Lokakarya Sehari Tanda dimulainya Project Land4Lives (#LahanUntukHidup) ICRAF di NTT

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||Pemerintah provinsi NTT lewat Bapelitbangda NTT bersama ICRAF  menggelar Lokakarya Satu Hari membahas land4lives atau LahanUntukKehidupan dengan thema “Bersama Mewujudkan Penghidupan Berketahanan Iklim di Nusa Tenggara Timur” di Ruang Kolbano Swiss Bell Kristal Hotel Pasir Panjang (Kamis, 17/3).

James Roshetko, peneliti juga dan koordinator paket kerja 3 Land4Lives

Lokakarya ICRAF dan Pemprov Nusa Tenggara Timu  menandai dimulainya Project Sustaninable Landscapes For Climate- Resilient Livelihood In Indonesia (Land4Lives) di Nusa Tenggara Timur, World Agroforestry (ICRAF) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur.

Lokus program di NTT di dua lokasi di TTS yakni di Daerah Aliaran Sungai (DAS) Benain dan Noelmina Menjadi Lokus kegiatan aksi perubahan lklim Land4lives kerja sama Indonesia-Kanada.

Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods (Land4Lives) atau #LahanUntukKehidupan adalah proyek kerja sama riset aksi selama 5 tahun (2021-2026) yang dilaksanakan di tiga provinsi yaitu, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Kadis.P3A NTT drg.Lien Andryani,M.Kes

“Saya minta semua dinas terkait untuk ikut aktif mendukung kolaborasi ini dengan menjadi bagian dari proses kegiatannya karena tujuan baik dari kerja sama ini adalah untuk masyarkat dan lingkungan hidup kita,” imbuhnya.

Proyek dengan total nilai 16,8 juta dolar Kanada (Rp 192 Miliar) sepenuhnya dibiayai oleh Global. Affairs Canada (GAC) dan dilaksanakan oleh ICRAF beserta mitra-mitra strategisnya.

Di tingkat nasional, kegiatan Land4Lives mendukung upaya pemerintah melalui Kementrian Perencanaam Pembangunan Nasional/Bappenas untuk mencapai Prioritas Pembangunan Nasional (penguatan penyediaan akses dan mutu suplai pangan); upaya pemerintah dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan pengarusutamaan gender dalam kebijakan dan peraturan yang dihasilkan oleh pemerintah daerah.

Paket program itu dirancang untuk mendukung upaya pencapaian prioritas pembangunan nasional dalam menciptakan penghidupan tahan iklim dan ketahanan pangan bagi masyarakat rentan, khususnya perempuan dan anak perempuan di Indonesia.

Kepala Bagian Perubahan Iklim/Lingkungan Hidup GAC Gayle Barnett yang hadir secara daring mengatakan Land4Lives adalah proyek unggulan pemerintah Kanada untuk perubahan iklim.

Kerja sama dengan pemerintah Indonesia merupakan bentuk komitmen internasional Kanada untuk pembiayaan aksi untuk perubahan iklim oleh negara-negara berkembang guna mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan, masyarakat dengan penghidupan tahan iklim dan kesetaraan gender dalam pengelolaan bentang lahan.

“Di bawah kebijakan Feminist International Assistance Policy, kami percaya jika upaya perubahan iklim skan lebih efektif ketika perempuan dan anak-anak perempuan memiliki peran aktif dalam merancang, mengembangkan dan menerapkan respons perubahan iklim dan lingkungan. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesetaraan gender serta memberdayakan perempuan, termasuk perempuan petani dan para perempuan kepala keluarga,” kata Gayle dalam sambutannya secara daring.

Andree Ekadinata, yang mewakili Direktur ICRAF Indonesia Dr Sonya Dewi, mengatakan Land4Lives sangat sejalan dengan visi dan misi organisasi ICRAF Indonesia, akses yang setara untuk semua orang dalam memperoleh penghidupan yang layak melalui lansekap yang sehat, produktif, dan lestari.

“Kami merasa terhormat mendapat kepercayaan untuk melaksanakan proyek ini karena ini menunjukkan dukungan penuh kami untuk upaya pemerintah dalam memperkuat penghidupan masyarakat dan menjaga lingkungan hidup,” jelasnya.

ICRAF adalah Lembaga Penelitian Internasional yang menjalankan berbagai kegiatan riset yang berfokus pada memberikan manfaat yang dihasilkan oleh pembangunan untuk perbaikan kehidupan, ketahanan, dab keberlangsungan hidup kita dimasa depan dari skala peta lahan dan skala lingkungan.

Sebelumnya ICRAF sudah pernah bekerja di NTT lewat kegiatan Hanopi 2 yang ditujukan bagi petani kecil melalui pola yang lebih baik untuk hasil yang lebih baik.

Membuka kegiatan hadir Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan  Ganef Wurgiyanto, A. Pi dengan pemateri antara lain : Kepala Bappelitbangda NTT Kosmas D.Lana,S.H.,M.Si, Kepala P3A NTT drg.Lien Andryani,M.Kes, Kadis Pertanian dan Ketahananan Pangan NTT Lecky Frederic Koli, Kadis Lingkungan Hidup Ondy Christian Siagian,S.E,.M.Si, Kadis PMD NTT Vicktorius Manek, S Sos,M.Si, Ketua Forum DAS NTT Dr.Ir.Ludj Michael Riwu Kaho,M.Si, Kepala Bappeda TTS Johanis Benu,S.E,M.Si dan ICRAF : Tania Benita, Ni’matul Khasanah dan James Roshekto.

Dalam sambutan, mewakili Gubernur NTT Ganef Wurgiyanto, A. Pi yang memberi pesan singkap agar semoga dari lokakarya ini akan memperoleh berbagai masukan positif demi pelaksanaan program.Land4lives dalam pemanfaatan lahan untuk kehidupan terutama dengan pelibatan perempuan dan anak dengan tujuan positif selain pemberdayaan juga mengurangi KDRT, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai basis masyarakat.

“Terutama pelibatan perempuan dan anak dalam program pengelolaan lahan demi kesejahteraan dan pemda pasti dukung.” Tandas Wugriyanto.

Sementara Fery Johana, peneliti senior ICRAF dan koordinator paket kerja 1 Land4Lives memaparkan sekilas tentang apa itu Land4Lives dan sasaran serta tujuan yang ingin dicapai.

James Roshekto peneliti dan koordinator paket kerja 3 Land4Lives kepada TopNewsNTT menjelaskan program ini sudah dilaksanakan di Sulawesi Selatan,  Sumatera Selatan dan NTT, dan di ketiga provinsi ini, akan  difokuskan pada 1 sampai 2 lahan atau landskape.

NTT dipilih untuk program ini, terang James untuk menjadi perbandingan tingkat kesulita dan keberhasilan setta pola yang akan diterapkan di provinsi dengan DAS lahan kering dengan yang di Sulawesi dengan DAS lahan  basah dan  di Sumatera yang punya lahan gambut.

Di NTT, Land4Lives paket 2, ujar James tujuannya  ingin memberikan edukasi managemen pembiayaan program pertanian dan pola pengelolaan DAS  yang baik agar memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Tujuan akhir yang ingin dicapai, menurut James, ingin memperbaiki situasi yang miskin dan punya masalah sama perubahan iklim.

Usai pembukaam kegiatan dilanjutkan dengam FGD.**{juli br)

  • Bagikan