PELNI Cabang Kupang Sosialisasi Kapal Tol.Laut Trayek T-28 dan Aplikasi SITOLAUT

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT|| PELNI Kupang menggelar Sosialisasi Tol Laut Trayek T-28 dan pengenalan Aplikasi SITOLAUT di Aula Hotel Pelangi (Rabu, 13/10).

Sosialisasi dihadiri sebagai pemateri antara lain kepala PELNI Cabang Kupang Akhmad Syafran, Kadis Perhubungan NTT Ishak Nuka,  perwakilan KSOP Kupang dan Perwakilan Disperindak NTT serta pelaku UMKM dan media.

Tujuan sosialisasi menurut kepala PELNI Cabang Kupang Akhmad Syafran adalah guna memperkenalkan secara luas kepada masyarakat NTT secara umum, secara khusus kepada pengusaha (supplier, Shipper dan Consignee) bahwa pemerintah pusat (presiden Jokowi) sudah memberikan hadiah Kapal Tol Laut Trayek-28 Kendhaga 7 untuk melayani perdagangan wilayah Indonesia Timur (Kupang-Merauke) serta memperkenalkan alur prosedur mengakses fasilitas Kapal Tol Laut yang mampunyai kapasitas 20 kontainer, terutama kemudahan mendaftar baik sebagai supplier, shipper dan consignee di Aplikasi SITOLAUT.

“Presiden Jokowi sudah memberikan kita sk lewat Dirjen Perhubungan Laut sebuah kapal tol laut Kendhaga 7 Trayek T-28 dengan trayek Kupang-Waingapu, Waingapu-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Atapupu atau Wini, Labuan Bajo- Merauke, Merauke -Kupang.” Jelas A.Syafran membuka kegiatan sosialisasi yang Kamis, 14/10 akan dilanjutkan lewat zoom dengan melibatkan pelaku usaha UKM yang akan menjadi pengguna kapal ini bagaimana mendaftar lewat Aplikasi SITOLAUT.

Menurut Syafran, minggu lalu sudah terjadi pemberangkatan poin 1 Kupang Merauke (pelayaran perdana), tapi masih komoditi dari Kupang masih nihil, tapi esok akan tiba dari Merauke ke Kupang dengan membawa beras. Ia berharap pada  pemberangkatan ponit 2 Kupang-Merauke, kapal terisi komoditi.

“Kami berharap kapal bisa terrisi oleh barang dadr supplier di Kupang sehingga menuju Merauke ada yang bisa dibawa. Sehingga  tol laut Trayek T-28 bisa memberi manfaatkan dan menggairahkan perdagangan antar kedua provinsi, dan memangkas diapritas harga di kedua daerah tersebut.” Ujar Syafran menutup sambutannya.

Ishak Nuka kadis Perhubungan NTT dalam sambutannya menyatakan sangat bersyukur dengan  kehadiran tol laut Trayek T-28 bagi NTT.

“Dan ini kapal milik kita, karena kapal ini home base -nya di Kupang jadi  milik NTT. Apalagi kapal ini hasil kebijakan subsidi pemerintah pusat. Sehingga kita harus bersyukur punya kapal ini.” Ujar Ishak.

Dengan Rute baru Kupang-Waingapu, Waingapu-Labuan Bajo, Waingapu-Reo, Merauke-Wini dan Kupang, menurut Ishak sudah menjadi penghubung antar pulau di NTT dengan Merauke. Diharapkan komodito andalan setiap kabupaten bisa dijual ke Merauke dan sebaliknya dari Merauke ke NTT.

“Kapal ini tidak boleh jalan kosong,  karena menurut kepala Pelni tadi,  point pertama Kupang-Merauke nihil atau kosong. Saat ini Merauke ke Kupang akan tiba besok Kamis, 14/10 dengan  membawa beras ke NTT. Menurut informasi  ads 6 kontainer, 4 kontainernya turun di Tenau, Kupang  dan 2 kontainer akan diturunkan dii Labuan Bajo. Ini sangat menjanjikan bagi perdagangan NTT.” Ujarnya.

“Saya berharap agar para pengusaha di NTT dapat memanfaatkan kehadiran kapal ini agar saat balik ke Merauke, terisi dengan apa yang bisa di bawa ke sana. Misalnya  ke Waingapu, Labuan Bajo dna Reo, ada kebutuhan apa disana yang bisa dibawa dari daratan Timor, juga ke Merauke.  Sshingga kapal berguna. Kita akan lebih fokus dagang ke wilayah Indotim. Ke wilayah timor sesuai isntruksi presiden. Selama ini ke barat dan tengah dan ke timur baru kali ini dengan kehadiran kapal tol laut Trayek T-28 akan membuka peluang kita untuk berdagang ke wilayah timur.” Ujar Ishak optimis.

Ia berharap kedepan NTT akan lakukan perdagangan dengan sesama rumpun milanesia,  kali ini ke merauke tapi bisa ke negara New Seand dll. Dna cikal bakal dengan T-28 kita akan lakukan perdagangan dengan bangsa sesama milanesia.

“Dan kita bersyukur pemerintah pusat  lewat Kementerian Perhubungan  merespon pikiran dari gubernur NTT. Dan inin jawaban atas visi dan misi gubernur dan wakil gubernur dan manfaatkan secara baik. Memang baru sebulan Trayek T-28. Saya berharap Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan UKM NTT bisa kerja asma dengan Dinas Perhubungan Perindustrian dan UKM  di papua. Kira-kira apa yang mereka butuh dari NTT. Mereka butuh bawang merah dan kita sedang surplus bawang merah. Sehingga kita lihat seperti apa jadwalnya agar bawang tidak rusak jadi langsung Kupang ke Merauke. Ada kapal dari Rote ada Garda Maritim datangkan barang dari Rote dan simpan ke Kupang dan dubawa ke Merauke. Babi, moke, dll harga sangat mahal di Merauke dan NTT punya banyak. Misalnya babi harga termurah Rp20 juta. Ayam, sapi dll bisa disurvei apa yang dibutuhkan di Merauke dan informasi ini kita harapkan dari Disperindak NTT bisa lebih pro aktif komunikasi.” Tandas Ishak.

Menurutnya Dinas terkait harus menyiapkan komoditi yang harus dibawa ke Merauke, agar kapal tol laut bisa dimanfaatkan. Karena kapal ini adalah subsidi dari pemerintah pusat untuk NTT. kapal tol laut adalah dampak dari adanya subsidi pemerintah pusat. Yang merupakan program direktorat perhubungan laut.

Atas nama pemerintah ishak memberi apresiasi kepada Pelni atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini.

Agas dan Surya sebagai pemateri terkait Kapal Tol Laut dan Aplikasi SITOLAUT antaraain menjelaskan terkait kapasitas kapal, bagaimana cara lakukan booking kontainer lewat aplikasi SITOLAUT dan apa saya yang dibutuhkan supplier, shipper dan consignee dalam mengkases SITOLAUT agar dapat memanfaatkan fasilitas kapal Tol Laut Trayek-T-28 (Kendhaga 7) dan biaya-biaya apa saja serta jumlah biaya yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan kapal tol laut Trayek T-28.

Baik Shipper, Supplier dan Consignee (JPT penyedia Kapal, Penyedia Barang dan penetima) harus mendaftar lewat aplikasi SITOLAUT dan harus memiliki.3 aku  yakni akun Shipper (Kapal/JPT), Supplier (Perusahaan penyedia komoditi) dan Consignee (Perusahaan penerima komoditi). Dalam sosialisasi ini dijelaskan juga terkait biaya-biaya menggunakan kontainer di kapal ini dan biaya di pelabuhan.

Sedangkan kelengkapan administrasi bagi supplier, Shipper dan Cinsignee adalah memiliki  NPWP Perusahaan, NIB, Akte Notaris Perusahaan serta  menandatangani Pakta Integritas. Semuanya dapat diakses lewat Aplikaso SITOLAUT dan bahkan bisa bertanya ke KSOP Pelabuhan dan PELNI yang siap membantu pendaftaran.

Sosialisasi diisi dengan sesi tanya jawab.|| juli br

  • Bagikan