Pameran 1000 Bonsai, KOBOI Edukasi Pengunjung Seni Bentuk Bonsai

  • Bagikan

**Geliatkan Ekonomi Masyarakat NTT Bangkit Dari Pandemi**

NTT, TOPNewsNTT|| Dekranasda Provinsi NTT dibawah kepemimpinan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat (Bunda 1) dengan dukungan Bunda 2 (Maria Fransisca Djogo) terus melakukan berbagai upaya serius dan masiv di seluruh NTT lewat berbagai gebrakan program.

Setelah pembukaan One Stop Shopping Dekranasda NTT dengan Digital Market DekranasdaNTT yang menjual berbagai hasil produk tenun ikat NTT, baik kain tenun, busana dan aksesoris berbahan tenun ikat NTT, produk makanan dan minuman asli NTT, lengkap dengan caffenya, pelatihan tenun ikat, pelatihan pembuatan topi Ti’i Langga, peluncuran Boot Minuman Berbahan Kelor Hay Drink di 19 kelurahan di kota Kupang, Kamis 29/10 Bunda Julie Sutrisno Laiskodat gandeng Komunitas Bonsai Kupang (KOBOI) menggelar Pameran Bonsai dengan Thema “NTT Hijau Dalam Pesona 1000 Bonsai” yang berlangsung selama 3 hari  (28-30/10).

Menggunakan areal parkir Rujab Gubernur NTT di jalan El Tari, Pameran Bonsai 2021 ini menggandeng Komunitas Bonsai Kupang (KOBOI) yang diketuai oleh Christofel Puan Wawin, SH.

Ketua KOBOI Christofel Puan Wawin,SH

Pada hari kedua pameran (29/10) dalam kunjungan awak media, Ito (sapaan red) mengatakan bahwa sangat bersyukur dengan ide pameran yang sudah dimulai dari 28/10 dan dibuka Bunda Julie dan dihadiri oleh Dirjen Kehutanan.

“Hari pertama dilakukan workshop dengan tujuan edukasi secara theori. Dan hari ini kami ingin lakukan edukasi dengan lakukan demo bagaimana memelihara dan membentuk bonsai. Dan besok kami akan open order, namum menurutnya tidak semua bonsai dapat dijual. Karena milik kolektor dan pegiat bonsai yang bukan ingin mengejar finansialnya tapi lebih ke hobby.” Jelas Ito dalam wawancara bersama awak media.

Ia mengatakan, karena ini pertama kali pameran dan waktunya singkat hanya 3 hari, maka akan dimaksimalkan ke tujuan edukasinya dulu. Yakni menjelaskan ke pengunjung apa saja tentang bonsai mulai dari apa itu bonsai, bagaimana cara memulai membuat bonsai, merawat dan menikmati nilai seni dari sebuah proses panjang pembentukan sebuah tanaman bonsai.

“Edukasi yang ingin kami beri bagi pengunjung pameran adalah nilai seni yang muncul dari sebuah proses pemeliharaan dan pembentukan tanaman berkayu keras yang mungkin di kehidupan normatif manusia menjadi gulma atau tanaman pengganggu, di dunia bonsai malah menjadi sebuah karya seni luar biasa. Nilai seni dan kepuasan akan hasil akhir ini yang menjadi pembayar paling memuskan dibanding nilai uang.” Cetus Ito.

“Konsep awal saya dan beberapa pemateri adalah mengedukasi pengunjung terkait pohon apa yang cocok dijadikan bonsai dan media tanam apa serta bagaimana membentuk dan merawat pohon tertentu menjadi bonsai berpenampilan unik dan indah.” Jelas Ito

Harga pohon bonsai, jelas Ito terletak pada seberapa tinggi tingkat kematangan pohon mulai dari akar, pohon, daun dan ranting. Makin matang makin mahal. Ada yang Rp50an juta, dan anakan atau bibit bonsai Rp500 ribu ke bawah.

Dalam pameran kali ini hanya komunitas KOBOI saja yang terlibat dan ada 35 pegiat bonsai.

“Kami berharap lewat pameran ini pegiat bonsai bisa masuk ke komunitas yang ada untuk sama-sama memperkenalkan lebih dalam terkait seni membentuk bonsai. Sehingga bisa dijadikan sebuah profesi demi meningkatkan ekonomi masyarakat NTT dari kondisi dampak pandemi.”ujarnya berharap.|| juli br 

 

  • Bagikan