Plt.Bupati Sabu Raijua Minta Pemprov NTT Usulkan Ke Kemenpan RB Untuk Permudah Sistem Tes Passing Grade

Kota, Topnewsntt.com., Plt.Bupati Sabu Raijua Nikomedus Rihi Heke ditemui media ini di Lobi Hotel Aston Kupang usai mengikuti pembukaan Sarasehan Pemerintah, Politik dan Tata Ruang pada Selasa, 6/11 menyatakan bahwa akan memperhatikan nasib pelamar yang tidak lolos passing grade Tes CPNSD 2018 dengan usulkan ke Pemprov NTT untuk lakukan pendekatan ke Kemenpan RB untuk buka kesempatan tes susulan sesuai perangkingan bagi yang belum lolos.

“Saya sebagai pemkab akan minta pemprov NTT bicara ke Kemenpan RB agar memberikan kesempatan bagi para pelamar yang sudah melamar tapi belum lolos passing grade agar tes lai dengan sistem perangkingan. Karena kami miliki 330 kuota untuk 2018 sedangkan yang lolos baru 3 orang dari 2 ribu lebih pelamar. Kita lihat sampai tanggal 8 nanti.” Tandas Rihi Heke.

Rihi Heke jelaskan bahwa jumlah pelamar yang daftarkan diri lewat pemkab Sabu Raijua berjumlah 2 ribu lebih dan memperebutkan kuota 330 yang jadi jatah Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan yang sudah lulus passing grade sampai dengan Selasa, 6/11 adalah 3 orang. Dan akan dilihat lagi sampai tanggal 8/11. Jika jumlah kelulusan tidak penuhi kuota Kabupaten Sabu Raijua maka sebagai plt.Bupati, Rihi Heke janji akan usulkan ke Kemenpan RB untuk memberi kesempatan bagi yang sudah lamar tapi belum lolos passing grade agar diberi kesempatan mengikuti pada gelombang berikut. Atau membuka kesempatan uji passing grade dengan sistem perangkingan.

Rihi Heke nyatakan bahwa kuota 330 orang PNS itu benar-benar kebutuhan bagi Sabu Raijua. Dan saat ini tenaga PNS sedikit dan tenaga honorer banyak. Jika tenaga honor dan kontrak yang tidak lolos tes CPNSD 2018 akan diupayakan sesuai kemampuan daerah untuk diperhatikan. Dan perhatian pemprov NTT juga sangat diharapkan bagi tenaga honor dan kontrak daerah. Apalagi bagi kebupaten Sabu Raijua yang baru saja pemekaran. Sehingga secara APBD masih belum mampu biayai seluruhnya.

Rihi Heke menghimbau pemprov NTT juga dapat membantu dengan pendekatan ke Kemenpan RB agar bisa buka kesempatan lagi tes dengan sistem perangkingan.

Bagi pelamar yang belum lolos, Rihi Heke himbau agar jangan berkecil hati tapi tetap berusaha. Moga ada kesempatan lagi tes gelombang berikut dengan sistem perangkingan.
“Anggap saja ini adalah kesuksesan yang tertunda.” Ucapnya menghibur.

Sedangkan tentang sistem pendaftaran online dan tes passing grade menurut Rihi Heke tidak sulit sebenarnya. Tapi mungkin waktu yang disiapkan terlalu singkat dan penguasaan contain pertanyaan bagi pelamar sehingga banyak yang tidak lolos.

Rihi Heke berharap agar ke depan Tes CPNSD diubah sistemnya sehingga lebih memberi peluang bagi tenaga kerja di NTT.**)) juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *