Kelor (Marungga) Bakal Jadi Primadona Di NTT, Dengan Instruksi Gubernur No.2/2018

NTT, Topnewsntt.com., Kelor (marungga sebutan orang Kupang) atau merunggai adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Di wilayah lain di Indonesia, tumbuhan ini lebih  dikenal dengan nama lain seperti: limaran, moringa, ben-oil, drumstick, horseradish tree, dan malunggay di Filipina. Kelor yang dalam nama ilmiahnya Moringa oleifera dari Famili Morimgaceae ini, bakal jadi primadona pangan NTT dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur NTT no.2/2018 tentang Pangan Berbahan Kelor, yang mengharuskan semua sajian menu makanan dan sajian untuk tamu kedinasan dan acara kedinasan di lingkup pemerintahan provinsi  NTT harus berbahan dasar kelor. Jika sebelumnya orang NTT mengenal kelor hanya sebatas sayuran yang sering dilirik sebelah mata, maka dengan terbitnya instruksi gubernur NTT ini maka Kelor bakal menjadi primadona yang bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan penerbitan Instruksi nomor 2/2018 Tentang Pangan Berbahan Kelor ini,   Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ingin lebih konsisten melaksanakan program andalan yang mengangkat kelor sebagai bahan pangan utama dan sebagai tanaman ekspor bernilai ekonomi. Hal ini sudah dilakukan lewat gebrakan menyajikan berbagai pangan berbahan kelor disetiap kesempatan kegiatan dan acara-acara kedinasan sejak pelantikannya.” Demikian penjelasan Kepala Biro Humas Provinsi NTT Samuel Pakereng dalam pesan whattsappnya kepada media ini.

Instruksi Gubernur no :  2/2018 tentang Pangan Berbahan Kelor ini telah diterbitkan sejak 21 Desember 2018.

Instruksi ini  adalah juga sebagai  upaya Gubernur dalam  mendukung percepatan pelaksanaan dan mewujudkan komitmennya dalam mengembangkan kelor menjadi lebih bernilai ekonomi. Selain itu juga dengan gerakan penanaman kelor bagi baik dilingkup pemerintah, swasta, dunia pendidikan dan akademisi dan masyarakat.

Instruksi yang ditujukan kepada semua pimpinan perangkat daerah dan ASN ini dengan tujuan agar mampu  menggerakkan seluruh ASN Tingkat provinsi NTT untuk mempelopori langkah-langkah konkrit menjadikan Kelor sebagai Bahan Pangan Utama.

Dalam instruksinya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memerintahkan kepada Sekda Provinsi NTT, para Asisten Sekda Provinsi NTT,  kepala dinas, badan, biro lingkup pemerintah provinsin NTT, Sekretaris daerah DPRD  Provinsi NTT,  inspektur Daerah Provinsi NTT, dan seluruh ASN  lingkup pemerintah Provinsi  NTT,  untuk melaksanakan hal-hal berikut :

1. Wajib menyiapkan pangan berbahan kelor pada menu konsumsi pada setiap acara kedinasan,

2. Setiap perangkat daerah wajib menyiapkan menu berbahan kelor untuk kebutuhan pelayanan kepada tamu,

3. Pimpinan perangkat daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan dilingkungan kerja masing-masing,

Instruksi gubernur  ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2019 dan sudah  ditetapkan sejak  21 Desember 2018 dengan tembusan kepada wakil gubernur NTT Yosep A.Nae Soi.

Instruksi Gubernur NTT No.2/2018 Tentang Pangan Berbahan Kelor

“Dalam instruksi ini dengan tegas Gubernur meminta semua pimpinan perangkat daerah, kepala dinas, badan dan biro bahkan di lingkup sekretariat DPRD Provinsi NTT wajib menyiapkan semua menu konsumsi berbahan kelor baik dalam penyajian untuk tamu maupun acara kedinasan dilingkup pemerintahan provinsi NTT.” Tulis Kepala Biro Humas Provinsi NTT menjelaskan lebih lanjut. **))juli br

Sumber : Kepala Biro Humas Provinsi NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *