Percepat Electronict Goverment di NTT, Kemeninfo siap bangun 421 BTS di 421 desa, on air akhir 2021

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| Dukung komitmen Electronict Goverment yang dicanangkan Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat, Kementerian Kominfo RI siap bangun 421 BTS dengan kekuatan 150.000 GB yang akan melayani 421 desa di 15 Kabupaten yang belum sepenuhnya terlayani Jaringan Internet 4G.

Hal ini dilegalkan lewat penandatangan Nota Kesepahaman antara 15 Bupati di NTT dengan Bhakti Kominfo dan Kemeninfo RI disaksikan Pemprov.NTT (Gubernur NTT dan Sekda) dalam Rakor Kominfo bersama gubernur dan Para Bupati dan Walikota dari 15 kabupaten di NTT  pada Senin, 28/6 di Palacio 1 Ball Room Aston Hotel Kupang.

Rapat Koordinasi dihelat Kemeninfo RI yang difasilitasi oleh Dinas Kominfo NTT.

Hadir Menteri Kominfo RI Jhony G.Plate yang adalah politisi partai Nasdem asal NTT, Bhakti Kominfo sebagai unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum sebagai vendor yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan BTS di NTT.

15 Bupati  yang hadir adalah Kabupaten Alor, Ende, Kabupaten Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, TTS dan  TTU, juga wakil walikota Kupang dr.Hermanus Man.

Selain Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bhakti Kominfo dengan para bupati, Menteri Kominfo RI Jhony G.Plate juga  menjanjikan komitmen Bhakti Kominfo untuk merekrut 100% tenaga-tenaga ITE untuk bekerja pada project pembangunan 142 BTS  di 15 desa tersebut diatas. Jhony menyatakan bahwa semuanya akan dilaksanakan oleh Bhakti Kominfo secara gratis menggunakan dana APBN.

Hal urgent yang ditegaskan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam sambutannya antara lain komitmennya menjadikan NTT sebagai Eletronict Goverment dengan menyiapkan electronict infrastructure yamg memadai demi mengejar ketertinggalan NTT selama 150 tahun dari kemajuan di berbagai aspek sehingga NTT tidak maju-maju dari provinsi lain di Indonesia akibat masih lemahnya telekomunikasi karena belum dibangunnya BTS yang dapat menembus Black Spot hingga ke desa-desa.

Dengan adanya program pembangunan 421 BTS 4G untuk melayani 142 titik layan (desa) di 15 kabupaten yang belum seluruhnya terlayani, gubernurvsangat mendukung dengan menyiapkan semua kebutuhan baik regulasi, lahan, dan sdm demi terwujudnya electronict infrastructure di NTT.

Untuk dukungan terhadap Bhakti Kominfo sebagai Vendor, gubernur berharap agar pemerintah daerah harus berani mengambil keputusan dalam kerja sama ini agar segera terbuka jaringan internet yang memadai demi peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat, pemerintah, pendidikan dan dalam segala aspek kebutuhan.

Ia berharap walau masih dalam masa pandemi tapi pemda dan masyarkat jangan takut  dan diam dalam rumah saja,  karena kalau takut dengan Covid justeru akan mati karena lapar dan takut bukan karena Covid.

Selain itu gubernur menyatakan pemerintah, harus konsern dengan penanganan Covid, tapi jangan lupa bidang lain, ITE, Telekomunikasi Digital akan membentuk pemerintahan yang digital.

Digitalisasi sistem pemerintahan akan tercapai jika tersedia layanan, dan untuk ada layanan harus ada infrastruktur pendukung pembangunan BTS 4G.

Dengan kondisi NTT yang masih banyak wilayah kabupaten belum terlayani 4G, maka gubernur minta jangan sampai 2 tahun, kalau bisa 2023 NTT harus jadi Provinsi Digital yang semua wilayah hingga ke desa-desa terlayani jaringan 4G.

Terutama di kabupaten Manggarai dengan pariwisata super prioritas seperti Labuan Bajo.

Gubernur ingin di Labuan Bajo yang merupakan pariwisata super prioritas jangan hanya 4G saja tapi kalau  bisa 5G agar kedepan  bisa disiapkan semua dengan baik disana. “Karena akan banyak event-event nasional akan digelar disana, kami ingin agar kedepan kota itu jangan terlalu lama minimal 2023 sudah  mampu untuk deteksi kejahatan. Dengan adanya layanan internet 4G di minimal di dua kota kita bentuk peacemaker policytion di Labuan Bajo dan kota Kupang.” Ungkap Gubernur.

Gubernur juga sangat  mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat,

“Pak Menteri Jhony G.Plate dukung kami dalam mimpi-mimpi kami itu, bukan saja agar kami mampu bersaing dengan teman-teman dari provinsi lain tapi juga dari negara tetangga yang mempunyai pertumbuhan budaya yang jauh lebih tinggi sejak 500.000 tahun yang lalu.  Karena  itu kami harus mampu mengejar ketertinggalan itu dengan seluruh teknology dan sumber daya yang ada minimal mendekati, kalau sama saya belum berani bicara.” Ujar Gub.VBL meminta.

Jhony G Plate Menteri Kominfo RI mengatakan akan mendukung penuh harapan pemprov.NTT dalam hal  pembangunan  ICP Infrastructure melalui tersedianya talenta digital yang memadai di NTT  dan harus menjadi giant leap atau lompatan raksasa agar setara dengan provinsi lain di Indonesia dan negara tetangga.

Dan karena hal ini sesuai dengan amanat presiden RI maka Kominfo telah mengambil 4 langkah besar yang strategis yang sudah dan akan dilakukan yaitu :

Pertama : menyelesaikan  pembangunan infrastruktur TIK Teknologi Komunikasi dan Informasi di NTT. Dari program yang ada telah mempunyai back bound/ tulang punggung di NTT. Tulang punggung/back bound di NTT begitu banyak sehingga tidak begitu terlihat tapi di NTT adalah bacbkbound yang akan menghubungkan Indoensia Barat ke Indonesia Timor  melalui wilayah Selatan. Wilayah Selatan, ujar Jhony dipilih lantaran walaupun wilayah selatan daerah vulkanik, lautnya relatif lebih tenang dibandingkan dengan wilayah utara.

“Saat ini kita punya dua network yang satu melalui selatan dan utara, yang satu melalui Manado. Jaringan backbound ini penting sekali untuk transmisi data cepat dan dalam jumlah besar ke seluruh kawasan negara kita.” Ujar Jhony.

Kominfo lanjut Jhony, “akan membangun jaringan middle mind  di tingkatan tengah. Melalui micro reflike dan secara khusus untuk NTT dengan pemanfaatan satelit yang  akan mempunyai kekuatan besar pada 2024 dan kwartal ke-4 2023 akan memanfaatkan 1 satelit high nutsatelite yang besar untuk kebutuhan layanan publik di Indonesia termasuk NTT, 1 satelit dengan kekuatan 150.000 GB akan melayani 150 rb titik layanan publik.” Ujarnya.

“Jadi pak gubernur tahun 2023 kami sudah mendata sekolah-sekolah, puskesmas, kantor-kantor desa, layanan publik, kantor polsek mana saja yang nanti akan disediakan internet yang dihubungkan langsung dengan satelit secara gratis. Karena itu dibiayai oleh APBN Kominfo  jadi diharapkan dapat dipakai dengan baik. Ketiga adalah based transmister station class mild yang untuk bangun BTS-BTS di seluruh Indonesia di wilayah 3T termasuk  di NTT. Betul pak gubernur ada 421 BTS untuk 421 desa yang akan diselesaikan pada 2021 dan 2022. Saya harapkan ini bisa dilaksanakan akselerasi supaya bisa cepat.” Ungkap Jhony lagi.

Terkait pembangunan BTS dengan adanya rapat koordinasi hari ini, Jhony mengingatkan butuh lahan karena itu diharapkan kerja sama pemda dalam penyediaan lahan BTS agar semua program 100% berjalan.

“Kita butuh lahan dengan lokasi ideal untuk pembangunan BTS sehingga kabel sinyalnya  mampu mendukung perencanaan pembangunan daerah. Yang saya harapkan kita sama-sama tentukan titiknya yang sejalan  dengan rencana pembangunan daerah. Agar diwilayah mana ada kabel sinyalnya disitulah nanti ada pemukiman masyarakat, ada kantor layanan pemerintahan, tersedianya sekolah-sekolah dan kegiatan lainnya. Agar pembangunan BTS 4G berguna.” Tandasnya.

Hal kedua adalah kalau ini semua sudah terbangun melalui koordinasi yang baik dilakukan, sambung Jhony menjelaskan,

“Maka harus punya layanan yang lebih baik. Untuk itulah juga ICT Infrustructure dibangun agar sejalan dengan electronic goverment juga bertambah dan berkembang. Sehingga  asistensi-asiatensi pemerintah pusat melalui Kominfo dan pemda dalam rangka mendukung electronict goverment menjadi penting.”

“Saya sepaham sekali dengan gubernur, ini bukan hal yang baru untuk generasi kita, generasi milenial. Tapi generasi kitalah yang akan memimpin masyarakat kita saat ini. Karenanya mari kita bersama-sama dan berdampingan dengan untuk menyelesaikan electronict goverment. Saat ini pemerintah nasional kita untuk melayani pemerintahan electrinic atau Pemerintah berbasis sistem elektronik PBSE itu menggunakan 2.700 pusat data, sangat tidak efisien, karena dari 2.700 pusat data hanya 3% saja yang penuhi standar global. Yang mengakibatkan kesulitan  internasional ovabavaritas untuk hasilkan 1 data nasional yang berdampak pada kebijakan yang bervariatif. Yang berdampak pada kebijakan satu dengan yang lain tidak  sama karena data pusat berbeda. Kita ingin agar untuk mempnyai 1 pusat data nasional kominfo merencanakan membangun 4 pusat data nasional dalam rangka electronic goverment atau pememerintah digital. Yang pertama di ibukota negara sekarang di  Jabokdetabek yang kini sedang berproses itu pusat data dengan kapasitas 43 rb cost procesor 72 MG, 34 standar global jadi dia standar inter yang akan melayani pemerintah kita. Tetapi akan ada 3 lainnya yang akan dibangun. Yang kedua akan dibangun berpotensi di wilayanya Batam. Jadi tentu ada alasan dan dasar-dasarnya. Yang ketiga rencananya akan dibangun  di NTT sedang diteliti potensinya di kawasan Labuan Bajo karena itu berdampingan nanti dengan ITDC dan pengembangan kawasan. Ada banyak syaarat-syarat pembangunan pusat data mutakhir dengan global standar. Kalau itu dibangun maka itu akan menjadi pusat data untuk melayani Indonesia Tengah dan Indonesia Timur melalui Selatan. Membangun jaringan kabel robtik wilayah selatan. Jadi posisi strategis ini yang akan dimanfaatkan. Ada banyak hal-hal luar biasa yang dihadiahkan oleh Tuhan untuk NTT yang harus kita gunakan dan manfaatkan lewat kebijakan yang akurat dan future output untuk masa depan. Dan saya yakni ada semngat itu dibawah leadership gubernur NTT saat ini.” Ujar Jhony lugas.

“Saya sambut orientasi dan semangatnya agar cita-cita besar dan visi berorientasi masa depan ini kita wujudkan. Dan medium alatnya saat ini ada dan itu menjdi kebijakan ranah presiden, directri & policy making yang serius dan konsisten oleh presiden.” Tandasnya.

Hal penting yang diangkat oleh menteri adalah digital goverment smart city yang sedang disiapkan electricity infrustructer, demgan program digital electronic goverment, program smart city, tapi ia tekankan kalau masyarakatnya belum ikut didalam maka akan jadi kendala besar. Maka Jhony minta  agar masyarakat turut ambil bagian digitalisasi melalui pelatihan digital.

“Digital-digital chalenge training adalah untuk hasilkan talenta-talenta digital sumber-sumber daya digital melalui 3 level pendidikan, Saya minta tolong sebagaimana BTS tadi, demikian halnya ditalenta digital, bapa ibu bupati, camat, kades, harus ikut ambil bagian di level basic skill dikecakapan dasar pelatihan digital gerakan literasi digital 2021 ini saja di Indonesia akan ada 12,5 juta orang yang akan diajak didalam pelatihan digital untuk 4 bidang digital : kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital dan etika digital termasuk nanti jangan sampai hoax dan sebagainya, tapi kecakapan digital 4 dasar kurikulum, 4 prioritasnya di NTT sendiri tahun ini saja saya berharap setidaknya 200 ribu orang ikut dalam pelatihan ini. Dan selanjutnya setiap tahun bisa ditingkatkan. Karena tahun ini karena program ini akan dilaksanakan secara kontinyu. Kalau tahun ini 12 rb bisa ikut didalamnya, tahun depan ada 400 rb, tahun depanya lagi bila perlu 800 rts. Maka liiterasi digital untuk masyarakat NTT dalam 3 sampai 4 tahun kedepan bisa menjangkau jumlah masyarakat yang lebih besar. Dengan tersedianya talenda digital yang lebih besar tingkat dasar maka saya yakin ukm, umkm dan aktifitas digital di kegiatan masyarakat harian bisa kita capai. Disitulah kunci utama giant leap, lompatan raksasa yang akan dicapai lewat pelatihan tingkat dasar. Program ini akan dilaksanakan didalam 20 rb pelatihan dalam satu tahun. Jadi pekerjaannya bukan pekerjaan kecil. Kalau 1 tahun 360 hari untuk 20 rb pelatihan, maka bisa dibayangkan ada berapa banyak pelatihan setiap hari. Ratusan pelatihan secara sungguh-sungguh. Karena koordinasi sangat penting karena untuk rakyat.” Jelasnya.

Sementara itu Direktur Bhakti Kominfo Bambang Nugroho memaparkan  progres pembangunan BTS di NTT.

“Bhakti kominfo sudah hadir di 156 lokasi. BTS e-sistem yang sudah dibangun dengan teknologi 2G dan 4G pada 2019 – 2020. Ini adalah giant leap dari teknologi  2G ke 4G.
Telah pula dibangun di 18 lokai di destinasi desa wisata prioritas. Cakupan proyek 4G nasional  target 2021-22 akan dengan 7904 lokasi  BTS. Spesifik di wilayah NTT akan dibngun 421 lok.” Jelas Nugroho.

Rencana bangun BTD di 421 lokasi ada 14 lokasi POI point of inter conection didalm ada digital juga.

“Saat ini sudah 2 lokasi RFC (Ready for Cunstruction) jadi kita berharap 14 lokasi jadi salah satu link untuk interntional connection dari Fiber optik yang dimiliki oleh Bhakti maupun fiber optik nasional.” Jelasnya lagi.

“Jalur fiber otik pala fahing dari waingapu, Sabu dan Kupang. Sedangkan yang dimiliki telkom dan morateil yang disiapkan oleh POI yang sangat dibutuhkan untuk mengkoneksi jalur  BTS-BTS yang akan dibangun. Tentu ini sangat penting kalau kita bicara internet cepat,  kita sangat butuhkan titik-titik POI untuk segera dibangun. Karena ini akan menentukan terhadap BTS  4G Kita.” ujar Nugroho.

Tahapan pembangunan BTS 4G langkah-langkah yang harus dilaksanakan pertama dari sisi perencanaan pembngunan BTS sudah dilaksanakan.

“Survei BTS 4G yang tentunya saya berterima kasih kepada para bupati dengan Kadis Kominfo yang telah laksanakan survei ini.
Pra DRM (pra Desain Review Meeting) didalamnya aktifitas assesmen teknis untuk memilih lokasi titik-titik BTS-BTS tadi. Akuisisi lahan ini penting untuk mendukung pembangunan BTS 4G, dan untuk perjanjian pakai lahan yang tadi disampaikan menteri yakni perjanjian pakai lahan ini sangat dibutuhkan dukungan pemda.” Ujarnya mengingatkan.

Dari 15 kabupaten ada 8 wilayah yang sudah terlayani jaringan 4G yaitu Alor, Ende, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur, TTS, dan 7 kabupaten belum terlayani sama sekali 4G yaitu : kabupaten Kupang, Nagekeo, Rote Ndao, Sabu Raiju, Sumba Barat SBD, Sumba Tengah.

Nugroho menyebutkan bahwa saat ini  terdapat  33 titik lokasi BTS  yang  akan dibangun, 33 BTS 4G  Opsel existing, seluruhnya sudah dilakukan survei untuk percepatan pra DRM dan akuisia lahan untuk pembangunan BTS 4G yang akan on air pada periode September, Oktober hingga November  2021.

Nugroho juga menyebutkan syarat percepatan pembangunan BTS 4G dan pelayanan Bhakti Kominfo butuh dukungan pemerintah antara lain :  percepatan administrai legalitas lahan hibah dari pemilik lahan ke pemkab, penyediaan lahan dari pemkab untuk digunakan sebagai lahan pembangunan BTD dengan skema pinjam pakai atas nama pemerintah kabupaten dengan Bhakti Kominfo, penyediaan lahan dari pemda untuk digunakan sebagai lahan pembangunan POIbdan Repeater dengan skema pinjam pakai lahan antara pemerintah kabupaten dengan Bhakti Kominfo, proses yang terkait pengurusan IMB, Surat dan akte hibah, Surat Keterangan Kepemilikan Tanah (SKKT) atas lahan yang dihibahkan ke pemkab dan perjanjian pinjam pakai lahan.

Status lahan di NYT ada 6 lahan desa, 67 tanah Pemda yang ready ppL, 70 tanah pribadi/masyarakat hibah ke pemda, dan 278 lahan sudah disurvei dan dalam tahapan pra DRM.

Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman dan penyerahan cinderamata maket BTS 4G dari Bhakti Koninfo kepada Menteri Jhony G.Plate kepada ke 15 bupati yang hadir.

Sementara itu Bupati TTU Djuandi David dan Bupati Manggarai Timur Agas  Andreas kepada media ini menyatakan pada dasarnya sebagai pemerintah mereka selalu siap mendukung program pembangunan BTS 4G di wilayah masing, demi mewujudkan  komitmen gubernur NTT dalam hal electronict goverment dan elecrtonict infrastructure.|| juli br

 

  • Bagikan