Politisi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah,SE Awali 2019 Dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Di Jemaat GMIT Bethel Tarus

Tarus, Topnewsntt.com., Politis Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah,SE sebagai Anggota DPR RI Komisi X awali Tahun Kerjanya di 2019 dengan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Jemaat GMIT Bethesda Tarus dan Kader Posyandu Kecamatan Kupang Tengah pada Selasa, 20/1/2019 sore pukul 16.00 wita.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini digelar dalam rangka melaksanakan program MPR RI dalam pemyegaran  kembali wawasan berpikir jemaat, pemuda dan kader Posyandu terhadap isi dan makna  4 Pilar Kebangsaan  yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sebagai moderator adalah Anton Gah dan pemateri adalah Anita Jacoba Gah,SE dan Liven Rafael,SH yang adalah dosen dan kejur FH UNKRIS.

Anita J Gah,SE saat sampaikan pesan penutup di acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di jemaat GMII Bethesda Tarus

Dalam pemaparannya, Liven menjelaskan tentang isi dan makna yang terkandung dalam ke 4 Pilar itu.

Secara garis besar Liven Rafael menjelaskan kepada peserta tentang nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan yang sudah terkikis habis akibat kemajuan jaman, perkembangan teknologi dan masuknya media sosial dan internet yang membawa dampak yang positif dan negatif baik dikalangan dewasa terutama dikalangan orang muda bangsa.

Untuk lebih memperjelas  pemaparannya, Liven ungkap fakta pengaruh positif dan negatif perkembangan ITE dan dampak masuknya informasi global,  terutama dikalangan muda yang masih belum stabil dan dewasa cara berpikirnya. Dosen yang juga adalah pengacara ini ungkapkan rasa  sesal  bahwa kurikulum pendidikan dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi sudah tidak memasukkan 4 Pilar Kebangsaan (Terutama Pancasila),  pelajaran wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan.

Belum lagi berbagai informasi dari luar yang sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang terdapat dalam Pancasila. Masuknya informasi lewat internet yang kencang tanpa filter menyebabkan anak muda Indonesia bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya kehilangan makna dan nilai wawasan kebangsaan dan nasionalismenya,  sehingga merubah hampir seluruh wawasan dan faslafah   berpikir, berbicara dan bertindak masyarakat Indonesia, terutama kaum muda sebagai tiang negara. Rasa cinta akan Tanar Air NKRI makin terkikis dan pembelajaran dan pemahaman kembali wawansan berpikir sesuai nilai yang terkandung dalam Pancasila harus didengungkan diganti dengan informasi yang asing yang tidak Pancasilais.

Liven menegaskan pentingnya sosialisasi ini sehingga harus  disimak baik dan dilaksanakan dalam kehidupan keluarga sebagai wilayah terkecil dari bangsa ini, namun menjadi embrio tumbuhnya sebuah bangsa. Hal ini harus lakukan oleh semua , baik kalangan orangtua maupun anak-anak, remaja dan pemuda.

Pesan lain adalah isi dan makna 4 Pilar Kebangsaan harus dipelajari setiap saat. Karena nilainya adalah semua perilaku hidup yang setiap hari harus dilaksanakan sebagai bangsa yang berwawasan Pancasila.

Demikian juga kepada kaum pemuda,  Liven mengingatkan bahwa nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila harus dipelajari dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari agar bisa menangkal pengaruh buruk kemajuan zaman.

Diakhir sosialisasi dibuka diskusi dengan peserta tentang PIP, JKN KIS dan juga tentang masalah-masalah seputar kesehatan dan pendidikan dan kebutuhan Posyandu.

Anita Gah menutup Sosialisasi menyatakan apresiasi bagi kader posyandu sebagai pejuang dan perwujudan 4 Pilar Kebangsaan. Dan Anita berharap bahwa pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan para kader Posyandu. Kepada peserta orangtua dan pemuda yang hadir, Anita berpesan agar buku 4 Pilar yang dibagikan bisa di bawa pulang dan dibaca. Coba dimengerti dan diselami arti maksud dan tujuannya dan laksanakan dalam kehidupan sehari-sehari dan bisa dimulai dari rumah tangga masing sebagai lingkup terkecil dan dasar  terbentuknya bangsa Indonesia.

Kepada para kader, Anita apresiasi sebagai pilar bangsa karena sudah memberikan bhakti yang besar dan tulus tanpa mengeluh dengan segala kekurangan yang ada. Ia berjanji akan memperjuangkan semua aspirasi ini ke Senayan.

“Jangan menganggap para kader posyandu karena mereka adalah penopang dari bangsa Indonesia dan bagian dari 4 Pilar Kebangsaan di negeri ini. Sehingga dukungan pemerintah harus mendukung dengan anggaran yang cukup. Kita tidak bisa nyatakan bahwa negara kita laksanakan Pancasila jika tidak memperhatikan kesejahteraan Kader Posyandu dan kebutuhan Posyandu. Saya akan bawa kepada pemerintah tentang kurang perhatiannya  pemerintah terhadap kebutuhan para kader dan Posyandu dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya.
Saya mempertanyakan dimana komitmen dan perhatian pemerintah Kabupaten Kupang terhadap masyarakat Indonesia lewat kesejahteraan para kader dan kebutuhan Posyandu. Saya janji akan membawa kebutuhan masyarakat ini dan memperjuangkannya  agar ada intervensi anggaran bagi semua operasional Posyandu.” Ujarnya menanggapi  keluhan para kader yang dana operasioan sebulan yang hanya 100 ribu masih potong dan ditahan, Anita sangat geram.

Namun Anita menyemangati para kader bahwa dirinya sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan hak mereka yag sudah sangat berjasa dalam menolong bayi dan ibu hamil sehingga sehat dan selamat dalam persalinan bahkan pertumbuhan para balita yang akan menjadi tiang  negara.

Anita berjanji semua keluhan akan dibawanya dalam sidang DPR RI untuk diperhatikan kepentingan Posyandu dan kader Posyandu.

Anita tandaskan dari keluhan yang didengarnya dari para kader dari 1 Kelurahan dan 8 desa di Kecataman Kupang Tengah ini, bahwa pemerintah belum memperhatikan kebutuhanPara kader dan Posyandu.

Anita juga menginformasikan tentang Program Indonesia Pintar. Anita meminta agar bila ada anak sekolah yang belum peroleh PIP datang ke Rumah Aspirasi. Dan akan di usulkan untuk 2019. Anita juga menginformasikan bahwa banyak usulan yang sudah direalisasi namun belum dicairkan ke rekening penerima karena belum di aktivasi nomor rekeningnya. Karena sudah ada perubahan aturan dari Kementerian Pendidikan bahwa Pencairan PIP bukan lagi dengan nomor virtual tapi real account. Artinya pembayaran langsung ke rekening penerima dengan ketentuan penggaktifan Kartu KIP dengan melaporkan ke Kepala Sekolah agar Aktif sehingga rekening terbuka dan anggaran PIP bisa cair ke rekening masing-masing. Bagi anak yang tidak punya PIP segera laporkan ke Rumah Aspirasi Anita agar di beri SK Baru dan diterbitkan Kartu KIP sehingga bisa diaktifkan sampai ke rening anak.

Anita Jacoba Gah jelaskan bahwa dirinya masih akan menjabat sampai dengan Oktober 2019 dan himbau anak-anak dari masyarakat miskin segera ke Rumah Aspirasi untuk di usulkan. Bagi yang belum punya Kartu KIP maka Anita minta agar segera datang ke Rumah Aspirasi untuk dibantu pengusulan dan penerbitan Kartu  KIP.

Anita nyatakan dirinya masih punya kuota dan kewenangan mengusulkan dan  memperjuangkan kepentingan rakyat NTT  di Senayan lewat penerbitan 500 ribu Kartu KIP lagi, karena dirinya masih akan menjabat sampai Oktober 2019. Dan jika dirinya terpilih lagi untuk periode 2019-2024 maka Anita janji akan tetap perjuangkan. “Saya sedang perjuangkan 5000 kartu KIP bagi masyarakat miskin di NTT. Dan jika terpilih lagi untuk lima tahun mendatang maka ia akan meperjuangkan lagi 500 ribu  Kartu KIP bagi masyarakat miskin.” Tandasnya berjanji.

Bagi saya wakil.rakyat adalah pelayan masyarakat sehingga sudab sewajarnya memperjuangkan hak rakyat dengan dengan gigih. Saya akan perjuangkan semua kepentingan rakyat NTT dibidang pendidikan dan kesehatan.

“Pilih wakil rakyat yang bisa perjuangkab kepentingan rakyat. Saya siap.” Ujar Anita. **)juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *