Jelang REI EXPO 2019, Ketua DPD REI NTT Beri “Early Worning” Adanya Developer Bodong

KUPANG, TOP NEWS NTT ■■ Ketua DPD REI Provinsi NTT Bobby Timung Pitoby menjelaskan bahwa REI NTT akan gelar Expo REI 2019,  dalam rangka memperingati moment HUT RI Ke-74 tahun 2019.  Expo REI NTT rencananya akan digelar pada 9-18 Agustus di Lippo Plaza Kupang.  Hal ini dinyatakan Bobby pada Pres Confress di Ruang Rapat PT BPR Pitoby di Jln.Sudirman Kuanino pada Jumat, 26 Juli 2019.

“DPD REI NTT rencananya akan gelar Expo pada 9-18/8/2019 di Lippo Plaza. Pada Expo tahun 2019 kali ini akan diikuti oleh sekitar  13-15 Developer yang tergabung dalam REI NTT, di 30-an lokasi perumahan yang menyebar di seluruh kabupaten dan Kota Kupang. Pada Expo nanti, rencananya REI NTT juga akan mensosialisasikan apa dan bagaimana Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2TB; tentang apa itu BP2TB, apa ketentuan dan syarat penerimanya, apa ketentuan pemerintah terkait program itu,  harga baru dan spesifikasi baru. Hal ini harus segera diasosialisasikan karena ini adalah merupakan Program Kementerian PUPR dalam rangka me-“Rumahkan Masyarakat NTT.”  Ada beberapa opsi subsidi penuh yang diberikan pemerintah kepada Masyarakat. Selain BP2TB, ada juga program FLPP.” Ujar Bobby diawal pertemuan.

Selain informasi tersebut, Bobby juga dalam kapasitas sebagai Ketua DPD REI NTT ingin  memberi “Early Warning” atau peringatan dini sebagai tindakan preventif dan perlindungan terhadap konsumen kepemilikan Rumah Bersubsidi di NTT, karena adanya laporan dan pertanyaan dalam dua minggu terakhir di bulan Juli 2019 dari beberapa calon konsumen terkait adanya program kepemilikan rumah bersubsidi yang tidak melalui proses semestinya dan tidak melalui bank-bank resmi yang ditunjuk pemerintah dalam penyaluran pinjaman kepemilikan rumah bersubsidi. Bahkan proses, sistem dan pihak yang menjadi penyedia perumahan dan lembaga pinjaman dan penyetoran kerdit tidak berbentuk badan hukum resmi,  namun dijalankan atas nama  perorangan. Dan oleh Bobby yang tahu persis sistem dan alur aturan penyaluran dana kepemililan BP2TB ini melihatnya  sebagai indikasi adanya  modus operandi baru penipuan terhadap konsumen KPR MBR.

“Selain informasi rencana Expo REI NTT 2019 nanti, saya terutama mengundang rekan media untuk mengangkat segera dalam publikasi kepada masyarakat atau konsumen perumahan KPR MBR untuk berhati-hati memilih developer jika ingin memiliki rumah bersubsidi. Pilihlah developer yang benar-benar resmi dan masuk ke DPD REI NTT sehingga jika terjadi sesuatu dalam prosesnya kita bisa memberi berbagai bantuan dan informasi terkait kepemilikan Perumahan bersubsidi. Hal ini perlu segera saya tegaskan kepada konsumen mengingat dari data yang kami peroleh sudah ada sekitar 50 Konsumen yang menyetorkan DP Rp.10.000.000 rupiah ke “developer” bodong tersebut. Dan ada tiga calon konsumen yang menginformasikan kepada saya bahwa mereka ditawarkan untuk memilik rumah bersubsidi hanya dengan membayar         Rp.10.000.000, dan setoran Rp.1.000.000 selama 48 bulan dan konsumen segera memiliki rumah tersebut. Namun anehnya pembayaran setoran kreditnya tidak melakui bank sebagai lembaga resmi yang ditinjuk oleh pemerintah, namun kepada personal. Dan janji developer bodong ini, setelah membayar 13 x maka konsumen akan menempati rumahnya atau terima kunci. Dan konsumen  akan memiliki rumah tersebut hanya dalam waktu 48 bulan pembayaran (Rp.1.000.000/bln).” Jelas Bobby.

Kepada insan media yang hadir, Bobby memberi penjelasan bahwa peringatan dini atau early warning ini diberikan dirinya dalam kapasitas sebagai Ketua DPD REI NTT, dan sekaligus sebagai salah satu owner developer resmi yang sudah MoU dengan pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT dalam hal pembangunan perumahan layak huni bersubsidi Program FLPP dan BP2HTB bagi masyarakat NTT.

Tujuan peringatan dini ini menurut Bobby pertama adalah sebagai bentuk proteksi kepada calon konsumen masyarakat NTT yang berhak peroleh perumahan bersubsidi agar jangan ditipu. Kedua adalah dalam rangka menertibkan developer yang tidak resmi dan bodong agar tidak menipu masyarakat konsumen, dan juga dalam rangka memberi penjelasan kepada masyarakat terkait program perumahan bersubsidi tersebut, syarat, dan alur yang resmi.

Hal kedua adalah himnauan kepada masyarakat agar hati-hati  dalam pembelian perumahan karena ada developer bodong yangg tujuan hanya untuk tipu masyarakat. Dan sudah ada lanporan dan ada yang syah yang nakal dan harus hati-hati.

“Masyarakat harus saya kasih tahu hati-hati jika ada penawaran kepemilikaj rumah bersubsidi dari devoper dengan janji yang rasa terlalu  muluk dan beda dari program resmi pemerintah, maka hati-hati saja. Cek dan ricek. Apalagi developer dan pembayaran buka ke developer resmi dan bank yang ditunjuk pemerintah, karena bisa dipastikan “bodong” alias tipu-tipu. Sebagai informasi dari laporan dan informasi yang kami terima dari calon konsumen terkait program yang ditawarkan kepada mereka itu. Tidak masuk akal rumah seharga Rp.158 juta, konsumen hanya cukup membayar DP Rp.10 juta dan setoran per bulan Rp.1.000.000 selama 48 bulan dan konsumen bisa memiliki rumah tersebut. Lalu lebih aneh lagi penyetoran cicilan rumah bukan ke salah satu bank yang ditunjuk pemerintah sebagai lembaga pembiayaan program BP2TB, tapi kepada perorangan. Kontrak juga bukan dengan developer tapi dengan perorangan. Karena mekanisme resmi sesuai aturan Kementerian PUPR terkait Program BP2TB itu adalah kepada Bank yang sudah di tunjuk. DP dibayarkan kepada developer yang ditunjuk, Bank membayar harga cash rumah ke developer, dan konsumen menyetorkan cicilan kredit (pinjaman) ke bank. Hanya ada 3 pihak yang terlibat, secara organisai berbadan hukum adalah developer sebagai pengembang, bank sebagai lembaga pembiayaan (dan keduanya berbadan hukum resmi dan ditunjuk oleh pemerintah dengan sk), dan konsumen sebagai penerima program. Dan DP hanya Rp.1.000.000, waktu penyetoran sampai 20 tahun per bulan hanya Rp.900 ribuan. Dan tidak ada biaya lain sampai konsumen menerima kunci.  Yang sebenarnya untuk  perumahan bersubsidi kepada konsumen  tidak ada pembayaran  lain sama sekali selain DP Rp.1.000.000 rupiah dan setoran per bulan.  Karena disubsidi oleh pemerintah  lewat bank-bank resmi seperti Bank NTT, Bank BRI,  Bank BTN, Artha Graha dan Bank BNI 46. Karenanya masyarakat  jangan tertipu. Karena tidak ada program rumah subsidi yang bayar sampai sebesar itu.” Jelas Bobby menekankan.

Bobby juga tegaskan jika ada developer anggota REI NTT yang lakukan hal itu,  akan lakukan sanksi kepada developer bersangkutan.

“Kepada developer yang merupakan anggota DPD REI NTT, saya ingatkan jika ada yang terlibat lakukan modus operasi penipuan seperti itu,  dengan membawa nama REI NTT, Dengan memberi peringatan keras, saya peringatkan dengan keras, bahwa saya akan beri sanski keras bukan saja mencabut ijin operasi, dan keluarkan dari keanggotaan REI, tapi saya akan umumkan ke media massa,  laporkan ke pemerintah agar ijin-ijin membangun di cabut, selain terutama laporkan secara hukum. Kenapa? Karena hal ini akan sangat  rugikan masyarakat dikemudian hari, rugikan pemerintah karena jika terjadi suatu masalah maka program bagus dari pemerintah ikut tercoreng walaupun tidak terlibat, terlebih lagi akan mencoreng nama baik REI dan kepercayaan masyarakat akan hilang kepada REI. Sehingga sebagai ketua REI  NTT, walaupun belum timbul korban yang sampai berakibat masalah hukum, saya ingin  bertindak cepat dengan memberikan peringatan. Dan beri warning kepada anggota REI agar jangan sampai menjalani yang  seperti itu.” Tandas Bobby tegas memperingatkan diakhir press confress kami. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *