Ini Kiat BPS Kabupaten TTU hingga lampaui target di SP Online dan strategi untuk SP Wawancara

KEFA, TOP News NTT■■BPS Kabupaten TTU ternyata meraih peringkat 2 tingkat partisipasi masyarakat pada SP Online 2020 yang dilaksanakan sejak 1-30 Maret 2020 dan yang dilanjutkan  pada 1-30 Juni 2020 karena kendala Pandemi Covid-19.  Peringkat pertama tingkat partisipasi masyarakat pada SP Online adalah BPS Kabupaten Flores Timur.

Demikian penjelasan Kepala BPS Kabupaten TTU Marsel Koten kepada media ini lewat wawancara seluler pada Rabu, 2/9.

Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam SP Online 2020 di Kabupaten TTU mencapai 23 persen lebih, melampaui  target yang diberikan BPS Provinsi NTT yaitu 18 persen lebih.

Hal ini bisa diraih karena BPS TTU melakukan beberapa terobosan  dalam membantu masyarakat lakukan rekaman data melalui Android, antara lain dengan sistem “jemput bola” pada titik kumpul masyarakat seperti pada saat pengambilan PKH, dan penentuan titik kumpul di kantor desa dan kantor kecamatan, serta  para ASN di dinas-dinas.

“Sistem Jemput Bola inilah yang menyebabkan BPS TTU melebihi target SPO 2020.” Jelas Marsel Koten, Kepala BPS Kabupaten TTU kepada media ini lewat sambungan seluler pada Rabu, 2/09.

Bahkan Marsel Koten optimis dalam SP Wawancara bisa mengcover semua kk yang belum terdata pada SPO.

“Karena ada Koordinator dan Korseka yang mengawasi kerja petugas lapangan saat turun mendata ke masyarakat, dan pengalaman jemput bola saat SPO membuat kami yakin petugas sudah lebih mampu menjalankan tugas SP wawamcara.” Ujarnya yakin.

Selama melakukan pendampingan ke titik kumpul masyarakat selama SPO, Marsel menyatakan tidak ada kendala berarti,

“Animo masyarakat cukup tinggi, respon dan bantuan perangkat camat, lurah, kades, rt dan rw sangat bagus. Responsif, kepada petugas dan personel internal BPS sehingga kendala-kendala teknis misalnya tidak memiliki android, jaringan telkomsel, letak geografis tempat tinggal warga tidak menjadi kendala berarti.” Ujar Marsel.

Bahkan ia optimis akan mampu mendata sisa kk yang belum terdata pada SPO 2020 lalu.
“Walau SPO 2020 adalah hal.yang baru, namun saya sangat apresiasi kerjasama yang solid dari Staf BPS, perangkat pemerintah hingga RT dan RW, dan terutama kerjasama dan animo masyarakat TTU, sehingga dalam SPO kemarin BPS TTU bisa lampaui target.”ujar Marsel Bangga.

Untuk SP Wawancara Marsel optimis akan sukses.
“Selalu kami minta staf BPS, Petugas sensus beri penjelasan betapa pentingnya data untuk diberikan secara jujur untuk perencanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat TTU. Jumlah warga TTU hanya 250 kk dan kami optimis akan terdata semua.” Tandasnya diakhir wawancara kami.■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *