Herry Hariyanto : “Pertanian, Bisa Jadi Agro Bisnis Jika di Manajemen Dengan Profesional”

Kota, Topnewsntt.com., “Pertanian bisa jadi Agro Bisnis jika di manajemen dengan profesional.” Tandas Herry Hariyanto (pemilik Toko Roda Tani) sebuah Toko (distributor produk pertanian) yang beralamat jalan Cendrawasih kelurahan LLBK, Kota Kupang, kepada Media dalam wawancara khusus pada Nopember 2018 lalu.

Herry mengisahkan bahwa sudah banyak petani yang awalnya melihat profesi petani sebagai profesi yang biasa saja, sudah berubah pola pikir menjadi petani profesional setelah peroleh hasil spektakuler setelah didampingi oleh Tim Roda Tani, Nufarm dan Panah Merah.

Herry berkisah awal mula dirinya memulai usaha penjualan bibit tanaman hortikultura, pupuk dan pestisida hanya beberapa jenis dan dalam jumlah kecil di dalam Toko Obat Farmasi Berijin milik Bapaknya yang berselebelahan dengan tokonya saat ini.

Dalam wawancara kami, Herry yang masih berusia 35 tahun ini berkisah jika ide menjual obat pertanian di etalase kecil toko bapaknya (Manek Hariyanto) muncul karena melihat kenyataan bahwa banyak sekali pembeli menanyakan benih, pupuk, pestisida dan produk pertanian lainnya di toko Bapaknya. Dan bapaknya berinisiatif menyediakannya sebisa mungkin dalam jumlah dan jenis terbatas sesuai yang dicari atau ditanyakan pembeli. Dan saat itu diamatinya bahwa makin hari makin banyak jenis produk pertanian yang ditanyakan. Maka muncullah idenya bagaimana memenuhi kebutuhan para petani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani dari usaha pertanian.

Tahun 2007 Herry pulang dari selesaikan pendidikan, ia mulai mengembangkan bisnis pertanian dengan menjual produk pertanian seperti pupuk, pestisida dan benih. Dengan pendekatan berkeliling langsung ke lapangan melakukan pendampingan dan mengajarkan petani yang jadi pelanggannya bagaimana cara budidaya sayuran hortikultura dan palawija yang tepat guna sehingga dapat memberikan hasil panen yang maksimal yang secara tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Herry mengakui awalnya  dirinya ditolak juga, karena petani NTT rata-rata sudah terbiasa dengan pola budidaya tanaman secara konvensional yang dipelajari secara turun temurun. Tapi seiring berjalannya waktu semakin banyak petani yang dibina sukses dari budidaya hortikultura, akhirnya tokonya makin banyak dikenal orang dan makin banyak pembeli yang datang mencari kebutuhan pertanian sambil berkonsultasi tentang penggunaan pupuk, pestisida dan bibit yang baik dan benar, sehingga para petani dapat memperoleh hasil memuaskan dan bisa dijadikan sebuah profesi yang dapat menyangga kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Dan awal ide pedampingan bagi petani dimulai saat dirinya, kisah Herry,   berkolaborasi dengan salah seorang staff lapangan PT. East West Seed Indonesia (Panah Merah),  Widodo yang saat itu sedang lakukan pendampingan terhadap petani Mesakh Kolo ( seorang petani hortikultura asal dari Bone Ana). Petani yang awalnya seorang tukang ini karena pendampingan mereka bisa menghasilkan Rp.15 juta rupiah pada panen perdana tomat musim hujannya, dan Rp.100 juta lebih dalam panen berikutnya.

Dari keberhasilan Mesakh Kolo pada pengalaman pertama pendampingan itu membuatnya makin bersemangat meneruskan program pendampingan petani yang menjadi pelanggan tokonya yang saat itu bernama Dunia Tani. Pendampingan dilakukan dalam hal penggunaan pupuk, pestisida dan bibit yang dijual ditoko Roda Tani.

Herry bersama dengan staff lapangan dari PT. Nufarm Indonesia, PT. East West Seed Indonesia dan juga staff lapangan Roda Tani sendiri memberikan pendampingan teknis tentang teknik budidaya dan penggunaan pupuk serta pestisida yang tepat guna.

Selain itu dirinya ingin memberikan perubahan mindset berpikir dari pola konvesional yang bertanam hanya untuk makan mengisi perut ke bertanam untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi kepada petani pelanggannya.
“Bersama tim, kami lakukan pelatihan perubahan pola pikir dan memberi motivasi kepada petani agar mau menjadi petani handal dengan pola pertanian yang lebih sistematis agar produk pertanian yang dihasilkan lebih berkualitas dan melimpah, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi para petani. Dan pertanian mampu menjadi bisnis yang menjanjikan dan serius seperti profesi lainnya. Bukan hanya untuk makan semata. Dan usaha itu sudah membuahkan hasil lewat keberhasilan sejumlah petani dalam kelompok petani yang sudah ada atau dibentuk oleh petani yang menyebar di Kupang, Kabupaten Kupang, Rote, Atambua, Kefa dan Malaka.” Kisah Herry bangga dan bersemangat.

Herry dengan lugas kisahkan juga, bahwa pendampingan yang dilakukan Tim mereka (Roda Tani, Nufarm dan Panah Merah, serta peran serta dari KOMPAS Tani), sudah merambah sampai ke beberapa kabupaten seperti Kabupaten Kupang, Kupang Barat, Kupang Tengah, TTU, Belu, Malaka, dan Rote Ndao, dan sudah mampu mengangkat kehidupan petani dari yang berpenghasilan rendah, menjadi lebih baik.

Herry dalam usia mudanya benar-benar merasa tertantang dengan keinginannya bagaimana membantu masyarakat petani ekonomi lemah yang hidupnya masih pas-pasan bahkan kekurangan dapat menjadi sukses dan mandiri. Hal ini bisa terjadi terutama karena informasi pola budidaya pertanian yang belum maksimal. Dengan pola pendampingan yang baik dalam pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk, pestisida tepat guna dan tepat dosis bisa menghasilkan hasil panen berkualitas dan maksimal.

“Sebenarnya, peran pemerintah dalam pemberdayaan petani untuk meningkatkan pendapatan petani dengan memberikan bantuan modal kerja, benih bantuan, pupuk bersubsidi sudah bagus, tetapi banyak yang belum tepat sasaran karena petani diberikan bantuan tanpa diberikan edukasi dan informasi yang tepat. Memberikan edukasi perubahan mindset atau pola pikir terhadap dunia pertanian dimana petani konvensional bertanam bertanam padi, jagung dan hasilnya disimpan untuk makan selama setahun, ke pola pikir baru bahwa pertanian bisa menjadi sebuah ladang usaha yang memberi hasil fantastis dan akan memberi masa depan yang lebih baik bagi petani dan keluarganya, serta informasi tentang pola pertanian yang benar dan tepat adalah modal dalam merubah ekonomi petani di NTT. Kami sudah buktikan bahwa dengan perubahan mindset berpikir ini, maka petani di NTT akan mau menjadi petani dengan serius. Dengan informasi serta pendampingan yang intensif tentang pola budidaya yang baik dan benar mampu memberi hasil pertanian yang besar dalam kualitas dan kuantitas. Sehingga ekonomi petani meningkat. Sedangkan perubahan cara pandang terhadap profesi petani dan pertanian itu mampu menggerakkan petani untuk mengolah lahan tidur agar dimanfaatkan secara baik demi pengembangan bidang pertanian. Bukan lagi disewakan atau dijual saja. Karena potensi pertanian jika dilihat dari luasan lahan masih sangat besar. Harus dimanfaatkan segera agar merubah kehidupan ekonomi masyarakat NTT.” Jelas Herry panjang.

Karena komitmen inilah yang membuat Herry berpikir dalam manajemen  pengelolaan tokonya ada pendampingan pertanian dari setiap produk yang dijual di tokonya.
“Tujuan adanya pendampingan bagi petani yang memakai produk dari Panah Merah dan Nufarm agar para petani mempunyai informasi yang benar. Dan bukan sekedar menanam. Tapi menanam dengan target dan planning bahwa dari bidang pertanian bisa jadi sebuah profesi yang memberi kehidupan ekonomi yang baik. Jadi profesi petani jadi lebih terpandang karena ekonomi meningkat, petani dan keluarga sejahtera. Bukan sekedar untuk makan hasilnya. Kehidupan petani akan meningkat secara ekonomi berarti keluarga sejahtera. Jadi orang tidak pandang rendah atau sebelah mata profesi petani.” Tandasnya memotivasi.**))juli br

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *