Percepat Herd Immunity di NTT, BI, OJK dan DPD REI NTT gelar Vaksin Tahap 2 (25-27/10)

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT|| BI Kpa NTT, OJk NTT dan DPD.REI NTT kembali melaksanakan vaksin tahap 2 bagi masyarakat di kota Kupang dan sekitarnya.

Kegiatan dilaksanakan di Pitoby Sport Center pada Senin, 25-27/10.

dr.Debby Veronika Abineno, anggota Badan Pengawas Rumah Sakit NTT dan Wakil Ketua Kesehatan DPW NasDem Propinsi NTT yang hadir saat pelaksanaan vaksin tahap ke-2 di Pitoby Sport Centre, di kelurahan Sikumana mengatakan bahwa pada dasarnya ini adalah kegiatan vaksinasi  lanjutan dari vaksinasi Sinovac tahap ke-1 yang sudah dilaksanakan pada September lalu.

dr Debby Veronika Abineno, Badan Pengawas Rumah Sakit NTT dan Wakil Ketua Kesehatan DPW NasDem Propinsi NTT

“Dan pelaksana vaksinasi oleh tim Vaksinator dari RSJ Naimata, tujuannya agar pencatatan datanya lebih terpusat. Karena dengan pencatatan secara manual, kedepannya nanti lebih susah untuk ditrack. Jadi kita harus memastikan bahwa datanya sudah masuk dalam aplikasi.” Jelas dr.Debby.

Dijelaskan juga bahwa hari ini (25-27/10) akan dilayani vaksin tahap 1 dan 2. Karena kita tahu di kota Kupang sudah lebih dari 80% pencapaian vaksinasi tahap pertama. Jadi target 3 hari kedepan,  siapapun yang mau divaksin harus diterima. Begitu target panitia REI, BI dan OJK.
“Kali ini target perharinya nya maksimal 700 peserta karena hanya 1 tim vaksinator. Jadi siapapun yang datang ya kami layani, asalkan vaksin pertamanya sudah terdaftar di aplikasi.” tandas dr.Debby.

Pencapaian vaksin tahap 1 bulan lalu oleh BI, OJK dan DPD REI NTT sebanyak 1872 peserta dari target 5000. sehingga sisanya digunakan untuk vaksin tahap 2 dan tahap 1 sekarang.
“Tidak tercapainya jumlah peserta vaksin sesuai target kemarin karena memang di kota sudah 80% lebih warga masyarakat kota Kupang yang divaksin. Selain itu banyak link dan lembaga yang mengadakan vaksinasi. Sehingga kita juga sekarang lebih fokus ke kabupaten.”imbuhnya.

Kendala di kabupaten sehingga masih rendahnya cakupan divaksin, menurutnya adalah bukan karena pemerintah kurang sigap membantu.
“Kami baru dari kabupaten Kupang kerja sama BCA, BI dan OJK, kendalanya ada di kuota vaksin yang diberikan, juga jarak dan kondisi geografis. Kalau orang omong pencapaian di Jawa dengan pencapaian di NTT jelas beda. Vaksin ini ada kalau yang didistribusikan tidak boleh guncang. Kalau ke wilayah yang jalannya masih belum aspal maka resiko vaksin akan rusak atau tidak bisa dipakai. Jadi bukan karena pemerintah provinsi dan daerah tidak maksimal membantuu percepatan vaksinasi. Karena pertama vaksin harus disimpan pada suhu tertentu, kedua tidak boleh ada atau minim guncangan dalam pengangkutan, apalagi yang seperti Phizer, Moderna itu tidak boleh ada guncangan. Ketiga kesiapan cold chain di daerah. Memang kalau maunya pemerintah provinsi semua didistribusikan ke daerah, tapi kendala kesiapan penyimpanan vaksin di beberapa kabupaten. Dan keempat adalah masyarakat kabupaten yang masih takut divaksin, kadang jauh lebih takut daripada kena covid. Ke-4 kendala tersebut yang masih terus kami koordinasikan solusi agar bisa percepatan.” Jelas dr.Debby

“Setelah ini kami akan lakukan vaksinasi di Belu 5000 vaksin.  Dan sudah kami alokasikan vaksin Pfizer ke Sikka 10.000 dan Belu 5000, juga kesemua kabupaten secara bertahap. Kami juga sedang usulkan ke Rote Ndao, Alor dan Sabu Raijua dimana jumlah masyarakat divaksin masih rendah. Kami akan usahakan semua kabupaten agar terbantukan dalam percepatan” Tandas dr.Debby.

Untuk mengatasi kendala-kendala diatas terutama penyediaan Cold Chain,  dr.Debby meminta dukungan pemerintah daerah untuk bisa membantu.
“Kemarin Centra Vaksinasi BCA Pusat bersedia untuk turun membantu sampai ke daerah kabupaten. Jika kita terus membuka link kerjasama dengan mitra-mitra swasta, maka akan percepatan vaksinasi sangat terbantukan selain melalui program rutin pemerintah kabupaten. Pemerintah sudah cukup berusaha sampai saat ini,” cetusnya.

“Oya peserta vaksinasi untuk semua warga dari mana saja, silahkan datang kami akan layani.” ujar dr.Debby akhiri wawancara.

Sementara ketua DPD REI NTT, lewat pesan wa kepada media ini menjelaskan,
“Pada dasarnya kegiatan vaksin ke 2 ini melanjuti kegiatan vaksin pertama di bulan September 2021 kemarin. Target kita 1.600 peserta untuk kegiatan vaksin ke 2 ini. Hari ini baru ttercapai 400 orang.” Jelas Boby.

“Ini adalah bentuk kepedulia REI NTT untuk menciptakan herd immunity di NTT.” Tulisnya.
Pencapaian vaksin tahap 1 yang dilaksanakan pasa September lalu, sebanyak 1872 peserta.
Harapannya pada vaksin tahap kedua ini bisa mencapai 1600 peserta untuk menciptakan herd imunity supaya ekonomi bisa berjalan kembali.

“Kami sudah lakukan vaksin tahap 2 di Maumere sebanyak 6000 dosis  pada tanggal  9-11 Oktober  2021 lalu.” Jelas Boby.

Bagi masyarakat kota Kupang dan sekitarnya, yang ingin divaksin tahap 1 dapat langsung dapat ke Pitoby Sport Centre di kelurahan Sikumana hanya membawa KTP dan KK.

Bagi yang belum punya KTP bisa membawa kk.
Sedangkan bagi peserta vaksin ke-2 dapat membawa KTP, kk, kartu vaksin tahap 1.|| juli br

 

  • Bagikan