Marce Isu 8 Tahun Menderita Tumor Bahu Dan Hamil 7 Bulan : “Saya Hanya Ingin Sembuh Dan Anak Saya Lahir Selamat, Moga Ada Yang Bisa Bantu Saya”

NTT, Top News NTT, Demikian pernyataan Marce Isu (34 tahun) penderita tumor bahu berasal dari desa Lakat, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, Provinsi NTT kepada Media ini di Hotel Sasando tempat mereka menginap pada Senin, 4/3/2019 tentang keinginannya untuk sembuh.

Tumor di  bahu  kanannya  yang dideritanya sudah 8 tahun ini, membuatnya tidak mampu berbuat apa-apa. Ibu berusia 34 tahun yang sudah ditinggalkan suami akibat sakitnya ini hanya bisa menangis sedih dan berusaha menguatkan hati apalagi dirinya tengah hamil 7 bulan.

Dengan mata berkaca sambil menguatkan hati ia berucap lirih : “keinginan saya ibu, saya ingin sembuh dari tumor ini, dan saya ingin bisa melahirkan dengan selamat anak saya. Karena anak ini sudah saya tunggu selama 12 tahun pernikahan dengan suami saya Yusuf Nale.” Ujarnya terbata diantara tetesan air mata sedih sambil meringis kesakitan menahan beban bengkak akibat tumpr dibahunga yang hampir seperti dua buah kelapa.

Menurut Marce, kehamilan 7 bulannya ini adalah buah cinta kasihnya bersama Yusuf Nale suaminya. Namun sejak Agustus 2018 lalu, akibat tumor  yang makin membesar, sang suami dengan tega memulangkan dirinya ke keluarga dengan alasan tidak sanggup membiayai pengobatannya. Karena profesi suaminya hanya sebagai petani sawah.

Praktis sejak Agustus 2018, Marce yang tengah sakit dan hamil 7 bulan tinggal dan menjadi tanggungan keluarga. Walau dalam kondisi sakit suaminya tega memulangkan dirinya ke keluarga tanpa membawa apapun dari hasil keringat mengolah sawah selama 12 tahun  berumah tangga. Inilah yang makin memberatkan penderitaan Marce yang.seharusnya ditemani dan dirawat juga oleh suami yang menikahinya secara sah.

“Saya hamil 7 bulan ini sudah kami tunggu bersama suami selama 12 tahun. Tapi saat Agustya 2018 bengkak ini makin besar dan saya sudah tidak berdaya dan hamil, malah suami pulangkan saya. Tega sekali. Tapi saya akan kuatkan hati karena saya mau sembuh, saya mau melahirkan anak saya dengan selamat. Setelah itu terserah pada kehendak Tuhan. Saya ingin lihat anak saya. Itu keinginan saya.” Ujarnya sedih dengan menghapus derai air mata yang menetes dikedua pipinya dengan lengan kanannya yang sudah membesar karena bengkak akibat tumor dibaguan bahu kanannya.

Marce dengan berurai air mata ungkapkan kepada media didampingi Ruth Agnes Bunga Ratu (Ketua Komunitas Peduli Kemanusiaan)  yang berkedudukan di Soe bahwa saat ini keinginan terbesarnya adalah sembuh total dan melahirkan anaknya dengan selamat. Karena anak ini sudah ditunggu selama 12 tahun pernikahannya bersama suami. Tapi malang  justeru di saat dirinya hamil dan seharusnya ia dan suami berbahagia, justeru tumor yang awalnya hanya benjolan kecil didalam ketiaknya makin menbesar melebihi buah kelapa dan dirinya di pulangkan suami ke keluarganya.

Kenyataan miris inilah yang makin membuat Marce terpuruk dalam kesedihan dan kesulitan. Harusnya saat ini ia didukung oleh suami tercinta terutama dalam masalah keuangan, malah ia harus sendirian menahan rasa sakit dibahunya yang sudah pecah berlubang dibagian depan bahu dan mengeluarkan cairan darah bercampur nanah.

Kondisi miris Mama Marce inilah yang mendorong Agnes Bunga Ratu, Grace (komunitas peduli kemanusiaan TTS), dan Sipri (dari TTS Adil) membawanya ke Kupang untuk pemeriksaan awal guna lanjutkan tindakan medis atas Mama Marce walau hanya dengan saldo Komunitas yang hanya Rp.3.000.000. Agnes nyatakan nekad karena hati nuraninya dan teman-teman merasa miris dan tidak sanggup melihat kondisi miris mama Marce yang ibarat kata pepatah “sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”

Kepada Media ini Agnes menjelaskan bahwa selama 8  tahun, mama Marce belum pernah memeriksakan kondisi bahunya kepada dokter puskesmas karena ketiadaan biaya.

“Hari ini kami sudah daftarkan mama Marce RSU W.Z.Yohanes, namun karena lab sudah tutup besok akan lanjutkan pemeriksaan lengkap (biopsi). Dan kita lihat apa hasilnya dan rekomendasi dokter, jika memang harus dioperasi di luar NTT bahkan ke Singapura pun akan kami bawa dengan berkat pertolongan Tuhan. Kami yakin Tuhan akan buka jalan. Karena tiada yang mustahil bagiNya.” Ujar Agnes haru namun yakin.

Agnes juga ungkapkan himbauan akan pihak manapun yang punya hati dan peduli untuk membantu bisa menyalurkan sumbangan berapapun ke no rekening BRI an. PANITIA KEG.GERAKAN KASIH PEDULI KEMANUSIAAN BRI No : 0277-01-010-729-53-0.

Kontak person Ruth Agnes Bunga Ratu no HP :  0813-3939-7069, Grace HP No : 0813-3988-8276 dan TTS Adil : 0812-3062-2225.

“Seberapa besarpun kepedulian anda, akan menyelamatkan dua nyawa, mama Marce dan anak dalam kandungannya.” Ujar Agnes di akhir wawancara kami. ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *