Lagi! NTT Alami Inflasi Sebesar (0,30%) Mei 2019

NTT, Top News NTT., Provinsi NTT pada Mei 2019 kembali alami inflasi sebesar 0,30%. Inflasi terjadi akibat adanya kenaikan pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok pangan sebesar 0,04%, sandang sebesar 0,42% dan  transpor sebesar 1,68%. Hal ini dijelaskan kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia  dalam jumpa pers Perkembangan Indeks Harga Konsumen Mei 2019  Provinsi NTT.

Secara nasional di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,68% tertinggi di Tual sebesar 2,91%, terendah di Kediri sebesar  (0,05%), sedangkan deflasi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,12%.

Dua kota sampel IHK dj NTT yaitu Kota Kupang dan Kota  Maumere alami  inflasi NTT  0,30 dan

Sedangkan kelompok pengeluaran lainnya menghambat inflasi adalah makanan jadi, perumahan, kesehatan dan pendidikan mengalami penurunan indeks harga masing-masing sebesar 0,02, 0,12, 0,03 dan 0,02%.

Kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan dengan  inflasi sebesar  9,04% dengan andil 0,29% pada Mei 2019 di karenakan adanya  puasa dan  lebaran. Namun ada beberapa kelompok pengeluaran yang menjadi  penghambat inflasi.

Di kelompok bahan makanan kenaikan terjadi antar lain pada harga  bawang putih,  kangkung, bunga pepaya dan bawang merah. Kacang panjang telur ayam ras, jagung manis. Sementara di Kota Kupang jenis sayuran seperti kangkung janggung manis, sedangkan bahan makanan yang alami kenaikan di Kota  Maumere adalah bayam, bawang merah, jenis ikan tertentu.  Beberapa jenis makanan ini menjadi penyumbang cukup tinggi terjadinya inflasi.

Pada kelompok pengeluaran sandang yang menjadi penyumbang inflasi antara lain seperti pakaian seragam sekolah, dll serta  beberapa sandang kebutuhan sekolah karena masuk tahun ajaran baru.

Sedangkan pada kelompok pengeluaran  transportasi, tiket angkutan udara jadi penyumbang cukup besar 0,27 (NTT), Kota Kupang (0,31%), dan mulai bergerak sejak awal tahun 2019. Sehingga beberapa maskapai  sudah mulai kurangi penerbangan akibat harga tiket yang naik sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan jalur laut.

Namun harga sembako cukup terkendali akibat kinerja yang cukup keras dari TPID sehingga selama ramadhan dan idul fitri tidak terjadi lonjakan yang sangat signifikan.   Di NTT inflasi (0,30%), Kota Kupang (0,29%), dan Kota Maumere (0,42%). ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *