Ketua KADIN Papua Sebut : Tol Laut NTT-Papua Prospek Baru Perdagangan Indotim

JAYAPURA, TOPNewsNTT|| Demikian pendapat Ronald, Ketua KADIN Papua terhadap rencana pembukaan jalur pelayaran perdagangan laut  dengan kapal tol laut Kendhaga 7 yang akan melayari laut Kupang-Merauke dengan jalur :  Kupang-Waingapu, Waingapu-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Reo, Reo langsung ke Merauke, dan dari Merauke-Atapupu-Kupang pada 15 Oktober 2021. Rencana ini  melibatkan dua organisasi Kamar Dagang Indonesia NTT dan Papua.

Untuk wujudkan tujuan pelayaran kapal tol laut ini, Ronald mengatakan saat ini KADIN Papua sedang lakukan persiapan menyambut pelayaran kapal tol laut Kendhaga 7 yang akan menyinggahi Papua.

“Tapi Papua dengan 29 kabupaten, tapi kapal tol laut ini hanya akan sampai ke Merauke. Karena kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau dengan kapal laut, kecuali pesawat, tapi tentu sangat mahal biayanya sehingga saat ini hanya Merauke dapat dijangkau.” Tandas Ronald.

Terkait  komoditi yang sangat berpotensi untuk di jual ke NTT dari Merauke adalah beras yang angat melimpah.

“Kita akan kirim sampel beras dari berbabagai jenis untuk  KADIN NTT. Kami harap KADIN NTT dapat menjembatani para pengusaha di NTT  untuk mau   membeli beras kami. Sampel beras dari Merauke dan kirim ke Kupang dengan kapal ini, yang untuk selanjutnya kami akan rapat dengan KADIB Merauke, dan saya akan turun ke Merauke usai PON XX untuk melihat apa saja produk lain entah pertanian, perkebunan, peternakan dll yang bisa kami jadikan komoditi ekspor ke NTT.” Jelasnya berpromosi.

Selain beras, jelas Ronald, Merauke juga punya kopi yang sangat enak dan terkenal.

Terkait rencana pelayaran tol laut yang akan membuka jalur perdagangan baru Indonesia Timur antara NTT dan Papau, Ronald sangat menyambut baik,

“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah pusat dalam hal ini presiden Jokowi,  yang kami sambut baik tentunya dan positif. Selama ini karena kami dari Papua karena kondisi geografis harus putar sangat  jauh untuk menjual produk kani dipasar luar Papua. mungkin produksi beras merauke yang melimpah akan jadi komoditi pertama yang akan kami lempar ke NTT.” Tandas Ronald bersemangat

Beras yang akan dilempar ke pasar NTT dari Merauke, akan diturunkan adri wilayah pegunungan ke kota Merauke karena kapal hanya sampai di Merauke.

“Selama ini beras Merauke hanya terserap dipasar lokal di Papua saja. Pernah kami ingin  lempar ke pasar Surabaya, tapi harga sangat bersaing.  Di Papua, biaya produksi dari proses penanaman padi sampai menjadi beras sangat tinggi dari pada di petani di Surabaya. Sehingga  waktu diskusi dengan  ketua KADIN  Merauke maka kami putuskan tidak melempar ke pasar Surabaya.  Di Merauke kami ada stok betas, tapi jika melempar  ke pasar Surabaya tdiak bisa, tapi ke Maluku bisa. Dan dengan adanya tol laut ke NTT ini, maka kami akan bisa melempar beras dan hasil produksi lainnya ke pasar NTT (di 22 kabupaten kota).” Ungkap Ronald Optimis.

Di Papua, menurut Ronald lagi, beras Merauke  baru bisa diserap di 4 kabupaten di Merauke, sedangkan ke kabupaten lain karena geografis yang sulit harus dengan angkutan pesawat yang biayanya tentu  sangat mahal, Route ke pulau-pulau di wilayah Papua lainnya tidak ada kapal. Sedang di wilayah Merauke masih bisa dengan kapal kayu, demukian juga ke Maluku.

“Sempat dalam webinar hari ibi ketua KADIN NTT pak Paul katakan mau bawa semen ke Manokwari, kami  mau karena harga semen di Papua mahal. Tapi karena kapal hanya bisa sampai di Merauke, sedangkan Manokwari itu letaknya di Papua Barat atau  di utara pulau Papua,  sedangkan  kapal tol lauk hanya bisa masuk sampai ke Papua Selatan, Manokwari ini  lebih dekat ke Australia.” Tandas Ronald.

Alasan lain mengapa KADIN Papua setuju dengan jalur perdagangan tol laut NTT-Papua ini, adalah karena jika beras Merauke dilempar ke NTT, harga beras masih terjangkau oleh pasar NTT dan Merauke masih untung  atau sama-sama untung. Rencananya sampel beras akan dikirim pada 39 September.

Jalur perdagangan Indotim dengan kapal tol laut (Papua-NTT) baru pertama kali di buka, selama ini dengan Surabaya. Sedangkan dengan Maluku hanya dengan Kapal Kayu.

“Saya berharap dengan jalur pelayaran perdagangan Kapal Tol Laut Indotim BTT-Papua, dapat mensejahterakan kedua wilayah yang kita sama tahu termasuk wilaya 3T (Terdepan, Terpencil dan Terluar) menuju sejahtera. Ini adalah prospek baru, harapan baru. Kita sangat mendukung.” Tandas Ronald.|| juli br