Laporan Karo Humas NTT : 1 Tahun Perkembangan NTT Dalam Kepemimpinan Gub VBL dan Wagub Nae Soi

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Karo Humas NTT, Drs.Ardu Jelamu Marius melaporkan perkembangan NTT dari berbagai sektor dalam masa 1 tahun kepemimpinan Gub VBL dan Wagub Nae Soi.

Hal ini diungkapkannya dalam jumpa pers bersama media diruang kerjanya  pada Rabu, 4/9/2019.

Gubernur dan wakil gubernur tidak tampak hadir dalam moment penting ini.

Didampingi Wayan Darmawa, Kadis Pariwisata NTT, Jelamu menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinan mereka, dalam pengamatan dan evaluasinya bahwa kedua pemimpin ini menerapkan sistem kepemimpinan agresif, progresif, dan Revolusioner. ASN dituntut  memberi diri untuk searah untuk bukan hanya berlari bersama bersama pemimpin, stakeholder dan masyarakat untuk bangun NTT menuju komitmen kepala daerah ‘NTT Bangkit, NTT Sejahtera’, tapi harus terbang.

Komitmen Gubernur dan wakil, ungkap Jelamu adalah memgentaskan rakyat NTT dari stigma nomor 3 termiskin nasional, stunting, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Ditegaskannya  bahwa disetiap kesempatan Gubernur dan wakil gubernur selalu menuntut agar semua unsur bekerja rutin dan inovatif untuk tercapainya tujuan ini.
“Revolusi mental yaitu disiplin, adalah indikator dari setiap ASN dan sudah dan harus dimulai dari lingkup pemerintahan provinsi yang akan menjalar ke kabupaten kota, bukan hanya birokrat tapi legislatif, yudikatif, swasta dan masyarakat juga dituntut untuk dapat mengikuti gerak langkah pemimpin yang  bukan berjalan atau berlari tapi terbang. Lewat gerakan perangi sampah, english day, dan kedisiplinan dalam semua aspek. Dengan gerakan dan komitmen ini gubernur dan wakil berharap agar masyarakat akan terpengaruh secara psiko-sosial, dari pemerintah dari tingkat provinsi, hingga kabupaten kota. Harapannya revolusi mental akan jadi habitus. Tahun pertama ini akan jadi tahun pembentukan dan perubahan attitude birokrat dan masyarakat dari perkotaan hingga pedesaan.” Ujarnya.

Perubahan akibat pengaruh langkah revolusi mental disiplin gubernur dan wakil, menurut Jelamu mulai nampak saat para kepala daerah dan ASN serta masyarakat hadir lebih awal dalam penyambutan kunjungan ke daerah.
“Dari pengamatan saya, ketika turut dalam kunjungan kerja bersama gubernur ke daerah, pola kerja mereka adalah intelektual, ada perubahan-perubahan mental dan sikap yang akan jadi habitat sosial.” Ujarnya bangga.

Revolusi mental tersebut, ujar Jelamu nampak dari  perkembangan di berbagai sektor antara lain ekonomi,  pariwisata, peternakan, pertanian, perikanan dan peningkatan sdm pemuda sebagai tenaga kerja potensial.

“Bidang ekonomi dengan pertumbuhan 2019 mencapai 6,36% dibanding 2017–2018 yang hanya 5,89%. Namun target gubernur, pertumuhan ekonomi NTT harus mencapai 8%. Karena itu gubernur ingin genjot bidang pariwisata sebagai leading secktor perekonomian masyarakat NTT yang akan jadi lokomotif dan  menarik semua sektor untuk bangkit dan berkembang. Caranya adalah pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata dimulai dari penyediaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan sampai 2023. Upaya lain adalah revitalisasi sarana pendukung di destinasi wisata, revitalisasi perumahan rakyat jadi hotel bintang lima, dan pembenahan tata kelola obyek wisata, pembinaan mental pariwisata masyarakat, dan promosi. Ada 7 destinasi baru yang akan dibenahi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, dan perbanyak event. Dengan  pariwisata bangkit maka sektor lain bangkit dan piramid perkembangan ekonomi masyarakat NTT akan berbentuk segitiga, yang menandakan penggerak ekonomi makin bertambah. Target pertumbuhan ekonomi NTT yang 8%  oleh gubernur dan wakil bisa dicapai jika semua sektor bergerak bersama dengan laju perkembangan pariwisata. Jika 2017–2018 pertumbuhan berbentuk piramid terbalik dan menggambarkan penggerak ekonomi hanya segelintir, maka.pada 2019–2020 bisa capai 8% dengan bentuk segitiga yang artinya makin banyaknya penggerak ekonomi dari masyarakat, maka NTT akan terkoneksi dengan dunia internasional.” Jelasnya.

Untuk wujudkan hal itu, jelas Jelamu pemprov sudah canangkan akan buka jalur penerbangan  baru lintas negara dengan Biak-NTT dan jalur RDTL—NTT dan NTT–Australia maka NTT akan terkoneksi dengan dunia internasioanal untuk menangkap wisatawan mancanegara. Peningkatan status pelabuhan udara jadi bandara internasional, dan pembangunan pelabuhan Tenau menjadi pelabuhan internasional.

Baru setahun dan pertama kalinya di pemerintahan gubernur VBL dan wakil Nae Soi,  NTT ekspor rumput laut 25 ton ke Argentina. “Ini bagian dari upaya dinamisasi ekonomi masyarakat NTT.” Tandas Jelamu.

Komoditi ekspor lain adalah garam industri yang sudah di-drive oleh gubernur dengan panen perdana 2,3 bit ton garam yang dapat sumbang 1 juta ton kebutuhan garam nasional. Karena Jokowi akui garam NTT sebagai garam terbaik setara dengan Australia. Lahan garam di Nunkurus, TTU dan Sabu akan jadi garam industri dengan kualitas terbaik + 7% sedikit dibawah Australia.

Di bidang pertanian, jelas Jelamu + 80% lahan di NTT yang kering namun potensial untuk tanaman keras perkebunan seperti kopi, kakao, jambu mente, cengkeh, vanila, dan tanaman hortikultura. “Pemetaannya adalah sebagian Flores, Ngada dan Manggarai lahan kering dan cocok untuk tanaman perkebunan seperti kakao, kopi, cengkeh, vanila, jambu mente dll, Sebagian dari Flores dan Sumba adalah daerah pariwisata dan lahan kering. Rencananya akan dibuat produk bubuk kopi sehingga tidak diekspor kopi biji lagi sehingga naikkan harga kopi dan akan kurangi impor kopi luar NTT. Dan diwajibkan di setiap hotel resto dan kegiatan-kegiatan kenegaraan harus pakai kopi flores. Jadi petani akan diubah dari sekedar petani ke pengolah atau produksi hasil pertanian dan perkebunan.”

Demikian juga disektor peternakan, akan ditingkatkan jadi ekspor daging beku (ikan juga), bukan ekspor sapi. Tapi ekspor daging beku. Investor akan dikasi kesempatan dan ruang untuk buka pabrik pengolahan daging dan ikan beku. Untuk penuhi kebutuhan daging beku di NTT maka akan diimpor sapi Vagio dari Jepang dan Australia dan dikawin silang dengan sapi NTT yang sudah dimulai dari Desa Oesao.

Sektor perikanan, di Mulut Seribu ada pengembangan ika Kerapu dari Dinas Perikanan yang siapkan ratusan ribu bibit ikan kerapu untuk dikembangkan nelayan.
Sedangkan Komoditas asli NTT  lain yang akan go internasioanl   yaitu Sophia dan kelor.

Sedangkan I Wayan Darmawa menjelaskan tentang 7 destinasi wisata NTt yang sedang dan akan dikembangkan sampai 2023. ■■ Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *