Inilah Fren Lutrun, Figur Putera Maluku Pada Bursa Cawabup MBD 2020-2025

■■ Pilkada Cabup dan Cawabup Maluku Barat Daya masih akan di gelar pada 2020 mendatang. Namun media masa di Maluku sudah membicarakan beberapa figur yang akan ikut meramaikan bursa pilkada SBD. Diantara figur-figur yang sudah dikenal, belakangan muncul figur dari kalangan orang muda, jurnalis, dan cukup berkualitas yang sudah malang melintang diberbagai media nasional sebagai wakil bupati MBD periode 2020-2025. Orang muda berusia 28 tahun yang selama ini cukup punya nama dikalangan pejabat baik di Jakarta, Maluku dan NTT. Berikut penulis merangkainya dalam sebuah narasi fakta tentang figur ini. ■■

Figur muda itu bernama lengkap Freni  Lutrun Tuhlui, namun ia lebih dikenal dengan  sapaan akrab Fren Lutrun. Fren adalah   putera asli kelahiran Maluku Barat Daya. Ialah figur muda baru namanya belakangan muncul dalam bursa Pilkada MBD 2020, sebagai wakil bupati.

Fren yang juga seorang pemilik beberapa media online di NTT dan juga alumi Media Nasional Global, pengamat dunia jurnalistik dan aktifis GMKI  yang kini telah membulatkan tekadnya,  memberanikan diri untuk berkiprah dalam perhelatan politik pilkada Maluku Barat Daya pada 2020 mendatang sebagai wakil bupati.

Sosok muda lulusan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang  pada tahun 2007 itu, menjelaskan, bahwa komitmennya untuk terjun pada pentas perhelatan  politik, adalah dengan tujuan  agar bisa mengelegarkan semangat para pemuda di tanah kelahiranya yang selama ini dipandangnya hanya sekedar dijadikan sebagi alat politik semata tanpa dilibatkan secara langsung dalam proses-proses pembangunan daerah.

Kepada sejumlah media di Jakarta, Aktifis GMKI inipun mengisahkan kisah manis pahitnya perjuangan yang selama bertahun-tahun berproses secara mandiri baik dalam dunia aktivis mahasiswa (saat kuliah),  hingga bekerja pada jalur swasta dan berujung karirnya di dunia jurnalistik yang penuh dengan berbagai kesulitan.

Ada komitmen yang lahir dalam batinnya pada hari ini, yang  berangkat dari begitu banyaknya pengalaman pahit tesebut, yang  melahirkan  tekad dan semangat baru untuk bagaimana berkarya dalam politik dengan mengedepankan semangat generasi muda hari ini.

Setidaknya, pengalaman demi pengalaman pahit itu kemudian membuat dirinya matang dalam melihat seluk beluk bersoalan daerah kedepannya, apalagi sebagai mantan jurnalis di Ibukota negara ini adalah  sosok yang paham terhadap bagaimana melihat kebijakan yang pro-rakyat.

“Banyak orang bisa menjadi pemimpin, akan tetapi tidak semua orang berjalan pada jalur yang sebenarnya. Pemimpin harus bisa diproses dari bawah dan diterpa dalam kesulitan agar bisa matang dan kritis dalam karya pengabdiannya”, tandas Fren memberikan pandangan figur standar seorang pemimpin yang bisa diandalkan.

Pria yang pernah menjadi dosen di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ini  mengisahkan, bahwa dirinya pernah berupaya mendirikan beberapa media lokal di Maluku Barat Daya seperti surat kabar termasuk mendirikan Stasiun Radio k
Kalwedo beberapa tahun lalu.

Dari sepak terjang menjalankan beberapa media lokal,  sampai level media  nasional,  ini setidaknya memberi gambaran bahwa ada sebuah  harapan baik dan  besar yang akan terjadi nantinya bagi masa depan MBD,  jika suatu saat masyarakat MBF mempercayakan dan menghendaki dirinya tampil mewakili generasi muda pada level pemerintahan.

Sekilas dalam sejarah perpolitikan,  putera kelahiran Lakor bercampur Damer ini buka-bukaan bahwa  adalah dirinya pernah menjadi rival politik pada 2014 lalu dengan beberapa pesaing incumbet yang tergolong berat dalam daerah pemilihannya. Hanya saja, karena karakter yang melekat dalam pria ini.  Fren yang   tidak pernah mengalah dan berjiwa fighter, akui  mendapat perlawanan dari berbagai arah, tapi kemudian tidak berhasil mengagalkan maksudnya. Inilah yang membuat perbedaan itu begitu nampak, yaitu dalam pola pikir kritis dan tajamnya dalam melihat persoalan daerahnya  kedepan.

Sosok ini juga tidak pernah menyerah tatkala jatuh dalam mengurus kebaikan banyak orang. Satu hal yang menarik dalam jiwa pria kelahiran  17 september ini, yakni  adalah prinsipnya bahwa meskipun kalah karena jumlah, tidak berarti mutu harus diabaikan.

Itulah sosok Freni  Lutrun Tuhlui . Anda juga bisa menonton video wawancara langsung bersama pada channel you tube dan jika bermanfaat, anda bisa membagikannya kepada saudara/i yang lalinnya. ■■ Juli BR /editor

Penulia : Cheva Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *