Laskar Merah Putih NTT Gelar Seminar Pengawasan Pengelolaan Dana Desa

NTT, Topnewsntt.com., Laskar Merah Putih Provinsi NTT yang diketuai Melkianus  Nona menggelar Seminar “Mengurai Benang Kusut Pengelolaan Dana Desa” dengan Sub Thema “Mewujudkan Pengelolaan Dana Desa Yang Akuntabel.” Seminar ini dilaksanakan pada Rabu, 30/1/2019 di Hotel Bela Vita Kupang.

Ketua panitia Seminar Isidorus Kopung menyatakan dalam sambutannya mengawali seminar, bahwa  latar belakang pelaksanaan seminar adalah untuk sinkronisasi perencanaan, pengelolaan dan pengawasan dana desa. Sesuai thema “Mengurai Benang Kusut Pengelolaan Dana Desa”  dan sub thema “Mewujudkan Pengelolaan Dana Desa Yang Akuntabel”,  dilaksanakan dalam rangka memperoleh input bagaimana sistem perencanaan, pengelolaan dan pengawasan dana desa yang benar,  dalam mewujudkan pengelolaan dana desa yang akuntabel.

Ketua Laskar Merah Putih Melkianus Nona jelaskan  bahwa kegiatan seminar itu dilaksanakan dalam rangka meluruskan bagaimana pelaksanaan pengelolaan Dana Desa di Provinsi NTT. Memberi input kepada aparat desa bagaimana perencanaan, pengelolaan dana desa. Dan kepada masyarakat dan kelompok akademisi dan masyarakat dan pemuda bagaimana mengawasi pengelolaan dana desa. Tujuannya agar dana desa benar-benar dikelola sesuai dengan tujuan penyaluran  dana desa. Karena dana desa adalah dana terbesar di NTT yang sudah bertambah dari 2 milyar lebih menjadi 3 milyar. Dan perlunya pembentukan dan legitimasi perda badan pengawasan dana desa. Agar pengelolaan dana desa mampu membawa NTT keluar dari stigma miskin kepada NTT Bangkit menuju Sejahtera.

Pemateri adalah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsn NTT, Akademisi dan Kementerian Keuangan RI.

Kegiatan ini dibuka oleh kadis PMD Provinsi NTT Mekeng P.Florianus mewakili pemprov NTT.

Kepala Dinas PMD Mekeng P.Florianus membacakan sambutan Gubernur NTT yang menyatakan bahwa penyelenggaraan seminar ini pada dasarnya sangat sesuai dengan tujuan penyaluran dana desa. Dan diakui bahwa dana desa banyak yang tidak memberi manfaat bagi pemberdayaan dana desa. Lewat seminar ini bisa dicapai sebuah kesepakatan bagi aparat desa dalam transparansi pengelolaan dana desa agar sesuai dengan juknis dan tujuan pengguliran dana desa.

Gubernur berharap agar semua unsur didalam pemerintahan desa dilibatkan dalam pengelolaan dana desa yang bersih dan tepat sasaran. Dan ada peningkatan sdm aparatur pemerintahan desa sehingga dana desa benar-bisa dipergunakan dengan benar dan transparan bukan hanya dalam laporan saja. Semua masyarakat harus terlibat aktif lewat BPD. Karena untuk membangun provinsi inu harus dibangun dari desa sesuai dengan program prioritas presiden Nawa Cita. Point 3 adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah  dan desa dalam rangka Negara Kesatuan, yaitu lewat dana desa.
Jumlah Dana desa yang sudah diperoleh oleh ntt adalah 10.592.633.206.000 dengan rincian :

Tahun 2015 812.875.565.000 u 2.950 desa
Tahun 2016 1.849.353.802.000 u 2.995 desa
Tahun 2027 2.360.353.320 000 u 2.996 desa
Tahun 2018 2.549.545.916.000 u 3 026 desa
Tahun 2019 3.020.50r.603.000 u 3 026 desa.

Thema besar terkait tujuan dana desa yaitu dana desa ingin jadikan bangsa Indonesia menjadi sejahtera.

  • Pemerintah provinsi NTT berharap lewat seminar ini bisa dicapai sebuah pemahaman yang benar dan selaras terkait pengelolaan dana desa.**)) Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *