menjaga kwalitas data dan memanfaatkan data yang bersumber dari desa untuk pembangunan.

“Disini peran BPS dalam trnsformasi tata kelola pengumpulan data adalah interoperabilitas data (Indonesia Data Hub/INDAH), koordinasi integrasi, singkronisasi dan standarisasi (KISS) serta Desa Cinta Sratistik (CANTIK),’tambahnya.

Untuk Desa Cantik, Indra menjelaskan bahwa sesuai keputusan Kepala BPS no.130 Tahun 2021 tentang program percepatan pembinaan statistik sektoral maka di NTT ditetapkan tiga (3) desa yang terdiri dari Kabupaten Sumba Barat, Desa Nanga Labang dan Desa Watu Mori terpilih menjadi salah satu dari 100 desa cantik se-Indonesia.

“Desa Cantik adalah upaya BPS mewujudkan satu data dari desa menuju satu data Indonesia oleh karena itu peran perangkat desa dam masyarakat sangat dibutuhkan untuk menuju data statistik yang lebih baik kerena program Desa Cantik bukanlah merupakan program pembinaan sekali jadi tetapi program pembinaan yang berkesinambungan,”pungkas Indra.|| juli br

  • Bagikan