Jelang Akhir Tahun 2018 Justeru NTT Alami Inflasi 0,82%

NTT, Topnewsntt.com., Pertumbuhan ekonomi NTT alami gejolak diakhir tahun 2018. Berdasarkan hasil survei ekonomi Bulan Nopember 2018,  secara year-on-year, NTT  alami inflasi sebesar 0,82% dengan IHK sebesar 132,26. Hal ini dijelaskan oleh Kepala BPS Provinsi NTT (Maritje Pattiwaelappia) pada Press Confress di Confress Room BPS Provinsi NTT pada Senin, 3/12. Demikian juga dua kota sample IHK yaitu  Kota Kupang alami inflasi 0,87%  dan Kota Maumere 0,48%.

Penyebab inflasi sendiri menurut Maritje adalah karena adanya kenaikan indeks harga pada enam (6) kelompok pengeluaran dengan kelompok transpor, komunikasi dan jasa alami kenaikan tetinggi yaitu (3,52%) diikuti oleh bahan makanan (0,82%),  posisi ketiga pada kelompok pengeluaran  perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,36%), keempat adalah kelompok pengeluaran kesehatan (0,14%), sedangkan kelompok pengeluaran sandang alami kenaikan (0,10%).
“Inflasi pada Nopember 2018 di NTT sebesar 0,82% dengan pertumbuhan IHK sebesar 132,26. Demikian juga di kedua kota sample IHK yaitu kota Kupang alami inflasi 3,52% dan Kota Maumere alami inflasi sebesar 0,48%. Kelompok pengeluaran transpor alami sebesar kenaikan terbesar  3,52%, dan bahan makanan sebesar 0,40%. Sedangkan kelompok makanan jadi alami penurunan indeks harga.” Jelas Maritje.

Pada bulan Nopember 2018, dari 82 kota  sample IHK Nasional, 70 kota alami inflasi dan 12 Kota alami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,05%, dan terendah terjadi di Kota Balikpapan dengan inflasi sebesar 0,01%. Deflasi terbesar di Kota Medan sebesar 0,64% dan terendah di Kota Pematang Siantar dan Pangkal Pinang 0,01%.

Lebih lanjut Maritje menjelaskan terjadinya kenaikan pada kelompok pengeluaran transpor akibat adanya kenaikan rate harga dasar BBM (bensin), dan jelang liburan perayaan Natal dan Tahun Baru.

NTP NTT Nopember 2018 sebesar 107,09 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 110,70 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 103,62 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 103,65 untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-TPR); 108,33 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt); dan 108,98 untuk subsektor perikanab (NTP-Pi).

Sedangkan nilai tukar petani di pedesaan alami penurunan sebesar -0,37% pada NTP Nopember 2018 jika dibandingkan dengan NTP Oktober 2018. Artinya tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan menurun dibandingkan bulan sebelumnya.  Hal ini terjadi akibat adanya penurunan pada penerimaan petani, sedangkan   biaya  konsumsi dsn produksi tetap meningkat. Sehingga disimpulkan bahwa didaerah pedesaan terjadi inflasi pada bulan Nopember 2018 sebesar 0,07%. Faktor pemicu adalah adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada subkelompok perumahan dan kesehatan serta biaya produksi.

Ekspor NTT Oktober 2018 senilai US$ 1.867,050 dengan volume sebesar 7.085,619 ton atau  alami kenaikan sebesar meningkat sebesar 13,52% dari ekspor bulan September 2018 yang hanya senilai US$ 1.644.696. Nilai ekspor terdiri dari migas (US $ 262.422 dan ekspor non migas senilai US $ 1.604.628. Negara tujuan komoditi adalah seluruhnya masih ke Timor Leste sebesar US $ 1.867.050 dengan komoditi terbesar pada Oktober 2018 adalah komoditas kendaraan dan bagianya (87) senilai US $ 316.851.

Sedangkan perkembangan hunian kamar hotel (TPK) dan Hotel Bintang Lima dan Amgkutan Udara pada Oktober 2018 juga alami penurunan dibanding bulan September 2018.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang  (TPK) di provinsi NTT pada Oktober 2018 58,03% turun 4,18 poin dibanding September 2018 yang sebesar 62,21%. Demikian juga jumlah tamu menginap pada Nopember 2018 sejumlah 33.738 orang dengan rincian 31.316 orang tamu nusantara dan 2.422 orang tamu mancanegara, dengan rata-rata waktu lama waktu menginap adalah 1,64 hari. Dengan perincian tamu nusantara 1,57 hari dan tamu mancanegara delama 2,72 hari.

Jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT untuk Nopember 2018 alami penurunan dibandingkan pada September 2018 sebanyak 175.349 orang, sedsngkan Pada Nopember 2018 berjumlah 169.645.  Penurunan jumlah kedatangan penumpang juga terjadi di Bandara El Tari, Labuan  Bajo dan Sumba. Sedangkan peningkatan jumlah penunpang terlihat terjadi di pelabuhan Sabu Raijua dan Rote Ndao.

Maritje berharap jelang perayaan Natal Desember 2018 dan Tahun Baru 2019 TPID bisa bekerja lebih ekstra dalam pengendalian harga bahan pokok dan tiket pesawat sehingga umat Kristen dan masyarakat NTT seluruhnya  bisa lebih nyaman dan khitmad merayakan moment spesial ini.  **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *