Juli 2021, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Biro Administrasi Pimpinan NTT Gelar Bakohumas

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||Kemendiknas RI lewat SKB 4 Menteri (Mendagri, Mendiknas, Menag dan Menkes) menetapkan Panduan dan Juknis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Tengah Pandemi Covid-19, pada Juli 2021 untuk SMA dan SMK yang jadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Untuk itu Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT menggelar Bakohumas dengan Thema : “Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Tengah Pandemi Covid 19, Peluang dan Tantangan Untuk Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter Unggul di NTT” ( Jumat, 18/6) bertempat di Aula Ima Hotel.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Frans A. Tiran, SS, /Kasubag Penyiapan Materi Biro Adpim Setda Provinsi NTT melaporkan bahwa dasar pelaksanaan adalah UU no.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Maksud dan tujuan kegiatan Bakohumas  adalah memberi pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka tingkat SMA/SMK, mengetahui hal-hal yang menjadi tantangan/hambatan pelaksanaan PTM Terbatas dalam sebulan terakhir, mendapatkan input dari berbagai lembaga/perorangan/stakeholder agar pelaksanaan PTM makin berkualitas dan menganalisa kemungkinan dilaksanakan juga PTM Terbatas pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar di NTT khususnya memasuki TAB 2021/2022.” Ujar Frans Tiran.

“Nara sumber yaitu Kadis.Pendikbud.NTT  Linus Lusi,S.Pd,M.Pd dengan materi “Perkembangan Uji Coba Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di provinsi NTT, Kepala LPMP diwakil oleh Yandri D.I Snae,S.Od,M.T widyaparada LPMP NTT dengan materi “Upaya Akselerasi Kualitas Pendidikan NTT di Masa Pandemi C19″ dengan Moderator Kabiro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT,Marius Ardu Jelamu.” Lanjut Frans.

Peserta adalah unsur perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Prov.NTT, Ketua Komisi I DPRD Prov.NTT, Pimpinan Lembaga Agama Tingkat Prov.NTT, Pimpinan Perangkat Daerah prov.NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemkot.Kupang dan kabupaten, (100 orang).

Linus Lusi,S.Pd.,M.Pd Kadis Pendikbud.NTT mewakili pemprov.NTT membacakan sambutan  Gubernur NTT, sampaikan beberapa hal dalam rangka pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dalam masa Pandemi Covid 19, serta apa tantangan dan peluang wujudkan generasi cerdas dan berkarakter unggul  di NTT.

Sejak 3 Mei 2021 pemerintah provinsi NTT melalui dinas Pendidikan dan Kebusayaan  NTT telah melakukan kick off  pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas, untuk menjamin sekolah menengah atas sekolah kejuruan di NTT di Smart City Kota Kupang.

Ini menjadi sebuah moment penting dari pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran terbatas yang menjadi konsistensi dari upaya secepatnya memulai pembelajaran tatap muka yang sebenarnya yang sudah direncanakan akan dilakukan sejak tahun 2021.

Sebagaimana telah disampaikan tadi, melalui Surat Keputusan Bersama 4 Menteri :Mendikbudristek.RI, Mendagri, Menag dan Menkes, serta Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19,

Pilihan untuk kembali membuka sekolah menjadi hal yang penting dan urgen setelah selama setahun para siswa kita mengikuti pembelajaran online dibawah bimbingan paea guru dan para orangtua kita melalui media daring oleh karena pandemi Covid 19.

Fakta membuktikan, melalui media daring para siswa kita kurang efektif untuk menyampaikan  pemahaman dalam penyerapan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter melalui media pembelajaran online oleh para guru. Dan ternyata gurupun sangat sulit sekali memahami perkembangan karakter dan kompetensi para siswa dalam perkembangan kognitis, simerik dan sejenis lainnya.

Praktisnya selama mengikuti proses pembelajaran online para siswa hanya memperoleh pengetahuan tanpa disertai pengetahuan  tanpa disertai unsur praktek-praktek pembelajaran secara maksimal.

Skill dan kepribadian tentu berdampak pada aspek mutu dan aspek-aspek normatif lainnya.

Sekolah-sekolah diwajibkan memulai PTM Terbatas manakala semua guru dan tenaga pendidikan telah divaksin.

Dengan melaksanakan PTM ini bertujuan untuk menjaga aspek-aspek kesehatan dan kesiapan para siswa yang mulai merasa bosan belajar di rumah dalam asuhan orang tua, bosan menanti banyak hal terjadi dengan tinggal di rumah masing-masing. Belum lagi jaringan internet yang tidak memadai, fasilitas belajar terbatas yang tentu semua kondisi minim ini mengurangi mutu dan kualitas pendidikan. Dan dalam kajian psikologi mengalami depresi akibat tidak adanya interaksi dengan sesama teman di sekolah.

Program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan terus dilakukan di kabupaten kota di seluruh Indonesia, tentu makin menambah optimis dan percaya diri dalam pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas.

Dengan tinggi presentase tercapainya vaksinasi para guru dan tenaga kependidikan, maka pemerintah memiliki opsi tatap muka dengan kegiatan yang sudah diskenariokan. Dengan kata lain akselerasi para guru dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti vaksinasi maka keputusna para siswa mengikuti PTM Terbatas wahib dilakukan dengan protokol kesehatan ketat sesuai kesepakan bersama.

Kunci ada pada komitmen orangtua dan pihak sekolah.

Melalui bakohumas hari ini, secara khusus gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT memberi apresiasi yang tinggi kepada Kabiro Admininstrasi Pimpinan dan Jajarannya yang juga menjadi tim humas satgas covid yang kita ketahui sangat membantu memberi pencerahan dan informasi terkait Covid dan aspek kesehatan lainnya.

Gubernur dan wakil gubernur berharap lewat Bakohumas ini diperoleh sebuah masukan ide saran yang memberi solusi dan kebijakan bagi penyelenggaraan pendidikan di NTT dalam masa pandemi Covid 19.

Hadir perwakilan dari SMA SMK dari Belu, Malaka dan beberapa SMK SMK di Kota Kupang yang mengungkapkan beberapa kendala dan masalah serta keuntungan pembelajaran online.|| juli br

  • Bagikan