Hanya 2000 orang divaksin selama 5 hari “Serbuan 5000 Vaksin” BI, OJK, REI NTT

Bobby Pitoby : “Peserta vaksin tidak capai target karena sudah 70% lebih warga kota Kupang yang divaksin, banyak warga masih belum punya e KTP dan banyak pihak yang gelar vaksin massal di Kupang.”

KUPANG, TOPNewsNTT|| Demikian antara lain pernyataan Ketua DPD REI NTT, Bobby Tinung Pitoby sebagai salah satu mitra pelaksaan serbuan 5000 vaksin di kota Kupang selain BI dan OJK NTT.

“Sampai dengan hari terakhir pelaksanaan serbuan 5000 vaksin ini setelah 5 hari dilaksanakan (20-24 September) sampai dengan kemarin Kamis, kami baru mencapai 1.600 orang divaksin. Dan hari ini baru mencapai 400 orang. Memang jauh dari target kami 5000 dosis bagi 5000 orang warga.” Tandas Bobby saat ditemui di Pitoby Sport Centre tempat pelaksanaan vaksin ini.

Kurangnya jumlah peserta vaksin ini, ujar Bobby kareba beberapa hal yakni sudah banyal warga kota Kupang yang divaksin yaitu mencapai 70%.

Tapi kendala warga yang tidak memiliki e-KTP juga banyak sehingga tidak bisa diinput datanya ealau mereka datang ke tempat pelaksanaan vaksin.

Kendala lain adalah karena banyak pihak yang membuka vaksin massal seperti RS Undana, RSJ Naimata, Puskesmas dan bahkan parpol. Sehingga warga sebagian sudah teralihkan tempat lain.

Warga sekitar Kelurahan Belo dab Sikumana, menurut Bobby juga ada yang baru tahu tentang pelaksaana vaksin dilokasi mereka sehingga mereka sudah berbonfong-bondong sejak hari pertama dna kedua. Sehingga hati ketiga dab keempat sudah agak berkurang karena yang daftar online ada yang beralih ke tempat pelaksanaan vaksin dalam kota seperti di RS Undana.

Terkait kendala e-KTP, Bobby mengatakan bahwa itu menjadi kewenangan pemerintah dalam hal ini Dukcapil untuk melihat hal ini.

“Kami hanya sebagai mitra pemerintah yang peduli terhadap komitmen herd immunity 80% pemprov.NTT pada Desember 2021. Dan kami sudah mengusahakan dengan jatah vaksin BI dna OJK NTT, tinggal bagaimana masyarakat merespon dengan mendatangi tempat pelaksanaan vaksin.” Tandasnya.

Selain itu Bobby juga mengajak masyarakat Indonesia di Kota Kupang dan sekitrnya untuk menggunakan kesempatan vaksin massal dan gratis yang disediakan pemerintah agar cepat terbentuk herd immunity atau kelompok besar imun yang kebal dan sehat sehingga cepat keluar dari pandemi, PPKM.

SIsa vaksin yang tidak terpakai dari 5000 vaksin yang disediakan menurut Bobby akan disalurkan ke kabupaten lain yang masih rendah presentase vaksinnya seperti Sabu Raijua, Rote Ndao, Belu, Malaka, TTU fan TTS.

Sementara nakes pelaksana vaksin dari RS AL Toto Winarto kepada awak media mengatakan bahwa animo amsyarakat cukup besar di 3 hari pertama pelaksanaan vaksin. Tapi agak menurun di hari keempat dan kelima karena ada informasi pihak lian yang juga menggelar vaksin massal di hari berikutnya seperti RS Undana dan lain-lain.

“Masyarakat juga masih yang takut kepada efek sesudah vaksin, karena informasi yang masih simpang siur. Padahal vaksin sangat bagus untuk tingkatkan imun tubuh sehingga akan tidak fatal efeknya jika kena covid.” Lanjutnya.

Toto Winarto juga mengatakan efek vaksin Sinovac sangat minim bahkan jika imun kuat tidak akan ada efek apa-apa. Karena itu ia himbau masyarakat jangan takut divaksin.|| juli br