Potret Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan I-2019

NTT, Top News NTT., ■■ Ekonomi Indonesia Triwulan I -2019 tumbuh sebesar 5,09%, dengan kontribusi sebesar 26,83%. Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai 24,83 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 16,23 triliun.

Pertumbuhan ekonomi NTT ini sedikit di atas  pertumbuhan ekonomi Indonesia  Triwulan I-2019 yang sebesar  5,07%.
Ekonomi NTT Triwulan I-2019 tumbuh sebesar 5,09%  ini jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada 2018 ( y-on-y ).

Dilihat dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai sektor lapangan usaha perdagangan Besar-eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yaitu sebesar 9,58%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor yang bertumbuh sebesar 19,89%.

Jika dibandingkan triwulan IV-2018 (q-to-q), maka perekonomian NTT triwulan I-2019 alami kontraksi sebesar -5,62%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan sebesar 2,89%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNRT) sebesar 2,97%.

Struktur ekonomi NTT pada triwulan I- 2019 didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 26,83%. Sedangkan sisi pengeluaran masih didominasi oleh komponen pengeluaran Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 76,24%.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi NTT Triwulan I-2019 dibandingkan dengan triwulan I-2018 yang tumbuh sebesar 5,09% dengan pertumbuhan positif terjadi hampir disemua kategori lapangan usaha, kecuali pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan perikanan yang walau memberikan share besar namun tumbuh negatif. “Lapangan usaha pertanian, Kehutanan dan perikanan walau dengan share tinggi namun pertumbuhan negatif dipengaruhi cuaca buruk dan hujan tidak menentu yang menyebabkan penurunan produksi pertanian. Produksi padi triwulan I-2019 alamk penurunan akibat pergeseran musim hujan, sehingga masa tanam dan masa panen padi bergeser, serta akibat terjadinya banjir yang sebabkan panen tidak sebaik tahun lalu (y-on-y). Namun pertumbuhan perekonomian NTT pada triwulan I-2019 masih disokong oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanab dengan kontribusi sebesar 26,93%, usaha administrasi pemerintahan, Pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 13,66% dan lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 11,62%.” Jelas Maritje.

Dari segi penciptaan pertumbuhan ekonomi NTT triwulan I-2019, maka lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib berperan menyumbang pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 1,19%. Kemudian disusul oleh lapangan usaha perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil Sepeda Motor sebesar 1,12% dan lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 0,70%.

Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan I-2019.dibanding triwulan IV-2018 alami kontraksi sebesar -5,62%. Lapangan usaha jasa keuangan dan industri pengolahan alami pertumbuhan positif yaitu 2,89% dan 0,02% pada triwulan I’2018. Faktor musiman saat itu sangat mempengaruhi terjadinya kontraksi pada beberapa lapangan usaha. Sedangkan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan (0,11%).

PDRB menurut pengeluaran pada triwulan I-2019 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2018, pertumbuhan tertingga ada pada komponen ekspor sebesar 19,89%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,76%, pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) sebesar 6,52% dan pengeluaran konsumsi Lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 4,74%.

Sedangkan struktur PDRB NTR menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktifitas permintaan akhir masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (76,24%) yang mencakup separuh PDRB NTT. Komponen lain yang miliki peranan besar terhadap PDRB NTT adalah PMTB (47,77%), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (19,11%), ekspor (8,53%). Pengeluarab konsumsi LNPRT relatif kecil (3,51%). Pengeluaran rumah tangga adalah komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi (5,51%) dilihat dari sumber penciptaan sumber pertumbuhan ekononomi NTT pada triwulan I-2019 (y-on-y).

Secara q-to-q pada triwulan I-2019 terhadap triwulan IV 2018 berkontraksi sebesar 5,62%. Disebabkan oleh pertumbuhan negatid pada hampir seluruh komponen pengeluaran kecuali PK-LNPRT. Yang alami pertumbuhan negatif PK-RT (-1,23%), PK-P (-49,60%), PMTB (-12,85%), dan ekspor (-31,33%). ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *