Istimewa! Hari ketiga EXPO EKRAF NTT 2021, stand Dikunjungan 3 Pejabat Penting Setda Provinsi NTT, Ini Komentar mereka

  • Bagikan
Nasir Abdulah dan Linus Lusi Kadis perindag san kadis

NTT, TOPNewsNTT|| Pelaksanaan EXPO EKRAF NTT 2021 yang dihelat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT berkolaborasi dengan KOMITE EKRAF NTT yang diketuai Alosius Bria seorang pelaku UMKM dan berlatar belakang perhotelan memberi warna dan haraoan tersendiri bagi pelaku UMKM NTT.

Kaban Keuangan NTT Zakarias Morukh

Walau di batasi 4 hari saja karena pembatasan akibat pandemi pada awal pelaksanaan ini (29/6-2/7) di lantai utama kantor DISPARKERAF NTT dan halaman belakang yang disulap secara sederhana untuk jadi stand, namun luar biasa animo pelaku UMKM. Awal dibatasi hanya 26 UMKM namun yang daftar sampai 50an dan disepakati 34 UMKM karena kapasitas ruangan dan halaman yang sempit.

Event ekonomi dan pariwisata yang menggandeng Bank Artha Graha cabang Kupang sebagai lembaga keuangan pendukung ini mengambil thema “Gairahkan Ekonomi Pariwisata NTT di Masa Pandemi lewat UMKM” dengan hastage #MaloiBetado# ini juga dalam pengataman media bukan hanya menyedot pengunjung maloi dan membeli apa yang dipamerkan oleh pelaku UMKM, tapi yang luar biasa adalah kedatangan tiga pejabat tinggi Setda NTT yaitu Kaban Keuangan Zakarias Moruk, Kepala Disperindag Nasir Abdullah dan Kadis P & K NTT Linus Mekeng Lusi.

Ketiga pejabat ini selain melihat-melihat isi meja pameean tiap UMKM, juga sempat membeli beberapa produk yang tersedia, dan diakhiri makan siang bersama Kadis Parkeraf Wayan Darmawa dan staf diruangan rapat Kadis yang sudah disulap menjadi kafe dimana tamu dinas dan bahkan media dapat ngopi santai dan santap siang sambil berbincang.

Kepada awak media, Zaka Moruk menyatakan amat terkesan dengan ide Kadis Parkeraf da  Komite EXPO karena sangat tepat dengan kondisi pandemi dimana ekonomi masyarakat menurun akibat pembatasan karena pandemi dan pameran seperti ini sangat tepat.

“Karena harus di akui ekonomi semua negara, terumata NTT sedang merosot. Tapi luar biasa temuan kami pelaku UMKM tetap berjalan demi hidup sehingga tidak bergantung pada pemerintah, sekaligus menggerakkan ekonomi NTT. Luar biasa kita apresiasi.” Tandasnya Zaka mengapresiasi.

Sebagai pemerintah, Zaka mengatakan akan mendukung semua hal kegiatan yang bermanfaat dan bernilai positif.

Sebagai Kaban Keuangan, Zaka menyatakan dukungan anggaran sudah pasti akan diusulkan nanti di Anggaran murni 2022.

“Saya berharap malah setiap tahun diadakan dengan konsep dan kapasitas tempat lebih luas agar pelaku UMKM lebih banyak dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Bila perlu ini masuk dalam program kerja Pemerintah di Dinas ini. Kami akan dukung. Karena ditengah pandemi UMKM ini mampu menggerakkan ekonomi NTT dan memberi pendapatan bagi pemda. Kami akan dukung penuh.” Ungkap Zaka Morukh.

Sementara Kadis.Perindag.NTT Nasir Abdulah juga menyatakan, “Apapun aktifitas  yang bangun dan dibuat dalam rangka kepentingan masyarakat dan membesarkan pariwisata sebagai prime mover kita dukung. Bapa ibu lihat ini adalah UMKM yang ada kita tidak pernah mengklaim ini punya siapa. Yang kita lihat ini adalah orang kreatif orang yang punya nilai entertaiment di NTT yang harus kita dukung. Kita akan dukung dan manfaatkan mereka.” Ungkap Nasir.

Nasir Abdulah kadis perinsag ntt di stand kopi timor

“Sejarah sudah membuktikan bahwa dalam kondisi terjelek Covid 19 ini yang bisa eksis hanya UMKM ini. Nah sekarang kita tinggal beri kesempatan untuk mereka lahir dan ada, kita cuma penetrasi dengan apa yang bisa kita buat.  Contohnya sekarang produk lokal baik pertanian, peternakan maupun perikanan dan industri itu sendiri kita akan angkat mereka untuk memanfaatkan ke semua destilasi pariwisata. Baik perhotelan, rumah makan dan semua tiitk itu. Nah saat ini seingat saya tanggal 4 Mei kita rapat disini dalam rangka kerja sama antara IKM dan UKM pariwisata dan perindustrian untuk kita patok disemua destilasi pariwisata baik perhotelan maupun resti, maupun toko dimana kita bisa jual produk teman-teman ini. Dan alhamdililah sudah ada beberapa hotel yang sudah sepakat sehingga ada penyesuaian baik tentang harga maupun ekosistem barang-barang ini. Nah kalau saat ini ada Expo, dalam rangka memperkuat, saya pikir  ini sebuah terobosan yang cukup bagus. Mudah-mudahan hal ini akan berkembang. Dalam pamerab kita tidak hanya melihat berapa lakunya, transaksi yang terjadi tapi bagaimana kesiapan produk untuk bisa menjawab kebutuhan pariwisata yang dicanangkan oleh bapak gubernur.” Kata Nasir.

Dari aspek regulasi tentang pemanfaatan makanan lokal, disemua link terutama sektor pariwisata, perhotelan, resto dan toko-toko di NTT Nasir menyebut sudah ada Inpres Gubernur nomor 19 tahun 2009.

Sedangkan kontrol pemerintah terkait pelaksanaan InGub no 9/2009, diakui Nasir sedang berjalan dengan perlahan dengan kontrol, anjuran dan sosialisasi.

“Ssmua tidak bisa berjalan sekaligus jadi, tapi yang pasti akan berjalan. Suatu saat akan 100% dilaksanakan, semua butuh waktu dan perningkatan kualitas. Cukup siginfikan dan sudah ada beberapa hotel yang melaksanakan. Tidak bisa sekali jadikan? Teman-teman IKM dan UMM diminta hadir ditempat itu untuk diskusi  bagaimana cocok harga, kemasan dan model karena masing-masing hotel dan resto punya standar berbeda tentang hal tersebut.” Pungkasnya.

“Kualitas sudah tidak diragukan, karena mereka sudah berproduksi. Sedangkan untuk pelatihan bagi pemula mohon maaf sejujurnya dalam masa pandemi ini anggaran direcofusing dan ada pembatasan sehingga tidak dapat dilaksanakan. Tapi kita harus akui bahwa produk IKM dan UKM sudah sangat berkualitas untuk sebuah produk handmade, sudah eksis dan layak dijual. Yang sekarang harus kita himbau adalah daya beli dan rasa memiliki dari masyarakat NTT terhadap produk NTT. Kita masih suka Tugu Buaya, Top Kopi dan Nescafe yang karena brand saja tapi jujur saya akui Kopi NTT masih murni Kopi tanpa campuran dan sehat. Brand yang kita belum punya.” Ujarnya.

Jelas produk yang disukai karena masalah harga saja, produk NTT masih mahal karena kita brown sugar sedangkan mereka white sugar. Saya berani bertaruh kita tidak tahu apa isi Nescafe, tapi isi kopi NTT pasti kopi murni.

Yang sangat disayangkan oleh pria asal Ende ini bahwa pertama kali dilaksanakan dan mamlu sedot perhatian banyak pihak tapi dilaksanakan dalam kepribatinan akibat pembatasan karena Covid. Ia berharap Covid segera berakhir event seperti ini makin sering dilakukan dan dengan banyak peserta IKM dan UKM terlibat. Ini sebuah anomali yang terjadi bahwa expo adalah pameran yang kita harapkan vulgar dan mengundang perhatian banyak orang. Dan dalam kondisi  prihatin seperti saat ini. EXPO ini luar biasa berani. Intinya jangan berpikir soal keuntungan saja. Dalam konsep perdagangan, yaitu uang habis dan tidak pernah dihitung keuntungannya. Dan kalau ini merupakan ajang pemasaran, agak keliru kalau kita paksakan berapa besar transaksi. Yang namanya promosi adalah biaya yang hilang, intinya citra yang sudah terbangun. Nah citra itu yang sedang kita bangun.” Kata Nasir.

“Tidak ada pilihan bahawa pariwisata akan berkembang secara baik,  jika UMKM tidak membackup secara total dalam rangka mensuplay kebutuhan secara penuh. Karena wisatawan datang tidak ada pilihan lain karena dia mau makan enak, souvenir dan lihat temlat indah, bagus, indah. Dan itu bisa jadi hanya kalau kreatifitas dari IKM dan UKM ini dipakai, diangkat san ditonjolkan ke dunia. Ini anang yang sangat luar biasa yang harus kita tangkap dan angkat. Disini ada peluang masa deoan ekonomi dan pariwisata NTT.” Tutupnya.

Alosius mwnyatakab Komite EKRAF aka dibentuk juga di Kabupaten Kota sehingga bisa rangkul semua pelaku IKM dan UKM. Dan EKRAF provinsi NTT akan jadi satu payung besar yang akan memayungi semua pelaku IKM dan UKM yang tergabung dalam EKRAF NTT.

Kadis.Parkeraf NTT Wayan Darmawa menyatakan tidak menyangka perkembangan ecpo akan sebagus ini. Dari 26 UKM tapi berkembang sampai 34 UKM.

“Kita akan programkan setiap tahun dilaksanakan dengan peserta lebih banyak dan juga diharapkan dapat dilaksanakan di setiap kabupaten kota dengan memanfaatkan ruang dan halaman kantor apa saja, di Disparkeraf, kantor desa, kantor camat. Kantor pemerintah yang ada dimanfaatkan agar beri value ekonomi bagi masyarakat.” Ujar Wayan.

Animo masyarakat luar biasa menurut Wayan, buktinya ada teman-teman dari lain mau datang makan siang, sudah pesan dari pagi. Kalau tidak pasti habis,

“Hari ini teman-teman dari dinas lajn mau makab siang sudah wa pesan. Kalau tidak habis. Ada nasi lemang bakar nasi goreng jagung daging asap, kalesong, bakpao goreng, bose, lawar habis dari pagi.” Ujar sumringah.

Sementara kadis Pendikbud NTT Linus Lusi Mekeng, tidak sempat dimintai komentar karena karena harus kembali ke kantor karena sebuah urusan dinas penting.|| juli br

  • Bagikan