Managemen “Terbang” Yustin Romas,S.Pd Bawa SMKN Wae Ri’ri Menuju Persiapan Sekolah Unggul

NTT, TOP NEWS NTT■■ Managemen “Terbang” dalam kepemimpinan kasek Yustin Romas,S.Pd membawa SMKN Wae Ri’i  menuju persiapan  “Sekolah Unggul” tingkat Provinsi NTT,  setelah  alami peningkatan baik dalam kualitas dan kuantitas sejak 2013 ia menjabat. SMKN Wae Ri’i adalah satu-satunya Sekolah Kejuruan yang terletak di Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

Managemen “terbang” dalam pengelolaan sekolah ini menurut Yustin, karena mengikuti komitmen gubernur NTT yang mengajak setiap ASN dan masyarakat jangan hanya berlari tapi terbang jika ingin mengejar ketertinggalan provinsi ini. “Kami jawab tantangan itu dengan sistem managemen “terbang” agar bisa kejar ketertinggalan. Sebagai satu-satunya sekolah kejuruan negeri yang berada ditingkat kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai ini ternyata sangat menarik animo masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka yang  jumlah siswa terus alami  peningkatan  setiap tahunnya.” ujar Yustin kepada media ini Senin,5/8/2019 di  Silvya Imperial Hotel Kupang.

SMKN Wae Ri’i, di kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai

“Animo itu terutama ke jurusan Teknik Bisnis Kendaraan Bermotor yang pada PPDB 2019 ini mencapai  200 siswa,  tapi hanya 108 siswa yang diterima. Daya tarik SMKN ini adalah karena memiliki asrama puteri-putera  dengan kapasitas 120 siswa, yang membuat siswa dari Manggarai Barat dan Manggarai Timur  berlomba bersekolah disekolah ini. Saat ini sekolah ini sudah ada 7 jurusan andalan kami. Kami juga memberlakukan “full day school” serta penerapan sistem gugur bagi siswa/i yang nilai KKM dibawah standar serta disiplin dan karakter yang buruk. Sehingga saya jamin lulusan sekolah kami berkualitas dan berintelektual serta adalah tenaga kerja siap pakai.” Jelasnya berpromosi.

Yustin dengan bangga menjelaskan bahwa sampai dengan  PPDB tahun 2019/2020 ini adalah tahun ketiga melaksanakan UNBK. Dan Sekolah kejuruan dengan 7 Jurusan yaitu Teknik Bisnis Sepeda  Motor,  Desain Permodelan Informasi Bangunan, Agronomi Olah Hasil Pertanian, Agronomi Ternak Dan Anominsia, Agronomi Tanaman  Dan Horti, Jasa Boga dan atas himbauan Ibu gubernur agar setiap kabupaten buka jurusan Tenun Griya. Dan pada Tahun Ajaran 2019/2020 SMKN Wae Ri’i resmi membuka  Jurusan Tenun Kriya dan pada tahun pertama jurusan ini sudah  ada 33 siswa  yang mendaftar.

Pada setiap jurusan ada pelajaran komputer.  Dan Pola managemen pendidikan disesuaikan dengan pentunjuk Dirjen SMK  yang mengharuskan Kepala SMK lakukan pembentukan karakter siswa, anak tidak gagap teknologi serta  kompetensi. Dan untuk mewujudkannya harus difasilitasi oleh sekolah.

SMKN Wae Ri’i pada 2007 dibuka dengan  jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, tahun 2008 dibuka jurusan Teknik Gambar  Bangunan, dan  tahun berikut dibuka jurusan Penyuluhan Pertanian . Dan pada saat kepemimpinannya di 2013 diubah spektrumnya pada Januari 2014 PPDB SMKN ini berhasil peroleh 228 siswa dan jumlah itu melampaui jumlah kelas 11 dan kelas 12 dan pada 2019 yang mendaftar 557 tapi yang diterima sesuai kapasitas sekolah hanya 428 siswa untuk 13 kelas dan kami bahkan menolak siswa baru lagi.

“Kami masih butuh ruang kelas baru dan peningkatan tenaga guru honor menjadi PNS. Saat ini kami juga  masih butuh guru kejuruan demi memenuhi kebutuhan peningkatan jumlah siswa peminat di SMK ini.”ujar Yustin.

Kapasitas asrama sudah bisa menampung 240 siswa dan siswi. Dan baru pada 2019 ini sekolah ini memperoleh air bersih. Pengelola asrama juga adalah guru di SMKN ini. Demikian juga pengawas bagi penghuni asrama adalah guru-guru single yang sekaligus jadi pembimbing mereka.

Daya tarik SMKN ini adalah usaha bagi siswa untuk peroleh beasiswa dan sudah lebih dari dua ratusan siswa yang dapat beasiswa dan kami sudah MoU dengan Politeknik dan Undana untuk lanjutkan kuliah. Lulusan jurusan Teknik Bisnis Kendaraan Bermotor untuk kerja di bengkel-bengkel dan mereka pergi kursus ke Surabaya dan BLK untuk perdalam keterampilan mereka di bidang otomotif dengan sisten arisan keluarga dan  pulangnya buka usaha sendiri.

“Kami juga sedang berupaya mengubah mindset berpikir masyarakat Manggarai dan siswa tentang sektor pertanian dari usaha yang tidak pantas menjadi pantas digeluti setelah memiliki pendidikan tinggi dengan mendekatkan siswa saat kelas 11 jurusan agro baik pertanian dan peternakan untuk melihat kedua sektor ini jika dikelola dengan managemen dan ilmu yang modern maka akan hasilkan uang banyak. Seperti hortikultura misalnya yang sekarang jadi primadona usaha pertanian. Memang dimana-mana midnset berpikir yang keliru itu ada yaitu jika sudah berpendidikan tinggi, kerja pertanian dan peternakan adalah usaha yang tidak pantas. Mindset ini yang sedang kami ubah dengan mewajibkan siswa kelas 11 turun praktek ke desa-desa. Agar mereka tidak hanya belajar teori saja tapi praktek juga. Saat kelas 12 siswa fokus ke persiapan UNBK saja. Dan turun ke kelompok pertanian agar melihat sendiri proses di lahan pertanian horti bahwa tanah jika dikelola hasilkan uang banyak.” Ungkap Yustin.

Dan jurusan pertanian dan peternakan ini sejalan dengan program “Simantri” nya  Pak Bupati Manggarai yang saat ini sangat memperhatikan kelompok-kelompok pertanian dan peternakan di Manggarai, bahkan beliau  berkomitmen bahwa kebutuhan horti untuk  wilayah Manggarai Barat (Labuan Bajo)  harus dihasilkan dari Manggarai. Dan  untuk tahun 2019 ini saja bisa hasilkan PAD bagi Kabupaten Manggarai  Rp.19 milyar khusus dari pertanian hortikultura bagi kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo. Seluruh kebutuhan hortikultura dari hotel dan resto di Labuan Bajo adalah dari Kabupaten Manggarai.

“Satarmese di Manggarai saat ini jadi pusat tanaman hortikultura. Jurusan di SMKN Wae Ri’i ini kami buat sesuai dengan sda di Manggarai. Bahkan saat ini di SMKN sudah ada alat proses kopi sampai roasting. Bahkan anak diikutkan dalam proses pra panen. Dan kami sudah kerja sama dengan Cafe Mane dan semua hasil kopi sampai jadi biji dan diroasting di sekolah kami. Bahkan siswa kami diajatkan menjadi Barista.” Ungkap Yustin tersenyum bangga.

“Jurusan yang kami buka memang belum ada di sekolah lain dan sesuai kebutuhan daerah kami. Bahkan jurusan terakhir Tenun Kriya ini menjawab kebutuhan dan animo masyarakat yang sesuai komitmen pemprov NTT membudayakan pakaian berbahan tenun ikat NTT sebagai pakaian sehari-sehari wajib dan dunia fashion juga kebetulan menuntut itu sebagai style hidup. Rencanya siswa dari jurusan Tenun Kriya akan kami kirim ke Yogya untuk belajar membuat kerajinan souvenir berbahan tenun ikat. Dijurusan ini siswa belajar tenun, dan juga rancang dan jahit pakaian berbahan tenun ikat NTT. Kami memiliki guru jurusan Tenun Kriya lulusan Undana. Hasil tenun dan busana rancangan dari jurusan ini rencananya akan diikutkan dalam pameran pada  20 Agustus dalam rangka perayaan HUT RI ke 74 2019.” Jelas Yustin lebih lanjut.

SMKN Wae Ri’i juga sudah terapkan sistem Full Day School sejak tahun ajaran 2018. Sehingga semua kegiatan program PKBM diselesaikan dalam 5 hari, Sabtu adalah libur dan siswa silahkan mencari orderab dan kegiatan sesuai jurusan. “Saya sejak masuk ajaran 2019 sudah tinggal disekolah dan siswa diwajibkan bawa makanan. Kami juga memiliki dokter hewan di SMkN ini yang akan membantu siswa pada pelajaran Agro pertanian.” Tandasnya bangga.

Yustin juga usulkan agar pemerintah bisa buka lowongan CPNS untuk lulusan SMK. Kami yakin bahwa lulusan dari SMKN ini bagus karena kami terapkan sistem gugur. Yaitu bagi siswa/i yang tidak penuhi standar nilai KKM dibawah dan kelakuan disiplin buruk kami keluarkan. Jadi yang bisa meneruskan pendidikan adalah yang berkualitas. “Hasil evaluasi dari studi banding saya bahwa siswa kita masih kurang dalam hal karakter, sehingga pendidikan karakter saya kedepankan. Dan  bukti kualitas itu saat dari PT Kalbe datang menguji siswa mengikuti program Petani muda dari sekolah kami dari 15 anak yang kami sodorkan lulus tujuh. Dibandingkan dengan sekolah lain dari 40 siswa tidak ada yang lolos. Dan dari fakta ini bahwa disiplin dalam pendidikan karakter sangat berpengaruh pada mental lulusan. Disiplin juga bagi guru dalam sistem absensi yang terkonek dengan GTK sehingga guru juga disiplin.” Kisahnya bangga.

Permintaan kami pertama peningkatan status guru honor menjadi guru PNS, lalu pemenuhan sarana prasarana sesuai kebutuan sekolah, dan pembukaan lowongan kerja bagi lulusan SMK. Agar lulusannya bisa terserap dengan baik.

“Saya juga memakai sistem “terbang” sesuai komitmen gubernur. Dan apa yang kami lakukan sekarang adalah “terbang”sehingga dalam waktu 5 tahun terakhir dan dalam persiapan menuju sekolah unggul ini hasil terbang.” Imbuh bangga.

Yustin berkomitmen bahwa SMKN Wae Ri’i harus meningkat ke Akreditasi A dan perjuangannya adalah harus penuhi 8 standar pendidikan nasioanal menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSN), yaitu : Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses Pendidikan,  Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan,  Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan dan Standar standar pendidik dan tenaga kependidikan.

“Sekolah ini juga sudah mengukir banyak prestasi, namun ads dua yang paling berkesan yaitu juara lomba petani muda berinovasi yang diselenggarakan oleh PT. Petrokimia di Gresik dua siswa SMKN Waeri’i makalahnya  terpilih diantara 20 makalah seluruh Indonesia sebagai juara harapan 1. Makalah itu adalah  tentang  “pemanfaatan limbah pasar sayur dan buah untuk buat pupuk cair.” Dan 2 siswa dan satu guru kami pergi ke Gresik mempresentasekannya dan peroleh juara harapan 1 atau masuk 5 besar secara nasional untuk seluruh Indonesia. Kedua adalah juara tingkat provinsi NTT juara 4 debat.” Kisahnya diakhir wawancara kami.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *