Pemkot dan IKKON Kupang 2019 Teken MoU Pengembangan Project IKKON Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat

KUPANG, TOP NEWS NTT ■■ IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) adalah meruapakn sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Hal ini dijelaskan oleh Budi Suyanto (Mentor project Sosialisasi Kegiatan IKKON 2019) didampingi tim pada press comfress di Ja’o Coffee Cafe pada Jumat, 6 Agustus 2019.

Kepada insan pers, Budi Suyatno melaporkan bahwa untuk tahun 2019,  project Sosialisasi Kegiatan IKKON 2019 di NTT  dilakukan untuk area Kota Kupang. Sedangkan area lain yang juga telah dilakukan secara serempak adalah Kabupaten Aceh, Kota Tanjung Pinang, Kota Tomohon dan Kabupaten Lombok Timur yang sudah berlangsung selama 3 bulan. Dan September 2019 adalah bulan terakhir pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini.

Pada kegiatan sosialisasi di Kota Kupang, IKKON 2019  mengajak kalangan masyarakat kreatif Kota Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan IKKON Kupang 2019.

“Kolaborator yang telah diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan IKKON 2019 Kota Kupang adalah Pemkot Kupang, Dinas Pariwisata Kota Kupang, Dekranasda Kota Kupang, Komunitas Kreatif Kota Kupang, Pengrajin tenun, anyaman lontar, ssnggar tari, media lokal Kupang dan nasional.” Ujar Budi menjelaskan.

Salah satu kegiatan adalah search (mencari) potensi apa saja di 6 kecamatan di Kota Kupang  yang dilakukan pada trip pertama  pada Juli 2019 selama 14 hari diseluruh wilayah Kota Kupang, sedangkan pada trip  kedua IKKON melakukan perencanaan desain terhadap hasil search trip pertama IKKON 2019.

Dari pencarian pertama, IKKON Kupang menemukan begitu banyak yang bisa dijadkan sebuah  brand essence atau ikon utama yang jadi ciri khas Kota Kupang yang memenuhi standar IKKON yaitu  ‘Romantic, Empathy, Passionate, Raw and Nostalgia’ yang akan diangkat menjadi produk kreatifitas yang bernilai jual lewat pelatihan keterampilan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai seni tinggi dan bernilai jual tinggi.

Hasil pemetaan dari kedua trip terhadap yang bisa diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi dan jadi ikon Kota Kupang terbanyak adalah  di Desa Penkase sehingga IKKON Kupang menjadikannya sebagai pilot project Pewarnaan alami bahan dasar Tenun Ikat NTT. Karena disana masih banyak potensi alam yang bisa dijadika bahan dasar pewarnaan kain tenun ikat.

Dalam press comfress ini pembicara yang mewakili pemkot Kupang adalah Maria Fernandez dari Dispar Kota iKupang,  IKKON Kupang 2019 adalah Budi Suyatno (Mentor), Aminah Agustinah (Antropologi), Sri Wahyuni (Pengembang Bisnis), Eko Cahyo Saputro (arsitek). Sedangkan team lain yang ikut hadir adalah Ferry C.Nugroho (Korepgrafer), Elizabeth Marcelina (Desainer tekstil), Mirza Maulana (Desainer Grafis), Wisnu Purbandaru (desainer produk), !Aldri Indrayana (Desainer Faashion), Rina Kusumastuti (Fotographer) dan Ulul Albab (Vidiographer).

Tujuan pelaksanaan Sosialisasi kegiatan IKKON Kota Kupang 2019, jelas Budi diharapkan dapat memberi dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat secara langsung. Dengannya akan muncul produk-produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari masing-masing daerah.

Harapan lain adalah kedepannya akan semakin banyak pelaku ekonomi kreatif (komunitas, pelaku usaha dan seluruh masyarakat) di Kota Kupang dapat berkolaborasi dengan team IKKON Kupang 2019 untuk berinovasi dan berkreasi demi memajukan ekonomi msyarakat Kota Kupang.

Pommy Odja, Kasie Sarana Prasarana Dispar Kota Kupang mewakili Pemkot Kupang kepada media ini menjelaskan point – oint penting yang sudah dilakukan Pemkot Kupang dengan BeKraf sebagai wujud dukungan terhadap project IKKON 2019, yaitu :
1. Kerja sama antara pemkot Kupang  dan  BeKraf dalam bentuk MoU;
2. Program kolaboratif antara BeKraf yaitu pembangunan  (misbar dan IKKON);
3. Misbar tahun ini rencanakan akan dilakukan peletakan batu pertama dalam bulan September 2019;
4. IKKON sudah jalan sampai 3 trip dan akan dilakukan Festival pada 17 Oktober 2019;
5. Kerja sama Pemkot dan BeKraf dalam IKKON berkaitan dengan prototipe, festival, pameran, penginapan dan transportasi;
6. Trip pertama IKKON  jadwalkan akan lakukan  survey dan penetapan lokasi, trip ke-2 adalah mengumpulkan bahan-bahan dan penentuan kolaborator dan komunitas pendukung; trip 3 persiapan prototipe dan pelaksanaan pameran. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *