Pemprov.NTT Gelar Bakohumas Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Musim Pancaroba dan Fenomena La Nina

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| Pemerintah Provinsi NTT lewat Biro Administrasi Pimpinan Setda.Provinsi NTT menggelar Pertemuan Bakohumas V dengan Thema “Kesiapsiagaan Memasuki Musim Pancaroba dan Menghadapi Fenomena Alam La Nina di NTT” karena tingginya potensi bencana.

Peserta mengikuti sambutan asisten 2 Dra.Errni Usboko

Kegiatan digelar di Aula Hotel Sasando Pasir Panjang, Kupang (Jumat, 26/11) yang dibuka oleh Asisten 2 Setda NTT Dra.Erni Usboko.

Peserta adalah dari pimpinan Forkopimda NTT, perwakilan DPRD NTT,  pimpinan OPD lingkup Setda NTT, pimpinan lembaga agam, BMKG NTT, Kepala Stasiun Meterologi Maritim Tenau pimpinan instansk vertikal dna swasta serta perwakilan media.

Nara sumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Pelaksana BPBD NTT dan Kepala Setasiun Klimatologi Kelas Ii Kupang.

Ketua Panitia Kegiatan Frans Tiran dalam  laporannya mengatakan maksud kegiatan adalah memberikan pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait kesiapsiagaan memasuki musim pancaroba dan menghadapi fenomena Alam La Nina di NTT.

Sedangkan tujuan meningkatkan pemahaman tentang ciri-ciri alam memasuki pancaroba dan fenomena La Lina, mengetahui dan melaksanakan langkah-langkah antisipatif cuaca ekstrim memasuki musim pancaroba dan fenomena la nina, berikan pemahaman La Nina dan dampak ikutannya, tahu managemen informasi dan penanganan agar diketahui oleh lapisan masyarakat luas ke pelosok, tahu langkah-langkah dini yang perlu dilaksanakan agar selamat dari bahaya berbagi bencana alam yang kerap terjadi di NTT, tahu upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tentang pemetaan terhadap daerah potensi bencana dan langkah-langkah tanggap bencana, tingkat pemahaman tentang tugas dan peran dari BPBD NTt dan BMKG NTT, membangun kesadaran agar turut terlibat dalam aktif  lakukan mitigasi bencana sehingga dapat kurangi risiko bencan, mendorong eran aktif dari semua komponen lembaga untuk ikut serta dalam melakukan mitigasi bencana.

Dra.Erni Usboko, Asisten 2 setda NTT mengatakan pemprov.NTT sangat  mengapresiasi  kegiatan Bakohumas V dengan yang membahas terkait kewaspadaan dini hadapi musim pancaroba dan fenomwna alam la nina.

Ia mengatakan karena fakta yang terjadi di hampir seluruh wilayah NTT terjadi berbagai bencana hingga pertengahan Nopember 2021 baik hujan dengan intensitas rendah sampai tinggi yang sebabkan banjir yang menandakan secara umum NTT sudah memasuki musim pancaroba yakni peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Perubahan cuaca yang bisa menyebabkan berbagai bencana banjir, kilat guntur dan bahkan angin puting beliung yang lebih besar membawa potensi kerusakan yang besar dan merugikan bukan hanya harta benda tapi juga korban jiwa.

“Dampak inilah yang harus diwaspadai dan lewat Bakohumas V inilah pemerintah provinsi NTT berharap ada kesepahaman pendapat dan tindakan lewat program kesiapsiagaan bencana mempersiapkan masyarakat menghadapi datangnya bencana yang akan timbul akibat musim pancaroba dan fenomena la lina.” Ujar Erni.

Erni juga mengingatka  bahwa fenomena La Lina bukanlah bencana tapi perubahan iklim yang tidak menentu akibat adanya perubahan iklim dari wilayah lain di negara tetangga berbatasan laut dengan NTT.

Melalui pertemuan Bakohumas V ini, saya sangat berharap kepada semua yang hadir untuk dapat berbagi pengetahuan, pengalaman serta meneguhkan komitmen, dukungan dan perhatian dari semua pihak dalam upaya penanggulangan bencana di NTT. Perlu dipersiapkan berbagai tindakan preventif untuk mengulangi kerusakan yang mungkin bisa saja trjadi akibat cuaca ekatrim maupun La Nina yang biasa terjadi di awal tahun.

Nara sumber terkait Siaga La Nina 202/2022 di NTT disampaikan Ambrosius,S.Sos,MM Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT yang menjelaskan bahwa di NTT ada 811 kejadian bencana. Volume terbesar adalah Angin Puting Beliung, lalu banjir, bencana lain (kerusakan transportasi 32,4%, banjir dan tanah longsor 27,3%, gempa bumi 20,2%, epidemic 18,2%, konflikn13,2%, erupsi 12,2%, kebakaran hutan 7,1% dan tsunami 5,1%), Kebakaran, Kekeringan dan gelombang pasang.

Rekomendai BMKG adalah pada periode peralihan muaim (Oktober – Nopember 2021) perlu diwaspadai cuaca ekstrim seperti hujan lebt, angin kencang, puting beliung dan potenso hujan yang bisa terjadi pada periode tersebut..

Pemerintah Daerah dan masyarakat di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor diminta waspada menjelang dan luncak musim hujan terutama di wilayah yang mengalami musim hujan lebih basah dari normalnya.

Periode muaim hujan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambahkan luas tanam, melakukan panen air hujajndan mwngisi waduk/danau yang berguna untuk periode musim kemarau yang akan datang.

Sedangkan langkah atau tindak lanjut adalah mengacu pada prakiraan awal musim hujan (AMH) 2021/2022 maka gubernur telah menghimbau para bupati dan walikota se NTT untuk melakukan langkah-langkah antisipasi musim hujan melalui SK Gubernur nomor 360/26/BPBD/ 2021 tanggal 16/09.

Menindaklanjuti himbauan gubernur pada setiap kesempatan rapat dengan kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota se-NTT selalu mengingatkan untuk melakukan langkah kesiapsiagaan dengan terus melakukan langkah kesiapsiagaan dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga di wilayah masing-masing terutama yang berdiam di wilayah rawan bencana hidrometerologis.

Terkait waspada La Nina pada 18/11/2021 BMKG merilis peringatan dini La Nina diinformasikan terkait perkembangan terbaru suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur yang menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewatibambang batas La Nina yaitu sebesar -0,61 pada dasarian pertama Oktober 2021 dan berpotensi untuk terus berkembang serta segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang yang setidaknya terjadi hingga Pebruari 2022.

La Nina tahun 2021 diprediksi akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulan berkisar antarav20-70% di atas normal (curah hujan tinggi) sehingga perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap yang berpotensi akan memicu bencana hidrometerologi (bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung dll).

BPBD NTT sudah siapkan Dokumen Rencana Konfigurasi Penanganan Bencana Cuaca Ekstrim, lakukan seminar publik kewaspadaan terhadap cuaca ektrim dan sion tropis pada 2 Nopember 2021 sebagai rujukan penyempurnaanbRencana Kontigensi Bencana Cuaca Ekstrim.

Akan segera gelar gladi resik (table top exercise dan gladi Pos Komando Tanggap Darurat dengan melibatkan semua pihak yang terkait dalam penanggulangan bencana cuaca ekstrim, mensosialisasikan kewaspadaan terhadap ancaman La Nina melalui media cetak dan online, terus menghimbau kepada BPBD kabupaten kota untuk memastikan peringatan dini cuaca dari BMKG disampaikan kepada warga msyarakat agar mampu mengenali secara dini dan menghindari dampak bencana.|| juli br

 

 

  • Bagikan