Inpiratif! Valenitus Manek Yang Mampu Raup Rp.39 juta Dalam Waktu 3,5 Bulan, Dari Tanam Cabe Dan Tomat

Rinbesihat,  Belu,Topnewsntt.com., Pria polos berusia 35 tahun, Valentinus Manek, asal desa Rinbesihat, Belu, ditemui media ini dalam  kunjungan wawancara khusus mengisi Ruang Baca “Kisah Petani Sukses dampingan Roda Tani, Panah Merah dan Nufarm”, pada Jumat, 20/11 di rumahnya diRT :  02, RW : 01, Desa Rinbesihat, kec Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Kepada tim media ditemani Samson Kase (Pendamping Pertanian Nufarm), Om Valen kisahkan dengan bersemangat bahwa dirinya pernah peroleh uang dari hasil panen cabe dan tomat selama dua masa tanam akhir 2017 dan awal 2018 sebesar  Rp.39.000.000. Jumlah itu diperoleh Om Valen dari dua kali panen yaitu yang pertama kali  di akhir 2017 dari panen tomat sebesar Rp.12.000.000, dan dari panen  kedua (cabe)   di luas lahan 18 are diawal 2018 Om Valen akui peroleh hasil panen 2 ton 700 kilo cabe yang dijual dengan harga Rp.10.000 per kilo sehingga total pendapatan  sebesar Rp.27.700.000.
“Penghasilan total tiga puluh sembilan juta adalah dari dua kali panen. Pertama saya peroleh duabelas juta rupiah dari panen tomat di tahun duaribu tujuh belas. Dan pada panen kedua diawal dua ribu delapan belas saat itu  saya peroleh hasil panen cabe sebanyak dua ton tujuh ratus kilo yang  dijual sepuluh ribu rupiah per kilo sehingga hasilkan uang sebesar dua puluh tujuh juta rupiah. Total penghasilan saya dari dua kali masa tanam dalam waktu tiga bulan setengah itu tiga puluh sembilan juta. Dan semua dari pahan hanya seluas delapan belas are dan masa tanam tiga bulan setengah.” Jelasnya bangga.

Melihat hasil yang begitu besar lebih besar dari yang dibayangkannya, Valen  akhirnya  berkomitmen akan terus menanam tanaman  holtikuktura jenis cabe dan tomat dan  bahkan akan perbanyak lagi baik jumlah pohon cabe dan tomat, maupun areal tanam di akhir 2018 ini. (Saat ini Om Valen sedang persiapkan lahan untuk menanam 5.000 pohon cabe dan tomat).

Profesi petani sudah jadi cita-cita sejak SMA Om Valen,  karena melihat perjuangan orang tua menafkahi mereka sekeluarga dari hasil pertanian (walau sekedar untuk makan hasilnya).

Panen perdana Cabe di kebun Om Valen bersama Pemkab Belu

Dan pada tahun 2017 lalu ketika dirinya mengenal Panah Merah dan Nufarm, serta pola pendampingan Roda Tani dengan tekhnologi pertanian “berstandar nasional” (sebutaan) om Valen  yang berputeri satu usia 1 tahun, dan melihat hasil panen yang begitu besar, Om Valen berkomitmen akan terus menanam tanaman holtikultura dan bahkan bercita-cita menjadikan pertanian sebagai sektor bisnis pertanian (argo industri).

“Awal saya ikuti saja pola pertanian orangtua yang turun temurun atau konvensional. Dan memang hasilnya tidak sempat dijual dan menolong kebutuhan lain. Atau bisa dibilang untuk kebutuhan makan karena hasil yang tidak banyak dan kurang berkualitas. Tapi sejak 2017 bertemu dengan Panah Merah, Nufarm dan Roda Tani maka saya mulai peroleh teknologi pertanian standar nasional dan mampu peroleh hasil panen berlipat kali ganda. Walau modal sedikit naik, tapi bisa tertutupi oleh hasilnya. Teknologi pertanian dan pendampingan ini sangat bagus menurut saya. Bahkan saya berniat akan terus menanam tanaman holtikultura ini dan menjadikannya argo bisnis. ” Kisah om Valen bangga.

Dari luas  lahan 2,5 hektar hanya  18 are yang coba ditanami tomat dan cabe dengan uji coba bibit tomat dan cabe dari Panah Merah dan pola teknologi pertanian “berstandar nasional” sebut Om Valen, serta pendampingan intens dari Panah Merah dan Nufarmlah maka ia bisa peroleh hasil demikian besar. Namun hasilkan, aku Valen luar biasa. Karenanya ia berpikir akan menambah luas lahan, jumlah pohon dan jenis tanaman holtikulkutura sesuai musim. Pendampingan sungguh komplit dari Panah Merah, Roda Tani dan Nufarm, aku Om Valen.
“Pendampingan yang kami peroleh adalah sejak persiapan lahan, persemaian benih, pemindahan benih, tentang jarak tanaman, model pengairan sesuai kondisi sumber air, pemberian pupuk yang terjadwal, pengenalan berbagai jenis penyakit, hama dan bakteri penyebab penyakit tanaman dan hama pengganggu dan akibatnya yang ditimbulkannya. Sampai pada panen dan pemasaran kami diberi solusi bagaimana pola panen yang benar demi menjaga mutu produk, jalur pemasaran sesuai kondisi kami disini. Pokoknya Roda Tani, Panah Merah dan Nufarm sangat komplit dalam pendampingan. Salut! ” jelas Valen bersemangat.

Valen adalah pria Asal Belu,  yang sederhana dalam pemikiran terhadap segala hal. Menjalani hidup dengan komitmen dan prinsip yang jelas tentang apa yang akan dijalani sebagai profesi ini punya pandangan yang hebat tentang profesi petani, yaitu sebagai profesi yang hebat karena ditangan petani yang rajinlah hasilkan makanan. Atau petani adalah sumber makanan. Sedangkan pertanian sendiri ada bidang penting di setiap sendi kehidupan bangsa. Tanpa ada bidang pertanian maka sebuah negara lemah. Sehebat apapun orang tidak akan berguna tanpa makanan yang dihasilkan lewat bidang pertanian. Dan pemerintah harus benar-benar konsern terhadap bidang ini lewat program, anggaran dan informasi terkait teknologi pertanian yang benar dan efektif. Dan Panah Merah serta Nufarm dalam managemen pendampingan yang dibiat oleh Roda Tani sebagai distributor pertanian di NTT, patut ditiru juga oleh pemerintah lewat Dinas Peranian. “Karena sudah terbukti mampu ubah dan angkat kehidupan kami secara ekonomi dan pengetahuan bertani. Saya contohnya. Saya bisa peroleh Rp.39 juta rupiah dari dua kali panen selama akhir 2017 dan awal 2018. Pemerintah harus belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Panah Merah dan Nufarm lewat managemen Roda Tani.” Tandasnya bangga.

Bahkan saat ini Valen sedang persiapkan lahan seluas 1 hektar untuk menanam 5 ribu pohon tomat dan 3 ribu pohon cabe. Valen akui dengan pola plastik moulsa sehingga kurang anggaran penyiangan dan pengendalian gulma.

Valen punya cita sangat mulia dengan memperluas lahan pertanian sehingga bisa rekrut tenaga kerja dilahannya yang dibayar Rp.50.000 perhari
“Saya ingin rektur tenaga kerja dilahan yang akan saya buka.”

Om Valen yang pernah meraih juara satu lomba foto dari Panah Merah ini optimis bahwa bidang pertanian di jalani secara serius dan profesional maka akan ubah kehidupan ekonomi petani ke arah lebih baik. Dan malah bisa jadi bisnis pertanian. Jadi bukan lagi sekedar untuk makan atau bertahan hidup tapi pertanian adalah bidang usaha yang sangat menjanjikan. “Saya bertekad suatu saat akan jadi bisnis pertanian dan bukan hanya jual di Belu dan Kupang, bahkan saya mimpi seluruh NTT dan bisa keluar NTT akan minta pasokan hasil pertanian khusus holtikultura dari NTT. Dan Belu jadi salah satu lumbung Holtikultura. Saya bertekad memperluas lahan lagi sampai 2 hektar dan akan tanam  beberapa jenis holtikultura lagi. Saya juga yakin jika semua pemilik tanah mau usahakan lahannya makan kita NTT tidak akan kekurangan makanan, kita semua akan punya pekerjaan yang tidak pernah habis dari tanah dan akan dimakan turun-temurun dibandingkan jika dijual. Saya himbau semua pemilik tanah di NTT stop jual tanah. Tanah warisan yang bisa beri makan berpuluh bahkan ratudan tahun jika dijadikan lahan pertanian. Saya sudah buktikan bahwa dengan mengusahakan tanah sebagai lahan pertanian, saya jadi bos di tanah sendiri. Untuk generasi muda Stop pi TKI. Kelola tanah, semua bibit tanaman holtikultura sudah ada di NTT. Di Kupang ada Toko Roda Tani, Panah Merah punya produk dan Pupuk serta pestisida oleh PT Nufarm. Tinggal niat, kerajinan dan ketekunan yang tidak kenal putus asa saja. Kita harus jadi BOS di tanah sendiri. Jangan hanya tumggu dikasi kerja, mati ciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain. Saya akan buat itu dengan perluas lahan, tbah jenis tanaman, maka saya akan rekrut tenaga kerja.” Ajak Om Valen bersemangat.

Ada satu cita-cita om Valen lagi yang ingin segera dilaksanakan dari hasil panen yang akan diperoleh pada sekitar Januari atau Pebruari 2019. Yaitu ia bisa mendirikan rumah untuk dirinya sendiri. Karena saat ini masih menunpang pada rumah orang tuanya, dan instalasi irigasi pada kebunnya.

Dari hasil panen tersebut Om Valen lewat pengakuan Samson (pendampimg Nufarm) nyatakan jika bapa satu puteri ini adalah tulang punggung bagi orangtuanya yang sudah tua, adik-adiknya yang masih sekolah, bahkan dua diantaranya sudah wisuda dan beli satu unit motor. “Kalau kerja lain belum tentu dalam kurun waktu singkat hanya beberapa  bulan bisa peroleh hasil tiga puluh sembilan juta dan bisa beli cash motor. Dua adik saya bahkan sudah wisuda dengan bantuan saya dari hasil bertani.” Aku Om Valen.

Kepada pemerintah om Valen sarankan jika bisa di contoh pola pendampingan yang sudah dibuat tim Panah Merah. Karena sangat bagus bagi perkembangan bagi pertanian.

Valen manek dlm foto lahan cabe

Dan perhatian juga dalam hal anggaran dan program yang pro pertanian dan petani. Om Valen juga keluhkan syarat dan jalur peroleh bantuan yang dirasa masih belum berpihak pada pertani atau rakyat kecil. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *