Hadiahi Susanti Rp50 juta Rupiah, Anita Gah Minta Gubernur NTT Ganti Pejabat yang tidak majukan olah raga NTT

  • Bagikan

NTT, TOPnewsNTT|| Anggota DPR RI fenomenal asal NTT Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah,SE lantang dan keras bersuara minta Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT dan Legislatif NTT ganti pejabat  yang tidak memajukan olah raga NTT.

Hal itu diserukan Anita karena kendala internal saat atlit Susanti Ndapataka dan Pelatih Angga Silitonga akan berangkat ke Papua untuk ikut PON XX 2021, namun anggaran mereka belum cair.

“Saya dengar saat atlit Susan dan Angga sisa sehari besoknya harus berangkat ke Papua, dana mereka belum cair karena ads oknum yang menyulitkan urusan tersebut. Jika benar seperti itu maka harus dipertanyakan lagi ke Dispora bagaimana dia merekrut orang-orang,  baik di KONI dan Ketua Muay Thai NTT yang tidak mendukung Olah Raga NTT? Dan saya minta gubernur, wakil gubernur dan seluruh anggota dewan perhatikan kalau kita mau olah raga NTT maju, maka taruhlah orang-orang yang punya jiwa olah raga disitu. Taruh orang-orang yang punya komitmen memajukan olah raga NTT.  Jangan oramg-orang yang malah menghalangi dan mempersulit atlet-atlet kita. Malah saya dengar besok mau berangkat ke Papua, mereka dicuekin. Besok mau berangkat uang belum cair, dan setelah saya telepon pak wakil gubernur NTT baru bisa cair.” Ujar Anita kesal.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut maka secara mental atlet sudah down.

“Saya harap gubernur, wakil gubernur dan pemimpin di NTT dan seluruh anggota DPR NTT tolong tahu tempatkan pejabat yang akan urus olah raga di NTT yang punya pikiran memajukan olah raga. Kalau memang tidak mau anak-anak NTT,  atlit kita yang luar biasa ini dibeli oleh provinsi lain, maka mereka semua harus dirangkul, dididik, diperhatikan dan didukung. Dan dalam mendukung olah raga NTT diperlukan orang-orang yang memiliki jiwa olah raga dan punya komitmen meningkatkan olah raga di NTT. Jangan asal taruh orang, giliran mau pertandingan dan pelaihan mereka dicuekin. Bahkan saat mau berangkatpun mental mereka masih dipukul dengan anggaran yang belum cair. Malam itu Angga datang ke saya dan saya langsung telepon wakil gubernur NTT, saya bilang ” pak wakil ini anak-anak mau berangkat besok bagaimana uang belum cair.?’ Ini pukulan mental yang sebenarnya mereka mau tanding tidak boleh terjadi, karena mereka harus konsentrasi dan  fokus. Apalagi ini olah raga keras tidak fokus dan pikiran mereka bisa cedera. Harusnya lima hari atau seminggu sebelum berangkat mereka sudah tenang. Karena mempersiapkan diri bertanding harus tenang. Karena ia pasti akan berpikir saya mau bertanding untuk siapa. Pemerintah saja tidak perhatikan. Makanya sekali lagi saya bilang, orang-orang yang urus olah raga harus orang-orang yang cinta dan punya pola pikir majukan olah raga NTT jadi lebih baik. Kalau tidak, maka jangan heran suatu saat kita akan kehilangan,  atlit kita dibeli oleh provinsi lain. Dan jika tidak mau terjadi maka dukungan pemerintah dan legislatif serta pengurus olah raga harus ada.  Walaupun anggaran tidak banyak paling tidak ada perhatian dan dukungan. Susan sudah membuktikannya. Tanpa dana yang besar dia menang. Apalagi jika didukung dengan anggaran dan komitmen.” Tandas Anita tegas mengingatkan.

Hal ini diucapkan dengan lantang dan tegas oleh politisi partai Demokrat 4 periode ini di kediaman pribadinya di Kelurahan Fatukoa (Kamis, 7/10) saat menyerahkan hadiah dari kocek pribadi sebesar Rp50.000.000 kepada Susanti Ndapataka,  atlet cabor Muay Thai peraih medali emas petama cabang bela diri pada PON XX Papua tahun 2021 disaksikan pelatihnya Angga Silitonga dan awak media.

Kepada Susanti Ndapataka, Anita mengapresiasi  upayanya dan Angga Silitonga sebagai pelatihnya sehingga memperoleh Medali Emas di cabang olah raga bela diri yang baru pertama kali NTT ikut PON ini.

“Kita tidak melihat hanya sebatas medali emasnya, tapi tentu saja ada usaha, keringat, air mata dan tekad. Apalagi tidak ada dukungan dari pemerintah NTT. Tapi jangan jadi lemah tetap semangat berjuang.” Ujarnya.

“Selamat, terima kasih dan apresiasi atas prestasi yang diberikan Susanti dan Angga sebagai pelatih,  ibu dengar cerita dengan usaha sendiri hampir tidak ada dukungan. Tetapi percaya saja, kalian adalah orang-orang yang tulus, dan Tuhan akan menghargainya. Ibu atas nama pribadi, keluarga dan atas nama keluarga besar partai Demokrat mengucapkan terima kasih kepada Susan dan Angga yang sudah mengharumkan nama NTT.” Katanya haru.

“Dan ibu berdoa terus berprestasi, terus semangat dalam memberikan yang terbaik bagi NTT. Ini bukanlah hal yang sepeleh tapi adalah hal yang harus benar-benar mendapat dukungan, dorongan dari semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah.” Lanjut Anita.

Ia mengingatkan agar semua pihak di NTT harus memberikan dukungan positif, dan sesuatu yang baik bagi atlet NTT.

“Ada salam dari Ketum Partai Demokrat dan keluarga besar partai Demokrat di NTT. Memang tidak semua bisa hadir karena ada rapat paripurna. Keluarga besar partai,  Ketum Partai Demokrat Mas AHY, mas Ibas, dan kita semua partai Demokrat NTT. Kita semua bangga sekali seorang perempuan yang mewakili NTT. Kebetulan saya juga ada di Komisi X yang kerja sama dengan Kemenpora, sehingga sudah berkomunikasi dengan menteri bahwa kita akan memberikan perhatian kepada NTT dalam anggaran.” Ungkapnya.

Karena Susan sudah berikan bukti bahwa demgan usaha dan tekad dapat mengharumkan nama NTT, maka legislatif di Senayan dan Kemenpora akan berikan perhatian penuh kepada para atlet NTT, terutama yang ikut PON XX Papua ini.

“Tidak bisa setengah-setengah lagi. Karena mereka sudah mengharumkan nama NTT. Sudah terbukti karena itu dukungannya harus betul-betul full diperhatikan dalam segala aspek. Aspek anggaran harus diperhatikan.” Ujarnya berjanji.

Diakui Anita bahwa anggaran di Kemenpora tidak sebesar di Kemendiknas, namun ia bertekad akan memperjuangkannya dalam sidang pembahasan anggaran agar kuota NTT bisa lebih besar.

Apalagi melihat presiden sudah memberikan cukup banyak penghargaan kepada atlit-atlit yang menang di PON XX Papua, maka untuk atlit NTT seharusnya bisa.

“Ketika ada anak-anak NTT yang berprestasi di tingkat nasional seharusnya itu menjadi perhatian khusus pemerintah NTT. Harus didukung secara khusus dalam anggaran terutama. Karena saat ini kita sudah lihat Susan dan Angga walau dengan anggaran sedikit, tapi niat dan tekad mereka ini yang buat mereka menang. Apalagi kalau dukungan dan anggaran memadai? Nah ini yang nggak bisa dianggap remeh oleh pemerintah provinsi NTT maupun pemerintah pusat.” Kata Anita lugas.

“Saya sebagai anggota DPR RI memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Susan dan akan memberikan dukungan kepada Susan dan kepada semua atlet di NTT melalui anggaran lewat Kemenpora, yang akan kita dukung dengan memberikan kepada Dispora yang ada di NTT. Sekarang tinggal bagaimana Dispora bersama dengan saya sebagai wakil rakyat yang mewakili NTT di tingkat pusat kita duduk bersama dan bicara apa yang menjadi kebutuhan dan kendala. Memang selama ini ada, tetapi sekali lagi anggaran Kemenpora tidak sebesar di Kemendiknas, tapi kita akan efektifkan. Kalau memang anggaran yang dibutuhkan memang banyak karena kenyataan di lapangan seperti anak-anak kita seperti punya kemampuan dan keahlian tapi kalau tidak didukung oleh anggaran dan juga. Anggaran itu banyak yak, kita bicara mengenai pelatih, sarana prasarana, juga harus dilihat juga. Jadi kalau saya lihat hal seperti ini saya prihatin, karena anggaran sedikit tapi mereka berhasil. Ini pukulan untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya. Bahwa jangan anggap remeh atlit-atlit kita. Jangan sampai atlit-atlit kita dibeli oleh provinsi-provinsi lain. Karena ini memang kenyataannya seperti itu. Jadi memang saya secara pribadi merasa beban dan tugas berat yang harus lakukan sebagai wakil dari NTT yang ada di Komisi X yang bermitra dengan Kemenpora. Berarti kita harus memberikan dukungan. Kalau saya mendukung dengan kebijakan anggaran dari pusat yang harus dibawa ke NTT, sekarang tinggal bagaimana pemerintah NTT betul-betul melihat keadaan ini apa yang dibutuhkan itu yang harus dikoordinasikan. Selama inikan seakan-akan diam dan tenang. Padahal kalau mau dilihat NTT gudang atlet. Pasti banyak yang berprestasi. Cuma karena selama ini tidak ada yang dapat emas maka dilihat oleh pemerintah seperti buang-buang uang saja. Tapi sekarang luar biasa, walaupun pertama support dari pemerintah biasa-biasa saja, tapi kita lihat mereka sudah memberikan sumbangsih luar biasa untuk NTT dengan dukungan minim, itu yang luar biasa. Dan saya berharap agar semua atlit NTT ayo, Susan sudah membuktikan. Saya berharap akan ada emas lagi saat ini dari cabor tinju,  wushu, takewondo dan kempo yang saat ini sedang berlomba. Kita berharap bisa dapat medali emas. Dan ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemda.” Ujar Anita berharap.

Selain hadiah Rp50.000.000 rupiah, Anita dan Tim juga menyerahkan suplemen 4life kepada Susan dan Angga.|| juli br

  • Bagikan